iPhone XR 2026 Masih Layak Dibeli? Ini 3 Alasan Banyak Orang Memilihnya daripada Android Baru Rp2 Jutaan

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 17:15 WIB
iPhone XR 2026 masih layak dibeli sebagai HP kedua berkat kamera dan performanya, tetapi ada tiga kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli.(pinterest)
iPhone XR 2026 masih layak dibeli sebagai HP kedua berkat kamera dan performanya, tetapi ada tiga kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli.(pinterest)

JAKARTA - iPhone XR 2026 masih layak dibeli menjadi pembahasan utama dalam sebuah video dari channel Dogi. Meski dirilis pada 2018, ponsel ini justru disebut menjadi salah satu iPhone bekas yang paling banyak diminati karena harga pasarannya kini berada di kisaran Rp2,7 juta hingga Rp3,5 juta, bersaing langsung dengan smartphone Android baru di kelas entry level.

Video tersebut mengulas alasan mengapa iPhone XR tetap menjadi primadona di pasar ponsel bekas. Setelah melakukan pencarian smartphone untuk kisaran harga Rp2 juta hingga maksimal Rp3 juta di toko offline, kreator justru menemukan bahwa banyak calon pembeli lebih tertarik memilih iPhone XR dibanding Android baru dengan harga serupa.

Menurut kreator, kondisi tersebut dipengaruhi oleh kombinasi harga yang semakin terjangkau, performa yang masih memadai, serta kualitas kamera yang dinilai tetap mampu memenuhi kebutuhan pembuatan konten media sosial pada 2026.

Harga iPhone XR Kini Selevel Android Entry Level

Kreator menjelaskan bahwa awalnya ia mengira iPhone 15 akan menjadi produk paling diminati di etalase ponsel bekas. Namun kenyataannya berbeda.

Baca Juga: Rekomendasi AI Terbaik untuk Cari Cuan hingga Ratusan Juta Tanpa Modal, Ini Trik dari Agus Leo Halim

Perhatian pembeli justru banyak tertuju pada iPhone XR yang pertama kali diperkenalkan Apple pada 12 September 2018.

Harga pasaran yang disebutkan dalam video berada di kisaran:

Rentang harga tersebut dinilai membuat iPhone XR berhadapan langsung dengan smartphone Android terbaru di kelas Rp2 jutaan hingga Rp3 jutaan.

Masih Mengandalkan Spesifikasi yang Layak

Sebelum membahas kelebihan dan kekurangannya, kreator lebih dahulu mengulas spesifikasi utama iPhone XR.

Baca Juga: AI Terbaik untuk Cari Cuan: Strategi Bisnis Digital Margin 100 Persen Tanpa Modal Besar

Ponsel ini menggunakan bodi kaca pada bagian depan dan belakang dengan frame aluminium serta telah mengantongi sertifikasi IP67.

Layarnya memakai Liquid Retina IPS LCD berukuran 6,1 inci dengan tingkat kecerahan mencapai 625 nits.

Untuk fotografi tersedia kamera depan 7 MP serta kamera belakang tunggal 12 MP.

Di sektor performa, iPhone XR ditenagai chipset Apple A12 Bionic fabrikasi 7 nanometer yang menurut penjelasan dalam video masih mampu menjalankan iOS 18.

Ponsel ini juga menggunakan penyimpanan NVMe, baterai berkapasitas 2.942 mAh, pengisian daya 15 watt, wireless charging, NFC, Bluetooth 5.0, Face ID, serta sensor akselerometer, gyro, proximity, kompas, dan barometer.

Kamera Jadi Alasan Utama iPhone XR Masih Dicari

Alasan pertama yang membuat iPhone XR tetap diminati adalah sektor kamera.

Meski hanya memiliki satu kamera belakang 12 MP, kreator menilai kualitas perekaman videonya masih unggul dibanding banyak smartphone Android baru di kisaran harga Rp2 jutaan.

Ia menunjukkan contoh perekaman video menggunakan resolusi 4K 60 fps.

Menurutnya, detail gambar memang sudah mulai tertinggal dibanding smartphone modern.

Namun stabilisasi video masih terlihat halus sehingga dinilai cocok bagi pengguna yang aktif membuat konten harian.

Pada pengujian foto siang hari, kreator mengakui tingkat detail mulai berkurang.

Meski demikian, reproduksi warna dan pemisahan warna objek masih dianggap mampu menghasilkan foto yang menarik.

Saat digunakan pada malam hari, hasil foto mulai dipenuhi noise.

Namun area yang mendapat pencahayaan cukup masih dinilai menghasilkan kualitas yang layak.

Hal serupa juga terlihat pada kamera depan.

Noise mulai muncul ketika kondisi cahaya minim.

