JAKARTA - Rekomendasi laptop kuliah 2026 menjadi topik yang banyak dicari mahasiswa menjelang tahun ajaran baru. Di tengah kenaikan harga perangkat elektronik, sejumlah laptop masih dinilai layak dipilih untuk kebutuhan perkuliahan, khususnya aktivitas Office seperti mengolah dokumen, presentasi, hingga browsing.
Dalam sebuah video YouTube, kreator teknologi Alvian Blackout membagikan lima rekomendasi laptop yang dinilai sesuai untuk mahasiswa dengan kebutuhan produktivitas ringan hingga menengah. Daftar tersebut disusun berdasarkan standar minimal yang dianggap masih relevan digunakan selama sekitar empat tahun masa kuliah.
Beberapa kriteria yang digunakan antara lain prosesor minimal Intel Core generasi ke-12 atau AMD Ryzen 5000 Series ke atas, RAM minimal 8 GB dengan opsi upgrade, penyimpanan minimal 512 GB, layar Full HD berukuran 14 inci, bobot di bawah 2 kilogram, serta daya tahan baterai minimal lima jam.
Menurut Alvian, kondisi pasar laptop pada pertengahan 2026 mengalami kenaikan harga dibanding tahun sebelumnya. Bahkan ia menyebut harga perangkat masih berpotensi kembali meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
Standar Laptop Kuliah yang Direkomendasikan
Sebelum membahas daftar perangkat, Alvian menjelaskan alasan mengapa spesifikasi minimum tersebut dipilih.
Ia menilai kebutuhan mahasiswa jurusan seperti manajemen, hukum, psikologi, ekonomi, maupun ilmu sosial umumnya hanya berkutat pada aplikasi Office, browser, presentasi, hingga aktivitas multitasking ringan.
Namun, memilih laptop dengan spesifikasi terlalu rendah juga berisiko membuat perangkat cepat terasa lambat sebelum masa kuliah berakhir.
Karena itu, kapasitas RAM minimal 8 GB dan penyimpanan 512 GB dianggap sebagai standar paling aman agar laptop tetap nyaman digunakan hingga empat tahun ke depan.
Selain performa, faktor mobilitas juga menjadi perhatian. Laptop dengan bobot di bawah dua kilogram dinilai lebih nyaman dibawa berpindah kelas atau bekerja di luar kampus.
1. Tecno Megabook K15S
Pilihan pertama datang dari Tecno melalui Megabook K15S.
Laptop ini dibanderol sekitar Rp6 jutaan saat video direkam dan disebut menawarkan keseimbangan antara desain, performa, serta fitur.
Secara tampilan, bodinya menggunakan material aluminium sehingga terlihat lebih premium dibanding laptop plastik pada kelas harga serupa.
Bobotnya sekitar 1,6 kilogram sehingga masih cukup nyaman dibawa bepergian.
Laptop ini mengusung layar IPS Full HD berukuran 15,6 inci dengan engsel yang dapat dibuka hingga 180 derajat.
Keyboard sudah menggunakan layout full-size lengkap dengan backlit serta fingerprint scanner yang menyatu pada tombol power.
Untuk performa, Tecno Megabook K15S menggunakan prosesor AMD Ryzen 5 7430U dengan konfigurasi enam core dan 12 thread.
Kapasitas RAM bawaan sebesar 8 GB DDR4 masih dapat ditingkatkan karena tersedia slot tambahan.
Penyimpanannya sudah menggunakan SSD 512 GB yang dinilai cukup untuk menyimpan dokumen perkuliahan selama bertahun-tahun.
Daya tahan baterainya juga menjadi salah satu nilai jual karena didukung pengisian cepat melalui USB Type-C.
Meski demikian, Alvian mencatat GPU masih menggunakan grafis terintegrasi sehingga kurang cocok untuk bermain game berat.
Selain itu, RAM masih menggunakan DDR4 dan konektivitas WiFi masih berada pada standar WiFi 5.
2. Axioo Hype 5 AMD X6
Rekomendasi kedua berasal dari merek lokal, yakni Axioo Hype 5 AMD X6.
Laptop ini dibekali prosesor AMD Ryzen 5 6600H yang termasuk seri performa tinggi.
Konfigurasi enam core dan 12 thread membuatnya dinilai lebih siap menghadapi aktivitas multitasking maupun pekerjaan yang lebih berat dibanding sekadar Office.
Kapasitas RAM bawaan sudah mencapai 16 GB dalam konfigurasi dual channel 8 GB + 8 GB.
Hal ini membuat performanya lebih stabil ketika membuka banyak aplikasi secara bersamaan.
Laptop ini juga menggunakan sistem pendingin dual fan sehingga suhu kerja tetap terkendali.
Layarnya berukuran 14 inci Full HD dengan rasio 16:10 dan dapat dibuka hingga 180 derajat.
Bobotnya sekitar 1,4 kilogram sehingga masih tergolong ringan untuk mobilitas mahasiswa.
Salah satu keunggulan yang disorot adalah daya tahan baterai.
Dalam pengujian PCMark yang disebutkan dalam video, laptop ini mampu bertahan sekitar sembilan jam 24 menit.
