JAKARTA - CPNS 2026 menjadi perhatian calon pelamar yang mulai mempersiapkan diri menghadapi seleksi kompetensi dasar (SKD). Salah satu materi yang perlu dipelajari adalah Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), terutama topik pergerakan nasional, Sumpah Pemuda, Bhinneka Tunggal Ika, dan Piagam Jakarta. Materi tersebut dibahas dalam latihan soal yang menekankan pemahaman sejarah, persatuan bangsa, serta kemampuan menganalisis pilihan jawaban yang sekilas terlihat serupa.
Dalam pembahasan di kanal YouTube Privat Alfaiz, peserta diajak memahami konsep dasar sejarah pergerakan nasional sekaligus berlatih menjawab soal berbasis penalaran. Materi ini juga relevan sebagai bahan belajar bagi calon peserta CPNS 2026 yang ingin memperkuat pemahaman kebangsaan sebelum mengikuti seleksi.
Meski hafalan tanggal dan nama tokoh tetap diperlukan, peserta perlu memahami tujuan organisasi serta hubungan ant peristiwa sejarah. Dengan begitu, jawaban tidak hanya didasarkan pada kata kunci, tetapi juga pada makna yang paling sesuai dengan pertanyaan.
Baca Juga: Jalan Candirejo-Sidorejo Dicor, Warga Ponggok Harus Memutar hingga Usaha Kontrakan Tutup Sementara
Budi Utomo dan Indische Partij Punya Arah Perjuangan Berbeda
Budi Utomo merupakan salah satu organisasi awal dalam pergerakan nasional yang didirikan pada 20 Mei 1908. Organisasi ini berkaitan dengan upaya meningkatkan pendidikan dan kehidupan masyarakat pribumi. Dalam materi yang dibahas, Budi Utomo dikenal bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan kebudayaan.
Sementara itu, Indische Partij yang berdiri pada 1912 memiliki orientasi perjuangan politik dan nasionalisme. Perbedaan mendasar kedua organisasi tersebut menjadi contoh materi yang dapat diujikan melalui soal perbandingan.
Peserta perlu memahami bahwa Budi Utomo menekankan pembangunan kesadaran melalui pendidikan dan sosial, sedangkan Indische Partij membawa perjuangan lebih tegas ke ranah politik dan nasionalisme.
Materi lain yang turut dibahas adalah Sarekat Dagang Islam. Organisasi tersebut awalnya berfokus membantu pedagang pribumi, khususnya dalam menghadapi persaingan perdagangan pada masa kolonial. Perkembangannya kemudian melahirkan Sarekat Islam pada 1912, dengan ruang gerak dan keanggotaan yang lebih luas.
Sumpah Pemuda dan Bhinneka Tunggal Ika tentang Persatuan
Sumpah Pemuda menjadi materi penting berikutnya dalam latihan TWK. Pembahasan menyoroti proses menuju persatuan nasional melalui Kongres Pemuda I dan Kongres Pemuda II.
Kongres Pemuda I belum menghasilkan kesepakatan persatuan secara utuh karena masih terdapat perbedaan pandangan. Perkembangan berikutnya melahirkan Sumpah Pemuda pada 1928, yang menegaskan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan, yaitu Indonesia.
Dalam menjawab soal, peserta perlu memahami bahwa persatuan nasional tidak berarti menghapus identitas daerah. Keberagaman tetap ada, tetapi ditempatkan dalam identitas kebangsaan yang lebih luas.
Prinsip tersebut sejalan dengan Bhinneka Tunggal Ika, yang menggambarkan keberagaman masyarakat Indonesia dalam satu kesatuan. Perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa daerah bukan sesuatu yang harus dihilangkan, melainkan dihormati dalam kehidupan bersama.
Karena itu, soal penalaran dapat menguji kemampuan peserta menghubungkan semangat Sumpah Pemuda dengan penghormatan terhadap keberagaman.
Baca Juga: Jalan Candirejo-Sidorejo Dicor, Warga Ponggok Harus Memutar hingga Usaha Kontrakan Tutup Sementara
Piagam Jakarta dan Perubahan Rumusan Sila Pertama
Piagam Jakarta juga menjadi bagian dari materi yang dibahas dalam latihan TWK. Dokumen yang dirumuskan Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945 tersebut memuat rumusan dasar negara yang kemudian mengalami perubahan sebelum pengesahan UUD 1945.
Salah satu bagian pentingnya adalah rumusan sila pertama yang semula berbunyi, “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Menjelang pengesahan dasar negara, rumusan tersebut diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Pembahasan dalam video menjelaskan bahwa perubahan dilakukan dengan mempertimbangkan keberatan dari sebagian masyarakat non-Islam, terutama yang berasal dari Indonesia bagian timur. Penyesuaian itu bertujuan agar rumusan dasar negara dapat menaungi keberagaman masyarakat sekaligus menjaga persatuan.
Dalam soal penalaran, peserta perlu memahami bahwa perubahan tersebut bukan sekadar pergantian kalimat. Keputusan itu menunjukkan pentingnya kesepakatan bersama dalam merumuskan dasar negara yang dapat mengakomodasi seluruh bangsa.
Tips Menghadapi Soal TWK CPNS 2026
Latihan soal TWK sebaiknya dilakukan dengan memahami inti materi, bukan hanya menghafal fakta sejarah. Peserta perlu mengenali tujuan organisasi pergerakan nasional, memahami proses terbentuknya persatuan, serta mengetahui alasan perubahan rumusan Piagam Jakarta.
Ketika menghadapi dua pilihan yang tampak sama-sama benar, perhatikan kata kunci dan fokus pertanyaan. Pilih jawaban yang paling tepat menjelaskan hubungan sebab-akibat atau makna utama suatu peristiwa.
Meski materi tersebut dapat menjadi bahan persiapan CPNS 2026, pembahasan dalam video bukan pengumuman resmi mengenai jadwal seleksi atau kisi-kisi wajib tahun 2026. Calon peserta tetap perlu memantau informasi resmi dari pemerintah dan memperluas latihan ke materi SKD lainnya.
Editor : Muhammad Rusdian NuzulaSumber : Privat Al Faiz