JAKARTA - Kehadiran OPPO Reno 16 di pasar gadget nasional dengan harga melonjak hingga Rp10 jutaan justru membuat OPPO Reno 15 kembali disorot konsumen. Pasalnya, kedua generasi ponsel pintar tersebut masih menggunakan daya pacu chipset yang persis sama, sehingga menjadikan Reno 15 berharga Rp7 jutaan terasa jauh lebih ekonomis untuk dipinang.
Meskipun secara keseluruhan menawarkan paket fitur yang sangat menarik, calon pembeli tetap perlu mengetahui secara mendalam peta kelebihan dan kekurangan OPPO Reno 15 sebelum memutuskan untuk membelinya.
Baca Juga: Polemik KDMP Tlogo Diluruskan, Pemdes Tegaskan Tak Ada Penggusuran Fasilitas Sekolah
Performa Dapur Pacu yang Terbilang Biasa di Kelasnya
Kekurangan pertama yang cukup menonjol pada OPPO Reno 15 terletak pada sektor dapur pacu. Ponsel ini ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 7 Gen 4 yang dipadukan dengan memori internal bertipe UFS 3.
Saat diuji menggunakan aplikasi AnTuTu, OPPO Reno 15 mencatatkan skor pada kisaran 1,3 jutaan poin. Sementara pada pengujian Geekbench 6, ponsel ini memperoleh skor single-core sebesar 1.189 poin dan multi-core sebesar 3.562 poin.
Dalam pengujian bermain game Mobile Legends selama 15 menit pada pengaturan grafis HD dan frame rate Ultra (120 FPS), perangkat mampu menghasilkan rata-rata 117 FPS dengan suhu adem di angka 39 derajat Celsius. Namun saat diajak menjalankan game berat Neverness to Everness (NTE) selama 15 menit pada grafik Cinematic 60 FPS, rata-rata frame rate berada di angka 33 FPS dengan suhu meningkat hingga 44 derajat Celsius.
Pengujian penyuntingan video juga menunjukkan performa yang cukup stabil meski sempat terjadi sedikit lag pada editan kompleks. Saat mengekspor video berdurasi 52 detik dengan resolusi 1080p 30 FPS dan bitrate maksimum, durasi pemrosesan membutuhkan waktu 1 menit 29 detik. Secara keseluruhan, performanya cukup memadai untuk harian, namun kalah kencang jika dibandingkan kompetitor seperti iQOO 15R atau Poco X8 Pro Max.
Catatan Penting Sektor Kamera dan Desain Anomali
Kekurangan berikutnya berada pada sektor kamera, khususnya lensa ultrawide yang kualitas detailnya terasa kurang maksimal jika dibandingkan dengan tiga kamera lainnya. Perekaman video ultrawide belum mendukung resolusi 4K 30 FPS maupun Full HD 60 FPS, serta kamera telephoto belum memiliki fungsi tele-macro.
Pengujian perekaman video juga menemukan bug pada fitur perbesaran (zoom). Fitur Kunci Lensa kerap melakukan pemotongan (crop) gambar dari kamera utama saat melakukan zoom 3,5 kali, bukannya langsung berpindah menggunakan sensor kamera telephoto secara fisik.
Dari sisi tampilan luar, desain OPPO Reno 15 dianggap cukup anomali dan berbeda dari bahasa desain khas Reno series sebelumnya. Tampilannya justru sangat mirip dengan iPhone 12 Pro, terutama pada varian warna Pacific Blue, sebelum akhirnya desain khas Reno dikembalikan pada seri Reno 16.
Ukuran layarnya juga terbilang cukup besar di angka 6,59 inci. Bagi pengguna yang menyukai ponsel ringkas seperti Reno 16 yang berukuran 6,32 inci, dimensi Reno 15 ini bisa menjadi pertimbangan tersendiri saat digenggam.
Sistem Operasi ColorOS yang Lancar dan Fitur O+ Connect
Masuk ke bagian kelebihan, OPPO Reno 15 menawarkan pengalaman antarmuka (User Interface) ColorOS yang sangat mulus, responsif, dan kaya akan fitur keamanan. Salah satu fitur unggulannya adalah Content Portal yang memudahkan pengiriman berkas cukup dengan metode drag and drop.
