Review Jujur Honda PCX 160 RoadSync Varian Tertinggi: Rp40 Jutaan, Nyaman Maksimal tapi Tetap Punya Catatan!

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 11:30 WIB
Review Honda PCX 160 RoadSync varian tertinggi harga Rp40 jutaan. Cek kenyamanan suspensi tabung, layar TFT, fitur voice command, dan efisiensi BBM! (PINTEREST)
Review Honda PCX 160 RoadSync varian tertinggi harga Rp40 jutaan. Cek kenyamanan suspensi tabung, layar TFT, fitur voice command, dan efisiensi BBM! (PINTEREST)

JAKARTA - Honda PCX 160 RoadSync kini resmi menjadi trim tertinggal dan termahal dalam jajaran skutik bongsor lansiran PT Astra Honda Motor. Kehadiran tipe anyar ini melengkapi dua opsi terdahulu, yakni Combi Brake System (CBS) dan Anti-lock Braking System (ABS). Menempati kasta tertinggi, motor matik premium tersebut dibanderol pada kisaran angka Rp40 jutaan.

Harga tersebut dinilai cukup kompetitif jika disandingkan dengan sang rival utama, Yamaha NMAX Turbo Tech MAX, yang dipasarkan sekitar Rp43 jutaan. Selisih harga tersebut salah satunya dikarenakan PCX 160 masih mempertahankan racikan mesin konvensional tanpa sistem transmisi elektronik. Walau demikian, Honda menyematkan sederet pembaruan penting guna mendongkrak kenyamanan dan fungsi konektivitas berkendara harian.

Inovasi paling mencolok pada varian ini adalah pengaplikasian panel indikator berteknologi TFT yang mendukung fitur Honda RoadSync. Teknologi ini memungkinkan pengendara mengoptimalkan fitur perintah suara (voice command) untuk navigasi peta, panggilan telepon, balasan pesan singkat, hingga pemutar musik. Pengoperasiannya pun terbilang sangat praktis karena cukup dikoneksikan dengan perangkat earphone atau TWS (True Wireless Stereo) tanpa memerlukan intercom helm mahal.

Baca Juga: Istana Gebang Blitar, Rumah Masa Kecil Bung Karno yang Menyimpan Jejak Sejarah 140 Tahun

Kenyamanan Posisi Berkendara dan Pijakan Kaki

Sektor posisi berkendara (riding position) menjadi salah satu poin peningkatan utama pada skutik bongsor ini. Honda merancang pijakan kaki dengan sudut kemiringan yang jauh lebih landai dan permukaan ujung yang lebih lebar. Perubahan geometri dek ini membuat posisi kaki pengemudi saat selonjoran terasa jauh lebih santai, rileks, dan tidak mudah lelah untuk perjalanan jarak jauh.

Meskipun demikian, pijakan kaki pembonceng kini mengalami penyesuaian materi dengan menanggalkan lapisan karet dan menggantinya memakai bahan aluminium cor bertekstur kasar. Di sisi lain, jok kendaraan tetap mempertahankan rasa empuk khas keluarga PCX, walau terasa cukup tipis ketika ditekan hingga mendekati plat jok. Posisi stang bergaya agak menukik ke dalam turut menyajikan impresi berkendara yang cukup lincah saat bermanuver membelah kemacetan perkotaan.

Untuk tinggi jok ke tanah, proporsinya dinilai sangat ramah bagi postur tubuh rata-rata masyarakat Indonesia. Pengendara dengan tinggi badan 165 cm masih bisa menapakkan kaki dengan lumayan sempurna tanpa harus berjinjit berlebihan. Kemudahan ini memangkas kekhawatiran saat harus sering berhenti di tengah kepadatan lalu lintas kota.

Impresi Suspensi Tabung Khusus Varian RoadSync

Kenyamanan suspensi menjadi nilai jual yang paling membedakan varian RoadSync dari tipe standar di bawahnya. Varian tertinggi ini sudah dibekali suspensi belakang ganda model tabung (sub-tank). Karakter peredamannya terasa sangat empuk dan mumpuni saat meredam guncangan di jalan beton, susunan paving block, maupun permukaan jalan yang bergelombang.

Saat digunakan berboncengan melintasi jalan berlubang sejauh puluhan kilometer, pergerakan suspensi belakang terbukti pas dan tidak mudah mengalami benturan mentok (bottoming). Sayangnya, peredam kejut model tabung ini belum menjadi standar bawaan untuk varian CBS maupun ABS. Bagi pemilik varian standar yang menginginkan kenyamanan serupa, suspensi tabung ini dapat dibeli terpisah sebagai suku cadang resmi.

