Vivo X300 Pro Resmi Hadir dengan Origin OS, Ini Deretan Upgrade Besar yang Bikin Flagship Vivo Makin Menarik

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 19:15 WIB
Vivo X300 Pro hadir dengan Origin OS, Dimensity 9500, kamera periskop 200 MP, baterai 6.510 mAh, serta membawa pembaruan besar di sektor software.(pinterest)
Vivo X300 Pro hadir dengan Origin OS, Dimensity 9500, kamera periskop 200 MP, baterai 6.510 mAh, serta membawa pembaruan besar di sektor software.(pinterest)

JAKARTA - Vivo X300 Pro resmi menjadi flagship terbaru Vivo Indonesia dengan membawa perubahan besar melalui kehadiran Origin OS. Sistem operasi yang sebelumnya hanya tersedia untuk pasar China ini akhirnya hadir di Indonesia, melengkapi spesifikasi kelas atas yang sudah menjadi ciri khas seri flagship Vivo, mulai dari chipset Dimensity 9500, kamera periskop 200 MP, hingga baterai berkapasitas 6.510 mAh.

Bagi pengulas GadgetIn, kehadiran Origin OS menjadi pembaruan paling penting pada Vivo X300 Pro. Selama ini, perangkat flagship Vivo dinilai unggul dari sisi perangkat keras, tetapi masih dianggap tertinggal dalam pengalaman perangkat lunak karena menggunakan Funtouch OS.

Perubahan tersebut membuat Vivo X300 Pro tidak hanya menawarkan peningkatan spesifikasi, tetapi juga pengalaman penggunaan yang lebih modern melalui antarmuka baru dengan fitur yang lebih lengkap.

Origin OS Jadi Sorotan Utama

Menurut ulasan dalam video, perubahan terbesar Vivo X300 Pro justru bukan berada pada sisi hardware, melainkan software.

Baca Juga: Pedagang Pasar Legi Minta Pemkot Bergerak Cepat, Revitalisasi Diharapkan Dongkrak Aktivitas Perdagangan

Origin OS menghadirkan tampilan antarmuka yang jauh lebih modern dibandingkan Funtouch OS. Pengguna kini mendapatkan opsi kustomisasi lock screen yang lebih luas, termasuk ukuran jam, posisi elemen, hingga efek animasi yang mengikuti pergerakan perangkat.

Menu Quick Settings juga mengalami perubahan dengan ikon yang lebih besar dan mudah ditekan. Slider volume kini tersedia langsung pada panel tersebut, sesuatu yang sebelumnya belum hadir di Funtouch OS.

Pengguna juga dapat mengubah bentuk ikon aplikasi sesuai preferensi serta menikmati animasi perpindahan aplikasi yang lebih halus dan dinamis.

Selain itu, sistem notifikasi dibuat lebih rapi melalui pengelompokan notifikasi sehingga layar tidak dipenuhi pemberitahuan dari satu aplikasi saja.

Pengaturan menu aplikasi maupun galeri juga disebut menjadi lebih terstruktur sehingga lebih mudah digunakan.

Origin Island Tambah Fitur Praktis

Salah satu fitur baru yang diperkenalkan adalah Origin Island.

Fitur ini berfungsi sebagai area interaktif yang menampilkan shortcut maupun mini preview aplikasi yang sedang berjalan.

Baca Juga: Gunung Pegat Blitar Ternyata Bukan Simbol Perpisahan, Penelusuran Ini Ungkap Filosofi Sebenarnya

Origin Island juga mampu memberikan rekomendasi tindakan berdasarkan aktivitas pengguna.

Sebagai contoh, ketika pengguna menyalin nomor telepon, sistem secara otomatis menawarkan shortcut menuju aplikasi kontak agar nomor tersebut bisa langsung disimpan.

Meski demikian, Vivo menjelaskan bahwa jumlah fitur Origin OS dapat berbeda pada setiap tipe smartphone.

Model flagship seperti Vivo X300 Pro disebut memperoleh fitur paling lengkap, sedangkan perangkat kelas menengah kemungkinan mendapatkan beberapa penyesuaian agar tetap efisien.

Dimensity 9500 Jadi Andalan Performa

Di sektor performa, Vivo X300 Pro mengandalkan chipset terbaru MediaTek Dimensity 9500.

Dalam pengujian yang disampaikan pada video, chipset ini mampu mencetak skor sekitar 2,8 juta poin pada AnTuTu Benchmark versi 10 dan diperkirakan menembus lebih dari 3 juta poin pada AnTuTu versi 11.

Untuk pasar Indonesia, Vivo hanya menghadirkan satu konfigurasi memori, yakni RAM 16 GB LPDDR5X dan penyimpanan internal 512 GB UFS 4.1.

Kombinasi tersebut diklaim sanggup menjalankan berbagai aplikasi berat tanpa kendala.

Saat memainkan Genshin Impact dengan pengaturan grafis tertinggi, Vivo X300 Pro mampu mempertahankan rata-rata 59 fps.

Suhu perangkat saat menjalankan game berat mencapai sekitar 45 derajat Celsius.

Sementara ketika digunakan memainkan Mobile Legends: Bang Bang, suhu perangkat tetap berada di bawah 40 derajat Celsius dengan frame rate stabil di angka 120 fps.

Kamera Masih Jadi Senjata Utama

Sektor fotografi kembali menjadi salah satu kekuatan utama Vivo X300 Pro.

Perangkat ini menggunakan sensor Sony LYTIA 828 sebagai kamera utama, menggantikan Sony LYTIA 818 yang digunakan pada generasi sebelumnya.

Sementara kamera telefoto kini memakai sensor Samsung ISOCELL HPB berukuran 1/1,4 inci sebagai penerus Samsung ISOCELL HP9.

Kamera depan juga mengalami peningkatan melalui sudut pandang yang lebih lebar sehingga mampu menangkap area lebih luas.

Untuk perekaman video selfie, Vivo X300 Pro mendukung resolusi 4K 60 fps dengan stabilisasi yang tetap terjaga saat pengguna berjalan.

Dalam pengujian yang ditampilkan pada video, hasil foto dari kamera utama tetap tajam meski berada pada kondisi minim cahaya.

Warna terlihat cerah, noise minim, dan efek blur alami dinilai tetap menarik.

Lensa ultrawide juga mampu mempertahankan ketajaman yang mendekati kamera utama.

Sementara kamera telefoto kembali menunjukkan kemampuan zoom yang menjadi ciri khas seri Vivo X.

Contoh hasil pemotretan konser malam hari memperlihatkan foto zoom tetap tajam meski dilakukan dari jarak cukup jauh.

Aksesori Fotografi Dijual Terpisah

Vivo juga menghadirkan aksesori tambahan berupa Photography Kit.

Perangkat ini terdiri atas lensa telefoto tambahan dan casing khusus untuk memasangnya.

Menurut ulasan, aksesori tersebut mampu menghasilkan foto zoom dengan detail yang lebih tinggi sehingga cocok digunakan saat memotret konser, olahraga, maupun pertunjukan.

Selain itu tersedia pula casing dengan grip khusus.

Grip tersebut dilengkapi tombol shutter, roda pengaturan, slider zoom, hingga dudukan tripod.

Namun, reviewer menyoroti bahwa Vivo menjual paket grip dan paket lensa secara terpisah sehingga pengguna harus membeli dua paket berbeda apabila menginginkan perlengkapan lengkap.

Meski demikian, kamera bawaan Vivo X300 Pro dinilai sudah sangat mumpuni tanpa tambahan aksesori tersebut.

Baterai Besar dan Pengisian Cepat

Vivo X300 Pro dibekali baterai berkapasitas 6.510 mAh.

Pengisian daya didukung teknologi fast charging 90 watt.

Dalam pengujian, baterai terisi sekitar 22 persen dalam 10 menit.

Pengisian mencapai 63 persen dalam waktu 30 menit dan penuh dalam sekitar 56 menit.

Smartphone ini juga mendukung wireless charging hingga 40 watt.

Untuk konsumsi daya, bermain Genshin Impact selama 30 menit mengurangi baterai sekitar 16 persen.

Sementara bermain Mobile Legends selama durasi yang sama hanya menghabiskan sekitar 7 hingga 8 persen.

Streaming YouTube selama satu jam mengonsumsi sekitar 6 hingga 7 persen baterai.

Layar AMOLED LTPO dan Desain Baru

Vivo X300 Pro menggunakan layar AMOLED LTPO berukuran 6,78 inci dengan resolusi 1,5K.

Refresh rate dapat turun hingga 1 Hz saat menampilkan gambar statis dan meningkat hingga 120 Hz ketika digunakan untuk menggulir layar.

Tingkat kecerahan layar disebut sangat tinggi sehingga nyaman digunakan di luar ruangan.

Dari sisi desain, Vivo mempertahankan bahasa desain seri sebelumnya, namun melakukan sejumlah penyempurnaan.

Ring kamera kini dibuat lebih minimalis, sementara frame menggunakan desain datar.

Perangkat juga memiliki tombol shortcut baru di sisi kiri.

Tombol tersebut dapat digunakan untuk mengubah mode suara maupun diprogram untuk membuka kamera, perekam suara, aplikasi catatan, atau aplikasi pilihan pengguna.

Speaker stereo masih memiliki karakter suara dengan treble dominan.

Reviewer menilai kualitas bass masih dapat ditingkatkan pada generasi berikutnya.

Harga Naik Rp1 Juta

Di akhir ulasan, reviewer menyebut Vivo X300 Pro mengalami kenaikan harga dibandingkan Vivo X200 Pro.

Harga perangkat meningkat dari Rp17.999.000 menjadi Rp18.999.000.

Meski mengalami kenaikan, harga tersebut dinilai masih berada di bawah sejumlah pesaing di kelas flagship seperti OPPO Find X9 Pro yang disebut dibanderol sekitar Rp19.999.000 maupun Samsung Galaxy S25 Ultra yang berada di kisaran harga di atas Rp20 juta.

Reviewer menyimpulkan bahwa kehadiran Origin OS menjadi pembaruan paling signifikan pada Vivo X300 Pro.

Dengan kombinasi perangkat keras kelas atas dan perangkat lunak yang dinilai lebih matang, Vivo X300 Pro disebut semakin siap bersaing di pasar smartphone flagship Indonesia.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : yt: Gadgetin
Dimensity 9500 Origin OS kamera Vivo X300 Pro flagship Vivo Indonesia Vivo X300 Pro