JAKARTA - Mobil listrik Chery J6 versi Intelligent Wheel Drive (iWD) membeberkan peta kelebihan dan kekurangan nyata setelah digunakan sebagai kendaraan harian. Ulasan kepemilikan tersebut dibagikan oleh jurnalis otomotif Fitra Eri melalui kanal YouTube pribadinya. Kendaraan listrik bergaya SUV mengotak ini dibeli dalam kondisi standar pabrikan sebelum dilapisi stiker pelindung cat Vehicle PPF bening berfitur self-healing.
Mobil listrik Chery J6 merupakan nama resmi pasar Indonesia untuk model yang di negara asalnya dikenal sebagai Jaecoo J6 atau iCar 03. Pengubahan nama menjadi Chery J6 dilakukan pihak pabrikan karena reputasi merek Chery dianggap sudah lebih dikenal luas. Selain itu, jaringan pusat servis resmi Chery di tanah air juga dinilai sudah sangat memadai.
Meskipun menyukai konsep desain dan keandalannya, terdapat sejumlah catatan kekurangan teknis serta kenyamanan yang dirasakan langsung oleh pengguna. Di sisi lain, deretan fitur canggih dan kemampuan sistem penggerak empat rodanya menjadi alasan utama kendaraan ini tetap diminati.
Baca Juga: Misteri Makam Soekarno Kosong? Benarkah Bung Karno Masih Hidup, Ini Fakta Sejarahnya
Catatan Kekurangan Chery J6: Minim Tombol Fisik hingga Akses Menu
Sektor penamaan menjadi poin ganjalan pertama karena emblem pada bodi mobil masih mempertahankan simbol huruf 'i' khas iCar 03. Dari sisi kebersihan bodi luar, mobil listrik Chery J6 tergolong sangat mudah kotor ketika melintasi genangan air. Kondisi standar pabrik belum dilengkapi komponen penahan lumpur (matflap), sehingga pemilik disarankan membeli matflap tambahan secara terpisah.
Masalah kepraktisan operasional juga disayangkan karena hampir seluruh kontrol fungsi kendaraan ditanamkan ke dalam layar sentuh utama. Pengemudi tidak diberikan tombol fisik shortcut di area dasbor untuk mengatur pendingin udara (AC), wiper belakang, maupun spion. Bahkan pengoperasian wiper kaca depan posisi auto harus dimatikan melalui layar interaktif.
Fleksibilitas kabin belakang turut menuai catatan karena sandaran jok baris kedua dibuat mati tanpa fitur reclining. Pada panel meter instrumen kemudi, pengemudi tidak dapat melakukan kustomisasi tampilan menu secara leluasa. Panel indikator tersebut juga tidak menampilkan data penting seperti trip meter, konsumsi listrik real-time, maupun konsumsi listrik rata-rata.
Saat fitur Apple CarPlay dihubungkan secara wired maupun wireless, tampilan peta atau musik akan memenuhi layar dan menutup bilah pintasan (shortcut bar). Pengemudi harus keluar menuju menu utama Jaecoo terlebih dahulu untuk mengubah setelan AC atau kamera. Arah operasional tombol power window pintu juga dinilai terbalik, serta jarak ground clearance bagian pintu terlalu rendah sehingga berisiko mentok trotoar tinggi saat dibuka.
Jarak Tempuh Baterai Realistis dan Biaya Servis
Sektor performa baterai Chery J6 diklaim pabrikan sanggup menempuh jarak maksimal hingga 418 km dalam sekali pengisian daya. Berdasarkan pengujian langsung di jalanan dalam kota Jakarta, jarak tempuh riil yang dihasilkan mampu mencapai angka 390 hingga 400 km. Capaian angka tersebut dinilai sangat realistis dan memadai untuk mendukung mobilitas harian di dalam maupun luar kota.
Untuk urusan kepemilikan, jadwal servis berkala mobil listrik ini terbilang sangat panjang. Servis pertama baru dilakukan saat jarak tempuh mencapai 5.000 km, kemudian dilanjutkan pada interval kelipatan 10.000 km, 15.000 km, dan seterusnya. Pemilik kendaraan juga mendapatkan fasilitas bebas biaya servis gratis dari pabrikan selama kurun waktu 5 tahun.
Proses pergantian plat nomor polisi sementara pada unit baru terbilang cukup responsif melalui konfirmasi ke pihak dealer. Pengalaman penggunaan harian menunjukkan bahwa kendaraan ini sangat fleksibel dipakai oleh anggota keluarga karena pengoperasiannya yang tergolong praktis.
Kelebihan Utama Desain Mengotak dan Akselerasi Kencang
Daya tarik utama Chery J6 terletak pada bahasa desain eksteriornya yang mengotak (boxy), terlihat gagah, dan terkesan timeless. Siluet visual kendaraan ini dirancang oleh tim desainer dan insinyur berpengalaman yang pernah bekerja di pabrikan Jaguar Land Rover. Nuansa interior pun didominasi garis-garis tegas, bahan dasbor berkualitas dengan jahitan asli, serta dukungan ambient light 64 warna.
Performa varian Intelligent Wheel Drive (iWD) mengusung konfigurasi dua motor listrik yang memproduksi tenaga masif 275 HP dan torsi 385 Nm. Karakter penyaluran tenaganya terasa sangat instan namun tetap menyalurkan dorongan yang natural dan terukur.
Berdasarkan klaim pabrikan, akselerasi dari kecepatan 0 hingga 100 km/jam dapat dituntaskan dalam kurun waktu 6,2 detik. Namun saat diuji secara mandiri di kawasan PIK, kendaraan ini sanggup melesat dari 0 ke 100 km/jam hanya dalam waktu 5,7 detik.
Baca Juga: Misteri Makam Soekarno Kosong? Benarkah Bung Karno Masih Hidup, Ini Fakta Sejarahnya
Sistem Penggerak iWD dan Kenyamanan Peredaman Kabin
Sistem penggerak all-wheel drive (AWD) bertajuk intelligent wheel drive menyediakan pilihan opsi mode berkendara yang sangat lengkap. Pengemudi dapat memilih opsi rute All-Road, Slippery untuk jalan licin, Beach untuk pasir pantai, Muddy untuk lumpur, hingga Rubble untuk jalanan berbatu. Kapabilitas off-road ini memberikan tingkat keandalan traksi yang sangat baik saat melintasi cuaca hujan ekstrem maupun rute berat.
Meskipun bodi kendaraan mengotak, racikan suspensinya dibuat cenderung lembut dengan kontrol kestabilan yang terprediksi. Penggunaan kaca ganda (double glass) pada bagian pintu depan terbukti sangat efektif meredam kebisingan dari luar kabin. Fitur Panoramic Sunroof berukuran besar juga dapat dibuka secara mekanis melalui tombol tuas maupun pengaturan layar.
Estetika kaca depan tampak bersih karena bilah wiper tersembunyi rapi di balik garis kap mesin (invisible wiper). Di bagian belakang kendaraan, terdapat kompartemen penyimpanan luar berbentuk kotak serbaguna yang dilengkapi pengunci otomatis. Kotak penyimpanan ini sangat fungsional untuk menyimpan kabel portable charger maupun membawa makanan beraroma menyengat tanpa mengotori bau udara di dalam kabin.
Pintu bagasi belakang sudah dilengkapi sistem pegas penahan fleksibel serta mekanisme vacuum door untuk kemudahan menutup pintu. Sebagai kelengkapan keselamatan bawaan standar, kendaraan ini telah dibekali perekam video perjalanan (DVR/Dashcam) empat arah serta sistem bantuan berkendara terpadu (ADAS) yang mencakup Adaptive Cruise Control, Lane Keep Assist, dan Traffic Jam Assist.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Fitra eri