BLITAR KAWENTAR - Harga pleci Monti menjadi salah satu informasi yang banyak dicari dalam pantauan live penjualan burung di toko lama kawasan Jemundo, Pasar Puspa Agro, Sidoarjo, Selasa, 4 Agustus 2026. Dalam siaran tersebut, pleci Monti, Bustomi, Dakun NTB, Dakun Bali, hingga Valencia terlihat tersedia dan sedang dibongkar serta diperiksa sebelum dikirim kepada pembeli.
Live berlangsung sekitar tengah hari dan memperlihatkan aktivitas penjual yang sedang membongkar sejumlah kiriman burung. Selain pleci, tersedia pula anis macan, gelatik batu Sumbawa, ciblek Sumbawa, trucuk, tepus kepala abu, hingga beberapa jenis burung lainnya.
Baca Juga: Cara Merawat Lovebird Setelah Panen agar Cepat Kawin Lagi, Ini Treatment Om Hami
Pleci Monti Grosir Rp40 Ribu
Dalam pantauan video, pleci Monti menjadi salah satu stok yang sedang banyak dibongkar. Penjual menyebut harga grosir pleci Monti berada di kisaran Rp40 ribu per ekor.
Jenis Monti yang disebut dalam siaran juga mencakup pleci dengan mata putih. Stoknya masih diperiksa dan dihitung satu per satu sebelum dikirim kepada pembeli.
Selain Monti, pleci Bustomi juga disebut tersedia dalam jumlah banyak. Harga grosir Bustomi berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp38 ribu per ekor, tergantung jumlah burung yang dibeli.
Penjual juga menyebut Bustomi sebagai salah satu jenis yang sedang banyak dicari pembeli. Karena stok cukup banyak, pembelian dalam jumlah besar dapat memperoleh harga yang berbeda.
Baca Juga: Budidaya Ikan Discus untuk Pemula, Begini Cara Menjodohkan hingga Bertelur
Pleci Dakun NTB dan Bali Ikut Tersedia
Jenis lainnya yang tersedia adalah pleci Dakun NTB. Burung tersebut juga sedang dibongkar dan diperiksa dalam siaran live.
Pleci Dakun Bali turut disebut masih tersedia di toko lama Jemundo. Sementara itu, pleci Valencia juga terlihat dalam proses pembongkaran.
Aktivitas pengecekan dilakukan sebelum burung dikemas. Penjual beberapa kali meminta stok dihitung agar jumlah burung sesuai dengan pesanan yang masuk.
Bagi pembeli yang ingin memesan secara online, penjual meminta calon pembeli menyampaikan jenis burung, jumlah yang diinginkan, dan kota tujuan. Setelah itu, total pembayaran akan diinformasikan sebelum burung dikirim.
Gelatik Batu Sumbawa Dibanderol hingga Rp60 Ribu
Selain pleci, gelatik batu Sumbawa menjadi salah satu burung yang mendapat perhatian dalam siaran tersebut.
Harga eceran gelatik batu Sumbawa disebut sekitar Rp60 ribu per ekor. Untuk pembelian grosir, harganya berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu, tergantung jumlah yang diambil.
Penjual juga menyebut gelatik batu Sumbawa memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibanding jenis yang disebut berasal dari Sumatra. Stoknya disebut terbatas sehingga pembeli disarankan mengambil ketika burung masih tersedia.
Baca Juga: Tips Memelihara Ikan Channa, Mulai dari Akuarium hingga Pakan
Ciblek Sumbawa Mulai Rp80 Ribu Grosir
Ciblek Sumbawa juga masuk dalam daftar stok. Dalam video, harga eceran disebut sekitar Rp100 ribu untuk kondisi tertentu, sementara yang disebut lebih muda atau berbeda kondisi berada di kisaran Rp90 ribu.
Untuk grosir, harga Ciblek Sumbawa disebut mulai Rp80 ribu per ekor, dengan jumlah stok yang dikatakan tidak terlalu banyak.
Selain itu, tersedia pula anis macan dengan harga eceran sekitar Rp230 ribu. Untuk pembelian grosir, harganya sekitar Rp200 ribu, dengan jumlah pembelian minimal yang disebut lima ekor.
Pemesanan Bisa Dikirim ke Luar Kota
Toko lama di Jemundo, Pasar Puspa Agro, melayani pembelian dari berbagai daerah. Dalam siaran, penjual menyebut pesanan dapat dikirim menggunakan jalur transportasi tertentu, termasuk bus untuk sejumlah tujuan.
Pembeli dari Jombang, Malang, Cirebon, Cilacap, hingga kota lainnya disebut dapat melakukan pemesanan dengan terlebih dahulu mengirimkan detail pesanan melalui WhatsApp.
Namun, untuk beberapa jenis burung yang dianggap lebih rentan selama perjalanan, penjual menyarankan pembeli datang langsung ke lokasi. Seluruh harga dalam artikel ini merupakan pantauan dari siaran live pada 4 Agustus 2026, sehingga dapat berubah mengikuti stok, jumlah pembelian, dan kondisi burung.
Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest