BLITAR KAWENTAR - Baru kali pertama ke luar Jawa, justru Jarot harus pulang kembali ke kampung halaman tak bernyawa. Ya, dia salah satu korban meninggal dalam tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada 13 September silam.
Pria 51 tahun ini diketahui mengendarai kendaraan ekspedisi bersama keponakannya, Syaiful Anwar, yang diketahui sebelumnya termasuk dalam daftar penumpang selamat kapal penumpang itu.
Jumat (2/10), jasadnya tiba di rumah duka di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, bersama dengan Syaiful yang telah menunggu hampir 3 minggu hingga jenazah Jarot ditemukan oleh tim penyelam.
Baca Juga: Kuras Telaga Blumbang Gede dari Sedimen, Puncaknya Pemkab Blitar Gelar Tradisi Gogoh Iwak
Syaiful Anwar terlihat berusaha tegar, ikut mengiringi jenazah sang paman ke pemakaman umum desa setempat. Sejak dinyatakan hilang tenggelam, sampai kemudian ditemukan, dia setia mengawal jenazah Jarot.
"Sebenarnya jenazah ditemukan sudah beberapa hari lalu, namun yang lama ketika pencocokan DNA dari Polda Jatim. Sebelumnya saya sempat menginap di Banjarmasin 3 minggu, sambil menunggu pencarian Pak Jarot," ujar Syaiful, sapaan akrabnya, kepada Koran ini kemarin.
Sesaat sebelum kapal tenggelam dan mulai miring, dia memuturkan bahwa langsung mencari keberadaan sang paman. Namun, Jarot ternyata lebih dulu lari mencari selamat, sementara Syaiful masih mencari pelampung. “Sejak itu, saya tidak tahu lagi keberadaan paman, hingga kemudian ditemukan tak bernyawa ini,” ungkapnya.
Baca Juga: Sopir Ekspedisi Asal Garum Blitar Selamat dari Kapal Karam KM Virgo Transport 8, Begini Kronologinya
Sebelumnya, jasad Jarot bisa teridentifikasi oleh petugas dan keluarga karena masih memakai gelang yang dipakai saat berangkat. Selain itu, juga masih memakai kaos dan sweter yang sama.
Syaiful kali ketiga ikut ekspedisi ke luar pulau. Sementara pamannnya, Jarot, baru kali pertama naik kapal untuk menyeberang laut mengirim barang. Sebelumnya, Jarot hanya supir kirim barang ke Tulungagung dan Surabaya.
"Saya biasanya jadi sopir sendiri untuk ekspedisi. Karena Pak Jarot tidak ada kerjaan, menawarkan diri untuk ikut mengirimkan barang-barang ekspedisi," tuturnya.
Baca Juga: Istri Korban KM Virgo Asal Blitar Terima Santunan Rp 70 Juta, Kakak Almarhum Masih Dicari Tim SAR
Sementara itu, kakak Jarot, Gatot Sudigdo, menerima informasi kepastian kepulangan jenazah adiknya itu pada Kamis (1/10) sore. Informasi itu dia dapatkan dari tim DVI Polda Jatim. Sebelumnya, keluarga juga terus berusahamenghubungi pihak petugas pencarian untuk memantau nasib Jarot.
Gatot mengaku terakhir bertemu Jarot sebulan sebelum berangkat kerja. Dia dikenal sebagai orang pendiam, karena dengan saudara juga jarang mengobrol ketika berkunjung ke rumah orang tua di Desa Ngadri, Kecamatan Binangun.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Moto3 2026 Tembus 8 Besar Latihan Jepang, Langsung Q2
"Pak Jarot ini meninggalkan dua anak. Satu masih kelas 2 SMP. Sedangkan satunya masih melanjutkan pendidikan di luar daerah," pungkasnya.(jar/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah