Review Jujur Vivo X300 Pro Usai 7 Bulan Pakai: HP Flagship Kamera Terbaik di Bawah Rp 20 Juta?

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 19:25 WIB
Review jujur Vivo X300 Pro setelah 7 bulan pemakaian. Cek kelebihan, kekurangan kamera, rekaman video, fitur telefoto, hingga harga terbarunya.(pinterest)
Review jujur Vivo X300 Pro setelah 7 bulan pemakaian. Cek kelebihan, kekurangan kamera, rekaman video, fitur telefoto, hingga harga terbarunya.(pinterest)

JAKARTA - Pasar ponsel pintar kelas atas kembali menjadi sorotan setelah ulasan jangka panjang penggunaan Vivo X300 Pro sebagai daily driver selama tujuh bulan mengungkapkan performa sebenarnya dari kamera gawai flagship tersebut. Meskipun dipuji berkat performa visual dan fleksibilitasnya, gawai ini tetap memiliki sejumlah catatan kekurangan yang perlu diperhatikan calon pembeli.

Sektor kamera Vivo X300 Pro dinilai berhasil memberikan hasil foto yang konsisten dan serbaguna di berbagai situasi. Namun, pengujian intensif membuktikan bahwa sistem pemrosesan gambar dan fitur videografinya masih memperlihatkan beberapa ketidakstabilan di kondisi tertentu.

Ulasan mendalam ini membedah seluruh aspek keunggulan, kekurangan, hingga fitur tersembunyi yang ditawarkan oleh perangkat yang dibanderol di kisaran harga Rp 16 jutaan hingga di bawah Rp 20 juta tersebut.

Catatan Kekurangan Lensa Telefoto dan Masalah Over Reduction

Pengalaman penggunaan selama empat bulan pertama menyoroti hasil jepretan kamera telefoto yang terkadang terasa terlalu halus (over-smooth). Efek penghalusan ini sangat terasa ketika melakukan pembesaran (zoom) jarak jauh maupun saat pengambilan gambar di kondisi minim cahaya atau indoor lighting.

Baca Juga: Sego Sambel Mbok Genuk Tawarkan Suasana Asri dan Nyaman, Jadi Pilihan Kuliner Keluarga di Blitar

Kondisi tersebut dipicu oleh pemrosesan noise reduction dari perangkat lunak yang bekerja terlalu agresif. Akibatnya, tekstur alami pada objek seperti garis wajah atau bekas jerawat sering kali terkikis dan tampak kurang detail dibanding ekspektasi awal.

Meski demikian, masalah tekstur ini dapat diatasi dengan mengaktifkan fitur raw lighting. Fitur pencahayaan mentah ini mematikan pemrosesan noise reduction dan AI secara signifikan sehingga tekstur wajah dan objek foto kembali terlihat kaya serta alami.

Konsekuensi penggunaan raw lighting adalah hasil foto pada perbesaran di atas 7x hingga 10x akan tampak sedikit lebih kabur. Rentang dinamis HDR juga menurun, sehingga perangkat kurang mampu menahan paparan cahaya latar yang sangat kuat (strong backlight).

Ketidakkonsistenan Perekaman Video dan Rekaman Insta Story

Sektor perekaman video Vivo X300 Pro juga mencatatkan beberapa catatan ketidakkonsistenan selama lima bulan pengujian produksi konten. Hasil rekaman sesekali tampak terlalu terang, terlalu kontras, atau mengalami pergeseran saturasi warna antara satu pengambilan gambar dengan gambar lainnya.

Baca Juga: Gunung Pegat Blitar Ternyata Bukan Tempat Pembawa Perpisahan, Penelusuran Ini Ungkap Makna Sebenarnya

Selain itu, tingkat kestabilan perekaman video belum berada di kelas puncak. Saat pengguna melakukan gerakan panning atau mengayunkan tangan dari kiri ke kanan, garis horizon video masih memperlihatkan efek sedikit goyang atau meliuk (ngayun).

Masalah optimisasi juga ditemukan pada penggunaan langsung aplikasi pihak ketiga seperti Instagram Story. Perekaman video melalui direct Insta Story menghasilkan kualitas suara yang kurang jernih, kestabilan gambar yang rendah, serta kualitas zoom yang tampak pecah menyerupai tangkapan layar.

Walaupun demikian, perekaman video standar dari kamera utama perangkat ini tetap menawarkan detail latar belakang yang sangat tajam, kemampuan telefoto makro yang impresif untuk product shot, serta pemisahan latar belakang yang rapi.

Konsistensi Warna Tiga Kamera Belakang dan Peningkatan Look

Di luar catatan kekurangan tersebut, konfigurasi tiga kamera belakang Vivo X300 Pro terbukti sangat andal dan bekerja secara optimal. Kualitas serta nada warna (tone) antara kamera ultrawide, kamera utama, dan kamera telefoto terasa sangat konsisten.

Sistem perangkat lunak yang matang membuat paparan cahaya (exposure) menjadi stabil, sementara fitur HDR hampir tidak pernah gagal menjaga detail gambar. Karakter warna pada Vivo X300 Pro juga mengalami peningkatan dibanding pendahulunya, Vivo X200 Pro.

Tampilan warna kini dibuat lebih kalem, netral, dan tidak terlalu mencolok (gonjreng), terutama pada elemen warna hijau dan biru. Area gelap pada foto lebih dibiarkan gelap, sementara area terang tidak teredam secara berlebihan sehingga memberikan efek kedalaman tiga dimensi yang lebih kuat.

Aplikasi kamera bawaan juga menyediakan kebebasan kustomisasi pada mode otomatis (photo mode). Pengguna dapat mengatur tingkat brightness, saturasi, kontras, hingga ketajaman secara manual untuk mendapatkan tampilan gambar yang lebih mirip kamera profesional.

