Istri Soekarno dari Utari hingga Heldy, Kisah Cinta Sang Proklamator Penuh Liku

'Isyna Mufida Ma Radhita • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 11:00 WIB
Istri Soekarno dari Utari, Inggit, Fatmawati hingga Dewi Soekarno punya kisah cinta yang penuh lika-liku.
Istri Soekarno dari Utari, Inggit, Fatmawati hingga Dewi Soekarno punya kisah cinta yang penuh lika-liku.

 

JAKARTA - Istri Soekarno menjadi bagian menarik dari perjalanan hidup Presiden pertama Republik Indonesia. Dari Siti Utari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, hingga Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger dan Heldy Djafar, kisah rumah tangga Soekarno tidak hanya diwarnai percintaan, tetapi juga bersinggungan dengan perjuangan politik dan sejarah kemerdekaan Indonesia.

Kisah tersebut dibahas dalam video yang mengangkat sisi lain kehidupan Soekarno melalui hubungan dengan perempuan-perempuan yang pernah menjadi pasangan hidupnya. Beberapa di antaranya bahkan memiliki peran penting dalam perjalanan sang Proklamator, terutama Inggit Garnasih dan Fatmawati.

Siti Utari, Pernikahan Pertama Soekarno

Siti Utari Cokroaminoto menjadi perempuan pertama yang dinikahi Soekarno. Putri H.O.S. Tjokroaminoto itu dikenal Soekarno ketika dirinya tinggal di rumah tokoh Sarekat Islam tersebut di Surabaya.

Baca Juga: Guru Soekarno Sebelum Jadi Presiden, Sosro Kartono dan Rahasia di Balik Alif

Soekarno dan Utari menikah pada 1921. Saat itu, Soekarno berusia sekitar 19 tahun, sedangkan Utari masih 16 tahun. Namun, rumah tangga tersebut hanya bertahan sekitar tiga tahun. Keduanya kemudian berpisah pada 1923.

Setelah meninggalkan Surabaya, Soekarno melanjutkan pendidikan di Bandung. Di kota tersebut, ia tinggal di rumah Haji Sanusi dan istrinya, Inggit Garnasih.

Inggit Garnasih, Pendamping di Masa Perjuangan

Hubungan Soekarno dengan Inggit kemudian berkembang ketika keduanya sering berinteraksi. Setelah masing-masing berpisah dengan pasangan sebelumnya, Soekarno dan Inggit menikah pada 24 Maret 1923.

Baca Juga: Guru Soekarno Sebelum Jadi Presiden, Sosok Sosro Kartono dan Filosofi Alif

Inggit yang usianya lebih tua menjadi sosok penting dalam kehidupan Soekarno ketika perjuangan politiknya mulai berkembang. Ia membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mendukung aktivitas politik suaminya dengan berjualan jamu dan minuman herbal.

Ketika Soekarno dipenjara dan menjalani pengasingan di Ende serta Bengkulu, Inggit tetap mendampinginya. Namun, rumah tangga mereka akhirnya berakhir setelah Soekarno ingin menikahi Fatmawati. Inggit menolak dimadu sehingga keduanya berpisah.

Fatmawati dan Bendera Merah Putih

Fatmawati menjadi salah satu perempuan paling dikenal dalam kehidupan Soekarno. Keduanya bertemu ketika Soekarno berada di Bengkulu. Hubungan mereka kemudian berlanjut hingga pernikahan pada 1943.

Baca Juga: Soekarno dan Hatta: Saat Perbedaan Politik Mengubah Arah Demokrasi Indonesia

Dari pernikahan tersebut lahir lima anak, yakni Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh Soekarnoputra.

Nama Fatmawati juga melekat dalam sejarah kemerdekaan karena ia menjahit bendera Merah Putih yang kemudian dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Setelah Soekarno menjadi presiden, Fatmawati otomatis menjadi Ibu Negara pertama Indonesia.

Namun, hubungan keduanya kembali menghadapi persoalan ketika Soekarno menikahi Hartini pada 1953. Fatmawati memilih meninggalkan Istana, meski hubungan mereka tidak langsung berakhir secara perceraian demi anak-anak.

Baca Juga: Guru Soekarno Sebelum Jadi Presiden, Sosro Kartono dan Rahasia di Balik Alif

Hartini hingga Ratna Sari Dewi

Hartini merupakan perempuan berikutnya yang menjadi istri Soekarno. Keduanya pertama kali bertemu di Salatiga dan kemudian menikah di Istana Cipanas pada 7 Juli 1953. Dari pernikahan tersebut lahir dua putra, Taufan dan Bayu.

Perjalanan cinta Soekarno kemudian berlanjut dengan sejumlah perempuan lain. Ada Kartini Manopo, Ratna Sari Dewi atau Naoko Nemoto, Haryati, Yurike Sanger, dan Heldy Djafar.

Ratna Sari Dewi menjadi salah satu sosok yang paling dikenal karena berasal dari Jepang. Soekarno bertemu Naoko Nemoto ketika melakukan kunjungan ke Jepang. Keduanya kemudian menikah pada 1962 dan memiliki seorang putri, Karina Kartika Sari Dewi.

Baca Juga: Sisi Gelap Soekarno: Dari Konflik Politik hingga Lahirnya Demokrasi Terpimpin

Sementara itu, Haryati menikah dengan Soekarno pada 1963, Yurike Sanger pada 1964, dan Heldy Djafar pada 1966. Ketiganya kemudian berpisah ketika situasi politik Indonesia semakin berubah dan kekuasaan Soekarno berakhir.

Berbagai kisah tersebut menunjukkan bahwa perjalanan rumah tangga Soekarno berlangsung di tengah dinamika sejarah Indonesia. Sebagian cerita mengenai kehidupan pribadinya juga masih diselimuti rumor dan versi berbeda, sehingga perlu dibedakan antara fakta sejarah yang terdokumentasi dan kisah yang berkembang di masyarakat.

Editor : 'Isyna Mufida Ma Radhita
istri Soekarno Ratna Sari Dewi Inggit Garnasih fatmawati soekarno