Ponsel ini juga dilengkapi fitur konektivitas O+ Connect yang sangat praktis bagi para pengguna ekosistem perangkat lain. Fitur ini memungkinkan proses berbagi berkas secara mudah ke perangkat iPhone, MacBook, hingga komputer berbasis Windows.
Bahkan saat terhubung ke perangkat laptop, OPPO Reno 15 sanggup menjalankan fungsi navigasi kontrol laptop secara langsung sekaligus mengaktifkan fitur penayangan layar (screen mirroring).
Kualitas Rancang Bangun dan Fitur AI yang Sangat Lengkap
Sektor kualitas rancang bangun (build quality) OPPO Reno 15 tergolong sangat solid dan terasa premium di kelas harganya. Bodi belakangnya sudah dilapisi kaca, bagian bingkai menggunakan material aerospace grade aluminium, serta layar depan dilindungi oleh kaca Corning Gorilla Glass 7i.
Untuk urusan kecerdasan buatan, OPPO Reno 15 menyajikan deretan fitur HP AI yang sangat komplet untuk menunjang produktivitas harian. Tersedia fitur Mind Space untuk merangkum tampilan layar, AI Writing untuk pembuatan teks media sosial, AI Translate, hingga AI Voice Scribe untuk merangkum konten.
Fitur AI pada aplikasi galeri foto juga terbilang melimpah, mulai dari AI Recompose, AI Eraser, AI Portrait Glow, AI Perfect Shot untuk mengubah ekspresi wajah, hingga aplikasi AI Studio untuk kreasi gambar.
Kemampuan Kamera Utama dan Fitur Khusus Pembuat Konten
Hasil jepretan kamera utama dan kamera telephoto dengan pembesaran 3,5 kali pada OPPO Reno 15 terbukti sangat memuaskan dengan detail yang tajam serta pewarnaan yang cenderung natural. Kamera depan memiliki sudut pandang sangat luas hingga perbesaran 0,6 kali yang sangat ideal untuk pembuatan konten vlog.
Kamera depan dan belakang ponsel ini sudah sanggup merekam video hingga resolusi 4K 60 FPS dengan penstabil gambar yang bekerja sangat baik. Pengguna yang suka membuat konten tanpa mikrofon eksternal juga terbantu oleh fitur Sound Focus yang mampu meredam bising (noise reduction) pada mikrofon.
Bagi penggemar game, perangkat ini menyediakan fitur Asisten Game dengan tampilan antarmuka interaktif layaknya ponsel gaming khusus. Tersedia pemantau status sistem, fitur bypass charging, serta efek pencahayaan Game Lighting Effect yang menyala saat memainkan permainan seperti Mobile Legends.
Baca Juga: Polemik KDMP Tlogo Diluruskan, Pemdes Tegaskan Tak Ada Penggusuran Fasilitas Sekolah
Daya Tahan Baterai Jumbo dan Pengisian SuperVOOC 80W
Sektor daya tahan menjadi salah satu nilai jual utama berkat menyematnya baterai berkapasitas jumbo 6.500 mAh yang dipadukan dengan manajemen daya yang sangat efisien. Pengujian menonton YouTube selama 1 jam hanya mengurangi baterai sebanyak 8 persen, membuka TikTok 10 menit berkurang 2 persen, dan bermain Mobile Legends 30 menit berkurang 6 persen.
Teknologi pengisian daya SuperVOOC 80 Watt yang diusungnya sanggup mengisi daya baterai dari 5 persen hingga 50 persen dalam waktu 19 menit. Pengisian hingga kapasitas 80 persen membutuhkan waktu 33 menit, sementara untuk terisi penuh 100 persen hanya memerlukan waktu 46 menit.
Meskipun performa chipset-nya tergolong standar untuk kelas menengah atas, keunggulan dari segi fitur AI, ketahanan baterai, kualitas bodi, dan kamera membuat OPPO Reno 15 jauh lebih layak dibeli dibandingkan harus membayar harga tinggi untuk Reno 16.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Kodarusman