Soekarno dan Jejak Panjang Menuju Presiden Pertama Indonesia, Ini Kisahnya

'Isyna Mufida Ma Radhita • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 10:20 WIB
Soekarno menempuh perjalanan panjang dari pelajar hingga Presiden pertama Indonesia. Simak kisah perjuangannya.
Soekarno menempuh perjalanan panjang dari pelajar hingga Presiden pertama Indonesia. Simak kisah perjuangannya.

 

JAKARTA - Soekarno merupakan tokoh penting dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia. Perjalanan hidupnya dimulai sejak masa pendidikan, keterlibatan dalam pergerakan nasional, pendirian Partai Nasional Indonesia (PNI), hingga perannya dalam Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Setelah kemerdekaan, Soekarno menjadi Presiden pertama Republik Indonesia sebelum perjalanan politiknya berakhir pada 1967.

Kisah perjalanan Soekarno tersebut kembali dibahas dalam episode #historytellingJASMERAH bertajuk “Presiden Soekarno” di kanal YouTube Nessie Judge. Tayangan itu mengulas kehidupan Soekarno dari masa kecil, pendidikan, perjuangan politik, kehidupan keluarga, hingga akhir hayatnya.

Dari Masa Kecil hingga Pendidikan di Surabaya

Soekarno lahir pada 6 Juni 1901. Nama kecilnya adalah Kusno Sosrodiharjo. Dalam kisah yang dibahas video, nama tersebut kemudian berubah menjadi Soekarno karena ketika kecil ia disebut sering mengalami sakit.

Baca Juga: Guru Soekarno Sebelum Jadi Presiden, Sosro Kartono dan Rahasia di Balik Alif

Semasa kecil, Soekarno pernah tinggal bersama kakeknya, Raden Harjokromo, dan menjalani masa pendidikan di Jawa Timur. Ia kemudian bersekolah di HBS Surabaya dan tinggal di rumah H.O.S. Cokroaminoto, salah satu tokoh pergerakan nasional.

Kemampuan Soekarno dalam berbahasa juga menjadi bagian yang menonjol dalam perjalanan pendidikannya. Ia disebut menguasai sejumlah bahasa asing dan bahasa daerah.

Setelah menyelesaikan pendidikan di HBS, Soekarno melanjutkan pendidikan teknik di Technische Hoogeschool (THS) Bandung, yang kemudian menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia meraih gelar insinyur setelah menyelesaikan pendidikannya.

Baca Juga: Guru Soekarno Sebelum Jadi Presiden, Sosok Sosro Kartono dan Filosofi Alif

Mendirikan PNI dan Menghadapi Pemerintah Kolonial

Perjalanan Soekarno kemudian semakin erat dengan pergerakan kemerdekaan. Ia mendirikan Partai Nasional Indonesia pada 1927 sebagai organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Catatan sejarah juga menyebut Algemene Studie Club yang dibentuk Soekarno di Bandung menjadi salah satu cikal bakal PNI.

Aktivitas politik tersebut membuat Soekarno berulang kali berhadapan dengan pemerintah kolonial Belanda. Ia pernah ditahan di Penjara Banceuy dan Sukamiskin, kemudian menjalani pengasingan di Ende dan Bengkulu.

Dalam perjalanan politiknya, Soekarno juga sempat memiliki perbedaan gagasan dengan Mohammad Hatta. Namun, keduanya kemudian berada dalam perjuangan yang sama menuju kemerdekaan. Pada 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sehari kemudian, keduanya diangkat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia oleh PPKI.

Baca Juga: Ampiang Dadiah, Yogurt Tradisional Minang dari Susu Kerbau yang Bertahan Sejak Zaman Belanda

Keluarga hingga Akhir Kehidupan

Kehidupan pribadi Soekarno juga menjadi bagian dari perjalanan sejarahnya. Ia pernah menikah dengan sejumlah perempuan, di antaranya Siti Utari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manopo, Naoko Nemoto atau Ratnasari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, dan Heldy Djaffar.

Fatmawati dikenal sebagai Ibu Negara pertama dan turut menjahit Bendera Pusaka Merah Putih. Dari pernikahannya dengan Soekarno, lahir lima anak, yakni Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh.

Masa kepemimpinan Soekarno kemudian berakhir dalam situasi politik nasional yang berubah setelah peristiwa 30 September 1965. Pada 1967, MPRS memberhentikan Soekarno dari jabatan presiden dan menetapkan Soeharto sebagai pejabat presiden.

Baca Juga: Soekarno dan Jalan Menuju Demokrasi Terpimpin, Saat Kekuasaan Presiden Makin Besar

Di penghujung hidupnya, Soekarno berada dalam kondisi kesehatan yang menurun. Ia wafat pada 21 Juni 1970 di Jakarta dalam usia 69 tahun. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Blitar, Jawa Timur.

Perjalanan Soekarno dari seorang pelajar, aktivis pergerakan, tokoh kemerdekaan hingga Presiden pertama Indonesia menjadi bagian penting dari sejarah politik Indonesia pada abad ke-20.

Editor : 'Isyna Mufida Ma Radhita
PNI soekarno Proklamasi Kemerdekaan presiden soekarno sejarah indonesia