CPNS 2026, Latsar di Mimika Resmi Dibuka, Wabup Tekankan ASN Harus Berintegritas

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:45 WIB
CPNS 2026 di Mimika mengikuti Latsar selama 21 hari. Wabup Emanuel Kemong menekankan integritas dan pelayanan publik. (PINTEREST)
CPNS 2026 di Mimika mengikuti Latsar selama 21 hari. Wabup Emanuel Kemong menekankan integritas dan pelayanan publik. (PINTEREST)

TIMIKA - CPNS 2026 di Kabupaten Mimika mulai mengikuti tahapan penting melalui pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) oleh Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong. Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mimika ini menekankan pembentukan aparatur sipil negara (ASN) yang profesional, disiplin, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pembukaan Latsar CPNS Kabupaten Mimika Tahun 2026 berlangsung di Gedung Tongkonan Timika, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika Abraham Kateyau, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat teknis penyelenggara, narasumber, serta seluruh peserta pelatihan.

Pelatihan ini menjadi tahapan wajib yang harus dijalani CPNS sebelum diangkat sebagai ASN secara penuh. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami tugas pemerintahan, tetapi juga memiliki karakter dan etika kerja yang sesuai dengan tanggung jawab sebagai pelayan publik.

Baca Juga: BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini 4 Cara Cek Penerima dan Status Link Resminya

Latsar CPNS Mimika Berlangsung Selama 21 Hari

Ketua Panitia Yulianus Pinimet, S.IP., menjelaskan bahwa Latsar merupakan bagian dari pengembangan kompetensi ASN sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pelatihan dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, sekaligus membangun karakter yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Menurut laporan panitia, rangkaian pembelajaran berlangsung selama kurang lebih 21 hari. Peserta akan mengikuti pembelajaran klasikal serta aktualisasi di unit kerja masing-masing.

Sejumlah materi yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan, nilai-nilai dasar ASN, pelayanan publik, manajemen pemerintahan, kepemimpinan, budaya kerja, hingga evaluasi kompetensi.

Materi tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk memahami peran dan tanggung jawab sebagai aparatur negara. Selain menguasai aspek teknis pekerjaan, CPNS juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai dasar dalam menghadapi kebutuhan masyarakat.

Pelaksanaan Latsar tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi. Aktualisasi di unit kerja menjadi bagian dari proses pembelajaran agar peserta dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan pelaksanaan tugas di lingkungan pemerintahan.

Emanuel Kemong Ingatkan ASN Bukan Sekadar Pekerjaan

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong menegaskan bahwa menjadi ASN bukan sekadar memperoleh pekerjaan. Menurutnya, profesi tersebut merupakan amanah untuk melayani masyarakat dan mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang berkualitas.

Ia meminta seluruh peserta menjalankan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, kedisiplinan, loyalitas, serta semangat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Emanuel juga mengajak peserta menjadikan Latsar sebagai momentum untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat karakter kepemimpinan, mengembangkan kemampuan beradaptasi, dan membangun kolaborasi.

Kemampuan tersebut dinilai penting agar ASN mampu menjalankan tugas secara profesional serta merespons kebutuhan masyarakat dengan baik. Peserta juga diingatkan untuk menjaga nama baik institusi, mematuhi ketentuan selama pelatihan, dan menjunjung tinggi etika dalam setiap kegiatan.

Nilai BerAKHLAK Jadi Pedoman Kerja ASN

CPNS 2026 di Mimika mengikuti Latsar selama 21 hari. Wabup Emanuel Kemong menekankan integritas dan pelayanan publik. (PINTEREST)

Salah satu penekanan dalam pembukaan Latsar CPNS Mimika 2026 adalah penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK. Nilai tersebut mencakup Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Emanuel menekankan bahwa BerAKHLAK harus diwujudkan sebagai budaya kerja sehari-hari, bukan sekadar dihafalkan selama mengikuti pelatihan. Nilai berorientasi pelayanan, misalnya, menjadi pengingat agar kepentingan masyarakat tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas.

Sementara itu, akuntabilitas dan kompetensi diperlukan agar pekerjaan dapat dijalankan secara bertanggung jawab sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku. Sikap harmonis, loyal, adaptif, serta kolaboratif juga diharapkan mendukung hubungan kerja yang baik di lingkungan pemerintahan.

Penerapan nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ASN yang tidak hanya cakap menjalankan tugas, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen terhadap pelayanan publik.

Pemkab Mimika Dorong Birokrasi Profesional

Di akhir sambutannya, Emanuel Kemong secara resmi membuka Latsar CPNS Kabupaten Mimika Tahun 2026. Ia berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab.

Pemerintah Kabupaten Mimika menempatkan pelaksanaan Latsar sebagai bagian dari komitmen membangun birokrasi yang profesional, bersih, akuntabel, serta mampu memberikan pelayanan publik berkualitas.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tumbuh menjadi generasi baru ASN yang berintegritas, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pembentukan karakter selama Latsar diharapkan menjadi bekal penting ketika peserta menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai aparatur pemerintahan.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Mimika
Kabupaten Mimika Emanuel Kemong ASN BerAKHLAK Latsar CPNS CPNS 2026