Pengguna bahkan dapat mematikan autofokus pada mode otomatis untuk menggunakan fokus manual, yang sangat berguna untuk menghasilkan efek bokeh abstrak nan estetis pada malam hari. Tersedia pula Street Photography Mode dengan background blur yang natural dan shutter speed lebih cepat untuk kondisi minim cahaya.

Kinerja Kamera Utama dan Dynamic Range untuk Vlogging

Kamera utama Vivo X300 Pro menggunakan sensor besar kelas flagship yang mampu menghasilkan efek bokeh alami (creamy) tanpa bantuan efek buatan. Karakteristik sensor ini sangat ideal untuk aktivitas vlogging karena memberikan detail tajam serta nada warna yang akurat.

Dynamic range pada kamera utama terbukti luar biasa dalam menyeimbangkan area terang dan gelap, seperti saat merekam di dalam ruangan yang berhadapan langsung dengan pencahayaan luar yang sangat terang. Perpindahan antar-lensa juga berlangsung sangat halus dengan akurasi warna yang terjaga.

Saat disandingkan dengan kamera depan, kamera utama menawarkan kestabilan yang jauh lebih tinggi dan sudut pandang yang lebih luas. Kamera depan Vivo X300 Pro kini telah dilengkapi fitur autofokus serta sensor Samsung JN1 berukuran 1/2.76 inci yang meningkatkan kualitas foto selfie dan vlog secara signifikan.

Pengujian fungsi zoom pada kamera utama hingga perbesaran 20 kali masih mampu menangkap detail objek dengan sangat baik dan stabil tanpa guncangan berarti. Pengambilan audio di keramaian juga terdengar jernih dan fokus.

Fitur Video Portret 4K 60 FPS dan Opsi 4K 120 FPS

Vivo X300 Pro dibekali fitur portrait video yang mendukung output hingga resolusi 4K pada 60 fps. Secara teknis, sistem merekam pada resolusi dasar 1080p 30 fps lalu melakukan interpolasi perangkat lunak hingga menghasilkan video 4K 60 fps yang tajam.

Pemisahan subjek dengan latar belakang (separasi) pada mode portrait video menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya, baik untuk kamera depan maupun kamera belakang. Efek bokeh ini tetap bekerja dengan sangat bersih dan rapi meskipun digunakan pada malam hari.

Satu-satunya kekurangan dari mode portrait video terletak pada nada warnanya yang terasa sedikit lebih redup dan kurang bersih dibandingkan mode perekaman video standar. Selain itu, terdapat pula dukungan perekaman video 4K 120 fps untuk kebutuhan slow motion berkualitas tinggi.

Dalam komparasi langsung perekaman video harian melawan ponsel pesaing di kelasnya seperti iPhone 17 Pro, Vivo X300 Pro menawarkan fleksibilitas yang lebih unggul, terutama dalam menjaga kestabilan detail pada berbagai tingkat perbesaran zoom.

Ekstensi Telefoto Kit dan Performa Foto Malam Hari

Keunggulan utama Vivo X300 Pro semakin lengkap dengan dukungan Telephoto Extender Kit. Aksesori tambahan ini mampu memberikan kualitas optik murni pada perbesaran 8,7 kali atau setara panjang fokus 200 mm.

Penggunaan Telephoto Extender Kit menghasilkan foto dengan efek bokeh yang sangat alami, tajam, serta bebas dari rekayasa kecerdasan buatan (AI). Bahkan pada perbesaran 20 kali hingga 1.600 mm, tangkapan gambar tetap terlihat jelas meski berada di kondisi pencahayaan yang kurang ideal.

Pengujian tingkat perbesaran ekstrem mencatat perangkat ini mampu melakukan perbesaran digital maksimal hingga 5.400 mm (setara 234x zoom). Aksesori ini juga sangat fleksibel karena dapat dikombinasikan dengan berbagai preset warna, mode portrait, hingga pro video mode.

Untuk fotografi malam hari (low light), Vivo X300 Pro menunjukkan performa kelas atas. Gambar yang dihasilkan tampak tajam, bebas dari noise, serta memiliki kontras warna yang menonjol. Fitur HDR sanggup menyeimbangkan pencahayaan dari lampu-lampu kota dengan area bayangan yang gelap.

Mode perekaman RAW manual pada perangkat ini juga sangat responsif karena hanya membutuhkan waktu pengambilan gambar selama 2 detik. Berkas RAW yang dihasilkan memiliki fleksibilitas tinggi saat diolah kembali, seperti menaikkan pencahayaan pada rumput yang gelap tanpa memunculkan bintik noise berlebih.

Kesimpulan dan Rekomendasi Pembelian

Setelah melalui masa pengujian selama tujuh bulan sejak akhir tahun 2025 hingga pertengahan 2026, Vivo X300 Pro terbukti sebagai salah satu ponsel kamera paling berharga (worth it) untuk dimiliki di segmen harga di bawah Rp 20 juta.

Meskipun ponsel varian Ultra menawarkan spesifikasi yang secara di atas kertas lebih tinggi, Vivo X300 Pro varian Pro sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan fotografi dan videografi tingkat profesional.

Sistem kamera yang sangat serbaguna, keberadaan autofokus pada kamera depan, hasil foto low light yang superior, serta dukungan Telephoto Extender Kit menjadikannya investasi gawai yang sangat bernilai bagi para kreator konten.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : yt: Pixa Focus ID
review Vivo X300 Pro harga Vivo X300 Pro hasil kamera Vivo X300 Pro Vivo X300 Pro HP Kamera Terbaik 2026