Karakter racikan suspensi yang mengutamakan kenyamanan ini bukannya tanpa konsekuensi. Ketika dipacu untuk melibas tikungan dalam kecepatan tinggi di atas 80 km/jam pada jalan bergelombang, bagian depan terasa agak melayang dan bagian belakang berayun lumayan kuat. Namun untuk kebutuhan commuting harian, karakter suspensi ini tetap sangat memanjakan kenyamanan pengendara.

Performa Mesin 160 cc dan Konsumsi Bahan Bakar

Di sektor dapur pacu, motor ini tetap mengusung mesin 160 cc eSP+ 4-katup overbore dengan diameter piston 60 mm dan langkah 55 mm. Di atas kertas, performanya sanggup melontarkan tenaga maksimal 15,8 HP serta torsi puncak 14,7 Nm. Karakternya terasa sangat responsif pada putaran bawah, khususnya pada bukaan gas awal hingga kecepatan 30-40 km/jam.

Namun, pengendara akan merasakan adanya jeda atau penahanan putaran mesin pada rentang kecepatan 40 hingga 80 km/jam. Pada rentang tersebut, sistem menahan RPM di kisaran 6.000 walau tuas gas ditarik lebih dalam. Laju tenaga baru kembali mengisi secara linear setelah melewati kecepatan 80 km/jam hingga mencapai kecepatan maksimum (top speed) di kisaran 120 km/jam pada panel spidometer.

Pengaturan jeda putaran mesin pada rentang kecepatan menengah tersebut sengaja diterapkan demi mengejar efisiensi konsumsi bahan bakar yang optimal. Berdasarkan pengujian pemakaian harian di rute jalanan Jakarta, konsumsi BBM yang dihasilkan mampu menembus angka 42 hingga 43 km/liter. Getaran mesin pun tergolong sangat halus dan minim vibrasi saat motor telah melaju stabil.

Satu-satunya penyempurnaan teknis pada sektor penggerak terletak pada pemetaan (mapping) ECU saat fitur Honda Selectable Torque Control (HSTC) berinteraksi. Ketika roda belakang mendeteksi slip di jalan licin atau berpasir, pemotongan tenaga oleh sistem HSTC kini bekerja jauh lebih halus (smooth) dan tidak lagi menimbulkan efek entakan mendadak yang mengagetkan pengemudi.

Baca Juga: Istana Gebang Blitar, Rumah Masa Kecil Bung Karno yang Menyimpan Jejak Sejarah 140 Tahun

Desain Lampu LED Baru dan Fitur Kepraktisan Bagasi

Tampilan eksterior turut mendapat penyegaran visual, khususnya pada desain sistem pencahayaan depan dan belakang yang serba LED. Lampu Daytime Running Light (DRL) kini membentang membentuk siluet 'V' dari area bawah hingga atas. Sektor atas DRL ini juga secara unik dapat berganti fungsi menjadi lampu penunjuk arah (sein) saat sakelar diaktifkan.

Sorotan lampu utama saat malam hari menyajikan daya pendar yang terang, fokus, serta memiliki jangkauan sebaran cahaya yang lebar. Pada area stang kemudi, Honda meninggalkan penggunaan stang pipa chrome terbuka dan menggantinya dengan penutup cover plastik bernuansa modern ala Honda Forza. Di area sakelar kemudi kiri, kini tertanam tombol kontrol khusus berbentuk joystick untuk memudahkan navigasi menu pada layar TFT.

Sektor fungsionalitas akomodasi menjadi salah satu keunggulan mutlak motor ini berkat kapasitas bagasi di bawah jok yang mencapai 30 liter. Ruang penyimpanan seluas ini sanggup menampung bermacam barang berukuran besar seperti jaket, jas hujan, tas punggung berisi laptop, hingga helm full face atau open face tanpa kendala.

Di samping bagasi utama, terdapat laci penyimpanan depan (glove box) yang dilengkapi power outlet dengan soket pengisian daya tipe USB Type-C. Kapasitas tangki bahan bakar yang mencapai 8 liter membuat jarak tempuh motor ini mampu menembus lebih dari 300 km dalam sekali pengisian penuh. Untuk keamanan, sistem penguncian Smart Key (KISS) telah terintegrasi dengan indikator lampu illumination, fitur answer back system, serta alarm antimaling sebagai kelengkapan standar pabrikan.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : OTOMOTIF TV
Honda PCX 160 RoadSync Honda PCX 160 terbaru varian tertinggi PCX spesifikasi Honda PCX 160 harga Honda PCX 160