Namun, layarnya masih menggunakan refresh rate 60 Hz dan belum mendukung cakupan warna 100 persen sRGB.
Meski menggunakan desain yang mirip beberapa merek ODM lain, Alvian menilai Axioo memiliki nilai tambah berupa layanan Accidental Damage Protection (ADP).
3. Advan Work AI
Pilihan berikutnya adalah Advan Work AI.
Laptop ini mengandalkan prosesor Intel Core Ultra 5 125H dengan konfigurasi 14 core dan 18 thread.
Perangkat tersebut juga mendukung Windows Studio Effects serta fitur AI bawaan Windows.
RAM sebesar 16 GB DDR5 sudah tersedia sejak awal, meski seluruhnya menggunakan konfigurasi onboard sehingga tidak dapat ditambah lagi.
Sebagai kompensasi, tersedia slot SSD tambahan untuk peningkatan kapasitas penyimpanan.
Sistem pendingin dual fan juga menjadi salah satu keunggulan laptop ini.
Menurut Alvian, hal tersebut membantu menjaga suhu tetap stabil ketika digunakan menjalankan banyak aplikasi.
Desain Advan Work AI dibuat minimalis dengan bobot sekitar 1,3 kilogram.
Keyboard sudah dilengkapi tombol Copilot, sedangkan touchpad memiliki ukuran cukup besar untuk menunjang produktivitas.
Kekurangan utama laptop ini berada pada sisi RAM yang tidak dapat di-upgrade karena seluruh modul sudah tertanam di motherboard.
4. Acer Aspire Lite 15 AL15
Acer Aspire Lite 15 AL15 menjadi satu-satunya laptop merek global yang masuk daftar rekomendasi pada kisaran harga sekitar Rp9 jutaan.
Laptop ini menggunakan prosesor AMD Ryzen 5 8640HS yang menawarkan keseimbangan antara performa dan efisiensi daya.
Menurut Alvian, prosesor seri HS cukup cocok digunakan untuk aktivitas Office, multitasking, hingga bermain game ringan.
Laptop ini dibekali layar IPS Full HD berukuran 15 inci.
Namun, cakupan warna masih belum mencapai 100 persen sRGB sehingga belum ideal untuk pekerjaan yang membutuhkan akurasi warna tinggi.
Bobot perangkat mencapai sekitar 1,8 kilogram.
Meski masih berada di bawah dua kilogram, bobot tersebut menjadi yang paling berat dibanding beberapa laptop lain dalam daftar.
Kapasitas RAM bawaan sebesar 8 GB masih menggunakan konfigurasi single channel, tetapi dapat ditingkatkan menjadi dual channel.
5. MacBook New
Pilihan terakhir berasal dari Apple melalui MacBook New.
Alvian menyebut perangkat ini menjadi opsi menarik bagi pengguna yang menginginkan laptop ringkas dengan daya tahan baterai tinggi.
Laptop tersebut menggunakan layar Liquid Retina 13 inci dengan resolusi 2408 x 1506 piksel dan rasio 3:2.
Bobotnya hanya sekitar 1,2 kilogram sehingga menjadi yang paling ringan di antara seluruh rekomendasi.
Untuk dapur pacu, MacBook New menggunakan chipset Apple A18 Pro.
Menurut Alvian, performanya sudah lebih dari cukup untuk menjalankan aplikasi Office, browser, Canva, hingga aktivitas multitasking.
Daya tahan baterainya diklaim mampu mencapai sekitar 12 jam untuk penggunaan ringan.
Meski demikian, jumlah port masih terbatas hanya dua USB Type-C.
Selain itu, beberapa aplikasi khusus yang umum digunakan di lingkungan pemerintahan disebut belum sepenuhnya kompatibel dengan sistem operasi macOS.
Disesuaikan dengan Budget dan Kebutuhan
Di akhir video, Alvian menegaskan tidak ada satu laptop yang paling cocok untuk semua orang.
Pilihan terbaik tetap harus disesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan masing-masing pengguna.
Tecno Megabook K15S dinilai cocok bagi mahasiswa yang mengutamakan desain dan mobilitas.
Axioo Hype 5 AMD X6 menjadi pilihan bagi pengguna yang membutuhkan performa tinggi dengan bobot ringan.
Advan Work AI ditujukan untuk pengguna yang menginginkan prosesor terbaru serta RAM besar.
Sementara Acer Aspire Lite 15 cocok bagi pengguna yang lebih memilih merek global dengan performa seimbang.
Adapun MacBook New menjadi alternatif bagi mahasiswa yang menginginkan perangkat ringkas, baterai awet, dan ekosistem Apple, meski harus menerima keterbatasan jumlah port serta kompatibilitas beberapa aplikasi.
Menurut Alvian, kondisi harga laptop saat ini memang tidak ideal karena terus mengalami kenaikan. Oleh karena itu, ia menyarankan calon pembeli segera membeli laptop apabila memang sudah membutuhkan perangkat tersebut, dibanding menunda hingga harga kembali naik.
Editor : M. Helmi NurhisamSumber : MKID Media