JAKARTA - POCO X8 Pro akhirnya resmi dijual di pasar Indonesia pada tahun 2026. Kehadiran ponsel pintar (smartphone) terbaru ini membawa sederet pembaruan signifikan dari segi desain bodi, performa dapur pacu, hingga fitur pendukung. Namun, calon pembeli harus bersiap menghadapi penyesuaian varian memori akibat badai kenaikan harga komponen gadget yang melanda pasar elektronik global secara menyeluruh.
Smartphone POCO X8 Pro membawa perubahan strategi penjualan yang cukup berbeda dibanding generasi pendahulunya. Youtuber teknologi dari kanal GadgetIn, David, mengungkapkan bahwa seri lini X Pro kali ini turut terdampak kenaikan harga industri ponsel pintar di tahun 2026. Pabrikan asal Tiongkok tersebut menyiasati lonjakan harga manufaktur dengan menyediakan varian konfigurasi memori yang jauh lebih beragam bagi konsumen Indonesia.
Pada generasi sebelumnya, POCO X7 Pro dibanderol senilai Rp4.999.000 untuk varian tunggal dengan kapasitas RAM 12 GB dan penyimpanan internal 512 GB. Kini, POCO X8 Pro dijual mulai dari harga Rp4.999.000, tetapi konsumen mendapatkan varian dasar dengan RAM 8 GB dan memori internal 256 GB. Kenaikan harga komponen membuat varian dengan kapasitas memori setara tahun lalu disesuaikan menjadi lebih tinggi.
Bagi pengguna yang membutuhkan ruang penyimpanan lebih lapang setara generasi pendahulunya, POCO Indonesia menyediakan opsi varian RAM 12 GB dan ROM 512 GB. Varian ini dipasarkan dengan tambahan biaya sebesar Rp800.000 dari harga varian dasar. Selain itu, pabrikan juga menghadirkan varian tengah berupa kombinasi RAM 8 GB dengan memori internal 512 GB sebagai opsi alternatif bagi calon pembeli.
Desain Mewah Berbahan Metal dan Bodi Kompak
Kendati mengalami penyesuaian pada sektor harga dan kapasitas memori dasar, POCO X8 Pro menawarkan sejumlah peningkatan spesifikasi yang sangat terasa pada bagian eksterior. Sektor desain bodi kini mengadopsi material rangka metal solid yang menggantikan bahan plastik dari generasi terdahulu. Sentuhan bodi metal ini memberikan sensasi genggaman yang terasa lebih kokoh, dingin, serta terkesan jauh lebih premium saat dipegang.
Varian warna hitam pada perangkat ini mengusung aura desain minimalis dengan lapisan penutup belakang (backdoor) polos bertekstur matte. Bagian modul kamera berbentuk bingkai oval yang terpasang di seri terdahulu kini telah dihilangkan secara keseluruhan. Lensa kamera POCO X8 Pro kini tampil polos menyatu dengan bodi dan dibatasi oleh aksen garis mengkilat yang terkesan sangat bersih.
Dimensi bodi ponsel pintar ini juga dibuat sedikit lebih kompak untuk meningkatkan kenyamanan genggaman tangan pengguna. Ukuran layar yang semula berukuran 6,67 inci pada generasi sebelumnya kini dikecilkan menjadi 6,59 inci. Keputusan pemangkasan ukuran panel ini dinilai membuat ponsel terasa jauh lebih pas serta ergonomis sewaktu dioperasikan menggunakan satu tangan.
Di bagian sekeliling rangka (frame), perangkat ini mengusung aksen garis mengkilat serta tombol daya (power) berwarna merah yang tampak kontras. Sisi atas gawai dilengkapi pemancar infra merah (IR blaster) dan mikrofon penangkap suara. Sisi bawah menampung slot SIM tray ganda nano SIM, mikrofon utama, port USB Type-C 2.0, serta kisi-kisi pengeras suara stereo berdaya kencang dengan karakter bass jernih.
Fitur Lampu Indikator LED RGB dan Layar AMOLED
Salah satu inovasi unik yang disematkan pada POCO X8 Pro adalah hadirnya fitur lampu indikator berteknologi LED RGB di sekeliling bingkai kamera belakang. Fitur lampu LED ini berfungsi layaknya lampu notifikasi serbaguna yang dapat menyala saat ada panggilan telepon masuk maupun pemberitahuan pesan baru. Fitur interaktif ini juga mampu menyala mengikuti irama musik serta menjadi indikator penghitung waktu (timer) pemotretan kamera.
Lampu indikator LED RGB tersebut juga berfungsi sebagai penunjuk status pengisian daya baterai secara visual saat dihubungkan ke pengisi daya. Ketika kapasitas baterai berada di bawah 50 persen, lampu akan memancarkan pancaran warna kuning. Sementara itu, jika daya baterai telah terisi melebihi 50 persen, warna lampu indikator secara otomatis berubah menjadi warna hijau.
