Pendap Sukamerindu, Kuliner Khas Bengkulu yang Bertahan 13 Tahun hingga Dipasarkan Online

Gita Dwi Nuraini • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 20:40 WIB
Pendap Sukamerindu menjadi kuliner khas Bengkulu yang dipertahankan Pak Effendi selama 13 tahun dan kini dipasarkan melalui media sosial.(Gemini AI)
Pendap Sukamerindu menjadi kuliner khas Bengkulu yang dipertahankan Pak Effendi selama 13 tahun dan kini dipasarkan melalui media sosial.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Pendap Sukamerindu menjadi salah satu kuliner khas Bengkulu yang masih dipertahankan hingga kini. Salah satu pelaku usaha yang konsisten membuat makanan tersebut adalah Effendi, yang telah menjalankan usaha pendap selama sekitar 13 tahun sejak 2013.

Dalam wawancara di kanal Gen News, Effendi menceritakan perjalanan usahanya sekaligus alasan tetap mempertahankan pendap di tengah banyaknya makanan baru yang bermunculan.

Menurut Effendi, usaha pendap Sukamerindu yang dijalankannya merupakan bisnis keluarga yang diwariskan dari orang tua. Sebelumnya, orang tuanya telah lama berkecimpung dalam pembuatan pendap sehingga Effendi memilih meneruskan usaha tersebut.

Baca Juga: OPPO Find X9 Pro vs Find X9 Ultra, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Masuk Akal?

Pendap Punya Ciri Khas Tersendiri

Effendi menjelaskan, pendap merupakan makanan khas Bengkulu yang memiliki karakter berbeda dari makanan lainnya. Salah satu ciri utamanya adalah penggunaan daun talas dalam proses pembuatan.

Pendap sekilas dapat mengingatkan pada pepes karena sama-sama menggunakan teknik memasak dengan bungkus daun. Namun, proses pengolahan pendap membutuhkan waktu yang cukup lama dan ketelitian.

Penggunaan daun talas juga menjadi salah satu alasan proses memasaknya tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Menurut Effendi, daun talas perlu diolah dengan benar karena jika tidak dimasak secara tepat dapat menimbulkan rasa yang tidak nyaman atau reaksi tertentu.

Karena itu, menurutnya, orang yang ingin membuat pendap perlu mempelajari prosesnya terlebih dahulu dan tidak hanya mengikuti cara memasak makanan lain.

Baca Juga: OPPO Find X9 Ultra Rp32 Juta Dipakai Sebulan, Kamera dan Baterainya Bikin Standar Baru

Daun Talas Dipilih untuk Pendap

Dalam wawancara tersebut, Effendi menjelaskan alasan daun talas tetap digunakan dalam pembuatan pendap. Penggunaan bahan tersebut sudah menjadi bagian dari tradisi pembuatan pendap sejak dahulu.

Selain menjadi ciri khas, daun talas dinilai lebih tahan dalam proses penyimpanan dan pengiriman. Hal ini menjadi penting ketika produk pendap dipasarkan ke konsumen yang berada di luar daerah.

Effendi juga menekankan pentingnya berbagi pengetahuan antarprodusen pendap. Menurutnya, perbedaan hasil masakan tidak semestinya membuat satu produk dianggap lebih baik daripada lainnya karena selera konsumen juga berbeda.

Ia berharap para pedagang dapat saling berbagi pengalaman agar kualitas pendap Bengkulu tetap terjaga.

Pemasaran Pendap Ikuti Perkembangan Teknologi

Selama 13 tahun menjalankan usaha, cara Effendi memasarkan pendap juga mengalami perubahan. Jika dahulu penjualan lebih banyak dilakukan secara langsung dan mengandalkan pelanggan, kini teknologi digital membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Pemasaran pendap dilakukan melalui sejumlah platform media sosial, seperti Facebook dan Instagram. Konsumen juga dapat menemukan produk tersebut melalui pencarian Google.

Effendi mengatakan, beberapa konsumen bahkan mengaku menemukan informasi mengenai pendap miliknya setelah melakukan pencarian di Google dan menemukan nomor kontak yang tersedia.

Perubahan tersebut menunjukkan bagaimana usaha kuliner tradisional dapat memanfaatkan teknologi untuk menjangkau konsumen di luar daerah asalnya.

Berharap Generasi Muda Terus Melestarikan Pendap

Bagi Effendi, mempertahankan pendap bukan sekadar menjalankan bisnis. Ia berharap generasi muda ikut mempelajari, memproduksi, dan memasarkan kuliner khas Bengkulu tersebut.

Menurutnya, generasi muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan pendap menggunakan teknologi yang semakin maju. Salah satu peluang yang bisa dikembangkan adalah membuat inovasi produk agar pendap dapat memiliki bentuk kemasan atau metode penyimpanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masa kini.

Ia juga berharap pendap tidak hanya dikenal oleh masyarakat Bengkulu. Dengan pemasaran yang semakin luas, makanan tersebut diharapkan dapat dikenal masyarakat dari berbagai daerah.

Effendi menilai generasi muda tidak perlu malu atau ragu untuk mempelajari kuliner tradisional. Menurutnya, pendap merupakan salah satu bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Bengkulu yang perlu terus dikenalkan.

Perjalanan usaha pendap Sukamerindu selama 13 tahun menunjukkan bahwa kuliner tradisional tetap dapat bertahan di tengah perubahan zaman. Perpaduan antara resep turun-temurun, konsistensi produksi, serta pemanfaatan media digital menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan pendap agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest
Pendap Sukamerindu kuliner khas Bengkulu pendap Bengkulu Effendi makanan tradisional