BLITAR KAWENTAR - Pendap Bengkulu menjadi salah satu kuliner tradisional yang memiliki cita rasa khas dan proses pengolahan cukup panjang. Hidangan ini menggunakan ikan yang dibalut dengan bumbu rempah, kemudian dibungkus menggunakan daun talas sebelum dimasak.
Bagi masyarakat Bengkulu, pendap bukan sekadar makanan sehari-hari. Hidangan tersebut juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner daerah yang hingga kini masih dikenal dan dibuat oleh masyarakat.
Keunikan Pendap Bengkulu salah satunya terletak pada penggunaan daun talas sebagai pembungkus. Bahan tersebut dipadukan dengan berbagai rempah sehingga menghasilkan hidangan dengan aroma dan rasa yang khas.
Baca Juga: OPPO Find X9 Resmi, Baterai 7.025 mAh dan Kamera Hasselblad Jadi Andalan
Menggunakan Ikan dan Beragam Rempah
Pembuatan pendap membutuhkan sejumlah bahan yang cukup beragam. Ikan menjadi salah satu bahan utama yang nantinya ditempatkan di tengah balutan bumbu.
Bumbu pendap dibuat menggunakan berbagai rempah seperti cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, kencur, ketumbar, serta daun jeruk. Selain itu, terdapat bahan lain seperti kelapa, kelapa goreng, dan asam kandis yang digunakan dalam proses pengolahannya.
Seluruh bumbu terlebih dahulu dicampur dan dihaluskan. Setelah bumbu siap, daun talas disusun untuk menjadi pembungkus bagian dalam.
Bumbu kemudian diratakan di atas daun talas. Setelah itu, ikan diletakkan di atas bumbu dan kembali ditutup dengan lapisan bumbu hingga ikan berada di tengah balutan.
Daun talas kemudian dilipat dan dibungkus dengan rapi. Setelah seluruh bagian tertutup, bungkusan tersebut kembali dilapisi menggunakan daun pisang.
Baca Juga: OPPO Find X9 Pro Rp19,9 Juta, Bawa Baterai 7.500 mAh dan Kamera Tele 200 MP
Proses Memasak Membutuhkan Waktu Lama
Salah satu hal yang membuat pendap berbeda dari sejumlah makanan berbahan ikan lainnya adalah proses memasaknya yang membutuhkan waktu cukup panjang.
Setelah dibungkus dan diikat menggunakan tali, pendap kemudian dimasak dengan proses perebusan. Air yang digunakan dalam proses tersebut dapat ditambahkan asam kandis.
Asam kandis menjadi salah satu bagian penting dalam pengolahan pendap berbahan daun talas. Dalam proses pembuatan yang sebelumnya dibahas, penggunaannya dilakukan agar daun talas tidak menimbulkan rasa gatal ketika makanan dikonsumsi.
Pendap kemudian direbus dalam waktu yang panjang, sekitar delapan jam. Proses tersebut dilakukan hingga bungkusan dan bahan di dalamnya matang.
Lamanya proses memasak membuat pembuatan pendap membutuhkan kesabaran. Setiap tahapan, mulai dari mengolah bumbu hingga membungkus dan memasaknya, perlu dilakukan dengan teliti.
Kuliner Tradisional yang Terus Dikenalkan
Keberadaan pendap menjadi salah satu contoh bagaimana makanan tradisional dapat terus diperkenalkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Resep dan cara pengolahannya menjadi bagian dari pengetahuan kuliner yang masih dipraktikkan.
Pendap juga memiliki peluang untuk dikenal lebih luas seiring perkembangan cara pemasaran makanan. Sebelumnya, makanan tradisional banyak dipasarkan secara langsung kepada pelanggan. Kini, media sosial dan mesin pencarian dapat membantu masyarakat menemukan produk kuliner khas daerah.
Pengembangan tersebut dapat dilakukan tanpa menghilangkan karakter utama pendap. Penggunaan ikan, bumbu rempah, serta proses pembungkusan dengan daun menjadi bagian yang membuat makanan ini memiliki ciri tersendiri.
Bagi masyarakat yang ingin mengenal kuliner khas Bengkulu, pendap dapat menjadi salah satu hidangan yang menarik untuk dicoba. Tidak hanya menawarkan perpaduan ikan dan rempah, makanan ini juga memperlihatkan proses pengolahan tradisional yang membutuhkan waktu cukup panjang.
Dengan karakter tersebut, Pendap Bengkulu tetap menjadi salah satu kuliner yang menarik untuk dikenalkan sebagai bagian dari kekayaan makanan tradisional Indonesia.
Editor : Gita Dwi NurainiSumber : pinterest