JAKARTA - Xiaomi resmi memboyong Redmi 14C ke pasar Indonesia sebagai penerus langsung dari Redmi 13C yang sebelumnya dirilis pada kuartal akhir 2023. Smartphone entry level terbaru ini hadir membawa sejumlah peningkatan, seperti layar berukuran lebih luas serta dukungan refresh rate tinggi hingga 120Hz. Meski begitu, terdapat beberapa catatan mengenai perubahan desain hingga pemangkasan fitur yang perlu diperhatikan konsumen.
Pada sektor layar, Redmi 14C kini mengusung panel IPS LCD seluas 6,88 inci, meningkat dibandingkan pendahulunya yang berukuran 6,74 inci. Layar ini menawarkan resolusi HD Plus 720 x 1612 piksel dengan kerapatan mencapai 260 ppi. Kehadiran refresh rate 120Hz menjadi nilai tambah utama untuk menunjang kenyamanan multimedia dan aktivitas harian.
Baca Juga: Bursa Transfer dan Persiapan Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Intip Kekuatan Grup A!
Peningkatan kapasitas juga terlihat pada sektor daya tahan baterai. Redmi 14C dibekali baterai berkapasitas 5.160 mAh, sedikit lebih besar dibandingkan kapasitas Redmi 13C. Baterai tersebut didukung fitur pengisian daya cepat 18 Watt.
Xiaomi mengklaim baterai Redmi 14C mampu bertahan hingga 22 jam untuk pemutaran video nonstop. Selain itu, ponsel ini sanggup bertahan hingga 42 jam untuk panggilan telepon dan 21 hari dalam mode siaga. Ketahanan ini dinilai sangat mumpuni untuk memenuhi kebutuhan pengguna sepanjang hari.
Untuk mendukung performa harian, Redmi 14C ditenagai oleh chipset MediaTek Helio G81 Ultra. Chipset berarsitektur 12 nanometer ini dibekali prosesor delapan inti (octa-core) yang terdiri dari dua kor Cortex-A75 berkecepatan 2 GHz untuk performa dan enam kor Cortex-A55 berkecepatan 1,8 GHz untuk efisiensi daya. Pemrosesan grafisnya diserahkan kepada GPU Mali-G52 MP2 berkecepatan 950 MHz.
Penggunaan MediaTek Helio G81 Ultra sering dianggap sebagai bentuk penurunan jika dibandingkan dengan Helio G85 pada Redmi 13C. Namun, kedua chipset tersebut sejatinya menggunakan arsitektur yang sama. Performa yang dihasilkan tergolong stabil dan mencukupi untuk kebutuhan perangkat di kelas harganya.
Sektor penyimpanan Redmi 14C terbilang lega dengan penawaran varian RAM 6 GB atau 8 GB LPDDR4X. Tersedia pula fitur Extended RAM yang mampu menambah kapasitas RAM secara virtual hingga 8 GB menggunakan memori internal, sehingga total RAM bisa mencapai 16 GB. Pilihan memori internal yang disediakan mencakup 128 GB dan 256 GB, lengkap dengan slot microSD untuk ekspansi storage.
Meskipun menawarkan kapasitas internal yang besar, memori pada Redmi 14C masih menggunakan jenis eMMC. Penggunaan jenis eMMC ini membuat kecepatan baca dan tulis data tidak secepat memori berjenis UFS. Hal ini menjadi salah satu kompromi teknis yang diterapkan produsen untuk menekan harga jual.
Di bagian sistem operasi, Redmi 14C sudah langsung menjalankan antarmuka HyperOS sejak pertama kali dinyalakan. Kehadiran HyperOS memberikan penyegaran tampilan yang lebih baru dan sederhana dibandingkan antarmuka MIUI yang digunakan generasi sebelumnya saat rilis awal. Pengalaman pengguna menjadi lebih responsif dan modern.
Beralih ke sektor fotografi, Redmi 14C tampil dengan modul kamera berbentuk lingkaran besar di bagian tengah yang memuat empat lingkaran. Modul ini secara tampilan justru lebih menyerupai desain jajaran produk Transsion Holdings, seperti Tecno Spark 30C, ketimbang mempertahankan bahasa desain khas Xiaomi sebelumnya.
Meski modulnya terkesan memiliki banyak kamera, Redmi 14C sebenarnya hanya mengandalkan satu kamera utama di bagian belakang. Tiga lingkaran lainnya diisi oleh sensor kedalaman (depth sensor), LED Flash, serta hiasan berupa tulisan. Kamera utama ponsel ini beresolusi 50 megapiksel dengan bukaan f/1.8 dan sudah dilengkapi fitur Phase Detection Auto Focus (PDAF).
Redmi 14C, Spesifikasi Redmi 14C, Kelebihan Redmi 14C, Harga Redmi 14C, HP Xiaomi Terbaru
Kamera utama tersebut didukung oleh teknologi AI serta Xiaomi Imaging Engine untuk mempercepat proses pemotretan. Sementara untuk kebutuhan swafoto, bagian depan perangkat dibekali kamera selfie beresolusi 13 megapiksel dengan aperture f/2.0.
Konfigurasi kamera ini membawa perubahan dari generasi sebelumnya. Pada Redmi 14C, kamera ultrawide tetap tidak tersedia, dan kamera makro yang ada pada Redmi 13C kini digantikan oleh sensor kedalaman.
Kemampuan perekaman video pada Redmi 14C juga tergolong standar di kelasnya. Perangkat ini hanya mampu merekam video hingga resolusi 1080p pada kecepatan 30 FPS. Ponsel ini belum dilengkapi dengan fitur stabilisasi video, sehingga hasil rekaman berpotensi mengalami guncangan saat mengambil gambar sambil bergerak.
Kekurangan lain yang patut diperhatikan adalah penggunaan mono speaker atau speaker tunggal pada Redmi 14C. Kualitas suara yang dihasilkan tentu tidak seganas perangkat dengan speaker stereo. Pemangkasan jumlah speaker ini merupakan langkah sengaja yang diambil untuk menjaga harga jual perangkat tetap terjangkau di kelas entry level.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Gadget Me