Sebaliknya, pada pencahayaan yang baik, kamera selfie iPhone XR masih dianggap mampu menghasilkan foto yang memuaskan.

Performa Masih Mampu Bersaing

Alasan kedua adalah performanya.

Selama digunakan membuka berbagai aplikasi, kreator mengaku pengalaman penggunaan masih terasa lancar.

Ia mengakui sesekali masih ditemukan lag maupun frame drop.

Namun menurutnya kondisi tersebut juga masih sering dijumpai pada smartphone Android baru di kelas harga yang sama.

Dalam pengujian menggunakan AnTuTu Benchmark versi 11, iPhone XR memperoleh skor sekitar 600 ribu poin.

Skor tersebut disebut masih berada di level yang sebanding dengan chipset generasi baru seperti Helio G100 maupun Helio G200.

Karena itu, performa iPhone XR dinilai belum memalukan meski usianya sudah memasuki delapan tahun sejak pertama kali diluncurkan.

Dinilai Cocok Sebagai HP Kedua

Alasan ketiga yang membuat iPhone XR tetap menarik adalah fungsinya sebagai ponsel kedua.

Menurut kreator, banyak pengguna membeli perangkat ini khusus untuk kebutuhan kamera dan media sosial.

Dengan harga yang semakin murah, iPhone XR dianggap masih mampu menjalankan fungsi tersebut tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Namun ia menegaskan bahwa penggunaan sebagai ponsel utama justru tidak direkomendasikan.

Bagi pengguna yang ingin memakai satu perangkat untuk jangka panjang, kreator menyarankan mempertimbangkan iPhone 13 karena dukungan pembaruan perangkat lunaknya dinilai masih lebih panjang.

Tiga Alasan Mengapa iPhone XR Tidak Disarankan Sebagai HP Utama

Meski memiliki sejumlah kelebihan, video tersebut juga menjelaskan tiga kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli iPhone XR.

Risiko Membeli Barang Bekas

Kekurangan pertama berkaitan dengan status perangkat yang seluruhnya merupakan barang bekas.

Kreator menegaskan bahwa hampir tidak mungkin menemukan iPhone XR dalam kondisi benar-benar baru.

Apabila ada penjual yang mengklaim produknya baru, pembeli diminta lebih berhati-hati karena bisa saja perangkat tersebut merupakan hasil rekondisi atau bahkan penipuan.

Ia menyarankan calon pembeli memeriksa seluruh komponen secara teliti, memastikan kondisi sinyal tetap normal, meminta garansi toko, serta mengecek riwayat penggantian baterai.

Menurutnya, baterai bawaan hampir dipastikan telah mengalami penggantian karena usia perangkat yang sudah cukup lama.

Dukungan Software Semakin Terbatas

Kekurangan kedua adalah masa depan pembaruan perangkat lunak.

Walaupun iOS 18 masih mampu menjalankan sebagian besar aplikasi saat ini, kreator mempertanyakan bagaimana kompatibilitas aplikasi pada tahun-tahun berikutnya.

Ia mengingatkan bahwa setiap aplikasi memiliki persyaratan sistem operasi minimum.

Karena itu, tidak ada jaminan seluruh aplikasi tetap dapat berjalan optimal ketika dukungan iOS terhadap iPhone XR berakhir.

Tidak Memiliki Fitur AI Modern

Kekurangan terakhir adalah absennya fitur kecerdasan buatan atau AI.

Menurut kreator, tren smartphone pada 2026 mulai banyak mengandalkan AI untuk membantu berbagai aktivitas.

Bahkan ia menyebut iPhone 15 versi standar pun belum menghadirkan integrasi AI secara penuh karena keterbatasan chipset.

Sementara itu, sejumlah smartphone Android terbaru di kelas harga terjangkau justru mulai menawarkan fitur AI sebagai nilai tambah.

Karena alasan tersebut, pengguna yang membutuhkan berbagai fitur berbasis AI disarankan memilih Android terbaru dibanding iPhone XR.

Kesimpulan

Pada akhir video, kreator menyimpulkan bahwa iPhone XR masih layak dibeli pada 2026, tetapi hanya untuk kebutuhan tertentu.

Perangkat ini dinilai cocok dijadikan ponsel kedua bagi pengguna yang mengutamakan kamera, media sosial, dan performa yang masih memadai dengan anggaran terbatas.

Sebaliknya, bagi pengguna yang mencari ponsel utama dengan dukungan software lebih panjang, fitur AI modern, dan penggunaan jangka panjang, ia menyarankan mempertimbangkan smartphone Android terbaru atau menambah anggaran untuk membeli iPhone 13.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : yt: Duogy ID
harga iPhone XR 2026 iPhone XR bekas iPhone XR 2026 masih layak dibeli iPhone XR vs Android Rp2 jutaan iPhone XR iOS 18