Di sektor visual, layar POCO X8 Pro mengandalkan panel AMOLED berefreshi tinggi hingga 120 Hz yang sudah tersertifikasi Dolby Vision dan HDR10+. Tingkat kecerahan puncak (peak brightness) HBM tercatat mengalami peningkatan signifikan agar tetap terlihat jelas di bawah terik matahari. Layar gawai ini juga didukung teknologi PWM dimming tinggi mencapai 3.840 Hz guna menjaga kenyamanan mata pengguna saat tingkat kecerahan diturunkan.
Untuk perlindungan fisik dari goresan maupun benturan, permukaan kaca depan ponsel ini telah dilapisi kaca pelindung Corning Gorilla Glass 7i. Ponsel ini juga dibekali fitur keamanan berupa sensor pemindai sidik jari di dalam layar, konektivitas NFC, sensor gyroscope hardware, serta sertifikasi ketahanan air yang aman terhadap semprotan air bertekanan tinggi.
Performa Dimensity 8500 dan Kapasitas Baterai 6.500 mAh
Beralih ke sektor dapur pacu, POCO X8 Pro mengandalkan chipset terbaru buatan MediaTek, yakni Dimensity 8500. Prosesor ini menawarkan peningkatan performa sekitar 10 persen lebih kencang dibanding MediaTek Dimensity 8400 yang digunakan pada seri terdahulu. Kecepatan baca dan tulis memori internal juga meningkat berkat penggunaan teknologi UFS 4.1 yang jauh lebih efisien dalam mengonsumsi daya listrik.
Guna menjaga suhu mesin tetap stabil saat dipacu memainkan gim berat, sistem pendingin vapor chamber pada gawai ini diperluas dari 5.000 mm² menjadi 5.300 mm². Saat diuji menjalankan gim Mobile Legends Bang Bang (MLBB), perangkat sanggup mengunci performa rata di angka 120 fps secara stabil. Suhu permukaan ponsel terpantau sangat dingin dan berada di bawah kisaran 40 derajat Celsius.
Pengujian pada gim berat seperti Genshin Impact dengan grafik highest serta fitur ultimate mode dan wild boost aktif menunjukkan performa lancar di 10 menit awal. Memasuki durasi permainan di atas 15 menit, frame rate berfluktuasi di rentang 45 hingga 60 fps dengan suhu permukaan berada di angka 45 derajat Celsius. Peningkatan chipset ini memberikan performa yang konsisten untuk kebutuhan komputasi harian maupun aktivitas bermain gim harian.
Sektor daya juga mendapatkan pembaruan berkat kapasitas baterai jumbo berukuran 6.500 mAh, naik 500 mAh dari seri terdahulu. Untuk pengisian daya, gawai ini didukung pengisian cepat berdaya 100 Watt yang sangat efisien. Pengisian daya selama 15 menit mampu mengisi baterai hingga 37 persen, durasi 30 menit terisi 66 persen, dan terisi penuh hingga 100 persen dalam waktu total 48 menit.
Spesifikasi Kamera dan Catatan Fitur Sistem Operasi
Sektor fotografi POCO X8 Pro masih mengusung konfigurasi kamera yang serupa dengan generasi pendahulunya. Kamera utama di bagian belakang memiliki resolusi 50 megapiksel yang didukung penstabil gambar berbasis optik (Optical Image Stabilization/OIS). Kamera utama tersebut didampingi oleh kamera lensa sudut lebar (ultrawide) beresolusi 8 megapiksel serta kamera depan beresolusi 20 megapiksel.
Hasil tangkapan gambar kamera utama menyajikan detail yang sangat tajam dengan kecenderungan karakter warna yang tampak lebih terang dibanding objek aslinya. Kamera depan mampu merekam video hingga resolusi 1080p pada kecepatan 60 fps dengan rentang dinamis (dynamic range) yang tergolong luas serta hasil rekaman terbilang stabil. Namun, performa kamera ultrawide dinilai terbilang standar dan mengalami penurunan detail saat digunakan pada kondisi pencahayaan yang minim (low light).
Dari sisi antarmuka sistem operasi (OS), perangkat ini masih menyajikan tayangan iklan bawaan pada beberapa aplikasi bawaan sistem. Tayangan iklan tersebut di antaranya muncul saat pengguna mengganti gambar latar belakang (wallpaper), mengakses fitur global search, maupun ketika membuka aplikasi tema bawaan Xiaomi.
Sebagai kesimpulan, POCO X8 Pro tetap menjadi salah satu pilihan smartphone paling bertenaga di kelas menengah Rp4 jutaan hingga Rp5 jutaan. Kehadiran rangka bodi metal premium, chipset MediaTek Dimensity 8500 yang kencang, layar berkualitas, serta baterai berkapasitas besar menjadi nilai jual utamanya. Ponsel pintar ini kini siap bersaing sengit dengan para kompetitornya di pasar smartphone Indonesia pada tahun 2026.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : gadgetin