MBG Prasmanan Segera Diperluas, BGN Targetkan 5.000 Dapur pada Akhir 2026

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:20 WIB
MBG prasmanan mulai diuji coba. BGN menargetkan hingga 5.000 dapur menerapkan sistem ini pada akhir 2026. (PINTEREST)
MBG prasmanan mulai diuji coba. BGN menargetkan hingga 5.000 dapur menerapkan sistem ini pada akhir 2026. (PINTEREST)

ACEH - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan mulai diuji coba di sejumlah daerah. Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan 1.000 hingga 5.000 dapur dapat menerapkan sistem tersebut pada akhir 2026 jika hasil evaluasi menunjukkan tidak ada kendala signifikan. Meski menawarkan pola penyajian berbeda, penerapannya masih menghadapi tantangan berupa kesiapan dapur dan ketersediaan ruang di sekolah.

Rencana perubahan ini disampaikan Kepala BGN Sudaryono setelah meninjau pelaksanaan program MBG di salah satu sekolah dasar di Aceh Besar, Aceh. Dalam kunjungan tersebut, ia memeriksa menu makanan yang disediakan untuk siswa sekaligus ikut menyantap hidangan bersama mereka.

Usai makan siang bersama para siswa, Sudaryono menjelaskan bahwa sistem prasmanan menjadi salah satu konsep yang sedang diuji untuk pelaksanaan MBG ke depan. Saat ini, sejumlah wilayah menjalani tahap percobaan guna mengetahui efektivitas metode tersebut sebelum diterapkan secara lebih luas.

BGN tidak ingin terburu-buru memperluas penerapan tanpa melihat kondisi nyata di lapangan. Karena itu, hasil uji coba akan menjadi pertimbangan penting untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kesiapan dapur yang akan menjalankan sistem prasmanan.

Baca Juga: Jalan Candirejo-Sidorejo Dicor, Warga Ponggok Harus Memutar hingga Usaha Kontrakan Tutup Sementara

BGN Uji Coba MBG Prasmanan Selama Dua Minggu

Sudaryono menjelaskan, uji coba konsep MBG prasmanan direncanakan berlangsung selama dua minggu. Dalam periode tersebut, BGN akan mengamati manfaat yang muncul sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang berpotensi menghambat pelaksanaan program.

Evaluasi ini diperlukan untuk mengetahui apakah sistem prasmanan dapat dijalankan dengan baik di lingkungan sekolah. BGN juga ingin memetakan kendala yang mungkin muncul ketika metode tersebut diterapkan dalam skala yang lebih besar.

Menurut Sudaryono, pemerintah berharap uji coba tidak menemukan masalah yang signifikan. Apabila pelaksanaannya berjalan sesuai harapan, BGN berencana melanjutkan pengembangan konsep tersebut hingga akhir 2026.

Tahap percobaan menjadi bagian penting karena perubahan metode penyajian membutuhkan persiapan yang matang. Pengelola program perlu memastikan bahwa fasilitas yang tersedia mampu mendukung kegiatan makan siswa menggunakan sistem prasmanan.

Dengan evaluasi tersebut, BGN dapat mempertimbangkan aspek yang perlu diperbaiki sebelum konsep baru diterapkan di lebih banyak dapur. Hasil pengamatan juga akan membantu menentukan kesiapan pelaksanaan berdasarkan kondisi masing-masing lokasi.

Target 5.000 Dapur MBG Berkonsep Prasmanan

BGN menargetkan sedikitnya 1.000 hingga 5.000 dapur dapat melaksanakan program MBG dengan sistem prasmanan pada akhir 2026. Target tersebut disampaikan Sudaryono dengan catatan bahwa pelaksanaan uji coba tidak menimbulkan persoalan yang signifikan.

Rencana ini menunjukkan adanya upaya untuk memperluas penggunaan metode penyajian makanan dalam program makan bergizi bagi siswa. Namun, target tersebut masih bergantung pada hasil evaluasi dan kemampuan dapur dalam menyesuaikan diri dengan sistem yang direncanakan.

Salah satu tantangan utama adalah kesiapan fasilitas dapur. Setiap dapur perlu mendukung kebutuhan penyajian makanan agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai rencana.

Selain itu, ketersediaan ruang di sekolah juga menjadi perhatian. Sistem prasmanan membutuhkan pengaturan tempat yang sesuai supaya siswa dapat mengambil makanan dengan tertib dan kegiatan makan berlangsung dengan baik.

Kondisi fasilitas yang berbeda-beda membuat penerapan konsep ini memerlukan penyesuaian di setiap lokasi. Karena itu, pencapaian target ribuan dapur tidak hanya bergantung pada rencana perluasan, tetapi juga kesiapan sarana dan kemampuan mengatasi kendala operasional.

Baca Juga: Jalan Candirejo-Sidorejo Dicor, Warga Ponggok Harus Memutar hingga Usaha Kontrakan Tutup Sementara

Sudaryono Tegaskan BGN Terbuka terhadap Kritik

Di tengah rencana pengembangan MBG prasmanan, Sudaryono menegaskan bahwa BGN terbuka terhadap masukan dan tidak antikritik. Masukan dari berbagai pihak dinilai penting untuk membantu membangun program yang lebih baik.

Sikap terbuka tersebut relevan dengan proses uji coba yang sedang berjalan. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui bagian yang sudah berjalan baik sekaligus menemukan aspek yang masih membutuhkan perbaikan.

Berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum sistem prasmanan diperluas. Dengan demikian, keputusan penerapan tidak hanya mengacu pada target jumlah dapur, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan fasilitas dan kondisi sekolah.

Hingga kini, konsep MBG prasmanan masih berada dalam tahap uji coba di sejumlah wilayah. BGN menargetkan penerapannya menjangkau hingga 5.000 dapur pada akhir 2026, dengan hasil evaluasi sebagai salah satu penentu kelanjutan rencana tersebut.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Liputan6
MBG prasmanan Sudaryono Aceh Besar Makan Bergizi Gratis badan gizi nasional