JAKARTA - iPhone XR masih layak dibeli 2026 menjadi topik yang ramai dibahas setelah harga bekas smartphone keluaran 2018 tersebut turun ke kisaran Rp2,7 juta hingga Rp3,5 juta. Dalam video yang diunggah channel Dogi, iPhone XR bahkan disebut lebih banyak diminati dibanding sejumlah Android baru di kelas harga yang sama, terutama bagi pengguna yang mengutamakan kamera dan pengalaman menggunakan iPhone.
Pengalaman itu berawal ketika kreator mencari smartphone untuk saudaranya di kisaran harga Rp2 juta sampai Rp3 juta. Awalnya ia mempertimbangkan smartphone Android terbaru yang baru meluncur pada akhir Mei 2026.
Namun setelah melihat berbagai pilihan di toko, ia justru menemukan fakta berbeda saat mendatangi konter iPhone bekas.
Alih-alih iPhone 15 yang menjadi primadona, perhatian pembeli justru tertuju pada iPhone XR, perangkat yang sudah berusia hampir delapan tahun sejak pertama kali diperkenalkan Apple.
Harga Bekas Turun, Daya Tarik iPhone XR Meningkat
Menurut penjelasan dalam video, salah satu penyebab iPhone XR kembali diminati adalah harganya yang kini turun drastis.
Baca Juga: AI Terbaik untuk Cari Cuan Lewat Produk Digital: Strategi Bisnis Modal Nol Hasil Maksimal
Untuk varian 64 GB, harga pasaran disebut berada di sekitar Rp2,7 juta.
Sementara versi 128 GB dipasarkan sekitar Rp3,25 juta dan model 256 GB berada di kisaran Rp3,5 juta.
Rentang harga tersebut membuat iPhone XR bersaing langsung dengan smartphone Android terbaru di kelas entry level hingga kelas menengah bawah.
Bagi sebagian konsumen, pilihan itu menjadi dilema karena harus menentukan antara membeli Android baru atau iPhone bekas dengan ekosistem Apple.
Spesifikasi Masih Mampu Mengimbangi Kebutuhan Harian
Dalam video, kreator lebih dulu mengulas spesifikasi dasar iPhone XR.
Perangkat ini membawa layar Liquid Retina IPS LCD berukuran 6,1 inci dengan tingkat kecerahan 625 nits.
Baca Juga: Keutamaan Bersedekah Shubuh dan Harian: Resep Pembuka Pintu Rezeki Berlimpah yang Menghapus Musibah
Bodinya menggunakan kombinasi kaca dan frame aluminium serta telah mengantongi sertifikasi IP67.
Pada sektor fotografi tersedia kamera belakang tunggal 12 MP dan kamera depan 7 MP.
Untuk dapur pacu, iPhone XR masih mengandalkan chipset Apple A12 Bionic fabrikasi 7 nanometer.
Meski tergolong lawas, chipset tersebut disebut masih sanggup menjalankan iOS 18.
Perangkat juga telah dilengkapi Face ID, NFC, Bluetooth 5.0, wireless charging, serta penyimpanan NVMe.
Kamera Masih Menjadi Senjata Utama
Alasan pertama mengapa iPhone XR tetap diminati adalah kualitas kameranya.
Walaupun hanya dibekali satu kamera belakang, kreator menilai hasil perekaman video masih menjadi salah satu yang terbaik di kelas harga tersebut.
Ia memperlihatkan contoh video dengan resolusi 4K 60 fps.
Menurutnya, kualitas detail memang tidak lagi setara smartphone terbaru.
Namun kestabilan video masih menjadi nilai jual utama yang sulit disaingi Android baru dengan harga sekitar Rp2 jutaan.
Untuk foto siang hari, reproduksi warna dinilai masih menarik.
Hasil foto memang mulai kehilangan detail, tetapi warna yang dihasilkan tetap dianggap enak dipandang.
Sementara pada malam hari, noise mulai terlihat cukup jelas.
Meski begitu, objek yang mendapat pencahayaan memadai masih mampu menghasilkan foto yang layak digunakan.
Hal serupa juga ditemukan pada kamera depan.
Dalam kondisi terang, selfie masih terlihat baik.
Sebaliknya, saat cahaya minim, noise mulai muncul sehingga kualitas gambar ikut menurun.
Performa Dinilai Masih Relevan
Selain kamera, performa juga menjadi alasan lain mengapa iPhone XR masih dicari.
Selama pengujian, kreator mengaku aktivitas membuka aplikasi masih berjalan cukup lancar.
Sesekali memang muncul lag maupun frame drop.
Namun menurutnya kondisi tersebut juga masih sering ditemukan pada Android baru di harga serupa.
Pengujian menggunakan AnTuTu Benchmark versi 11 menghasilkan skor sekitar 600 ribu poin.
Nilai tersebut disebut masih setara dengan sejumlah chipset kelas menengah terbaru yang digunakan smartphone Android masa kini.
Direkomendasikan Sebagai HP Kedua
Dalam video dijelaskan bahwa posisi terbaik iPhone XR saat ini bukan lagi sebagai perangkat utama.
Sebaliknya, smartphone tersebut lebih cocok dijadikan HP kedua.
Alasannya sederhana.
Kamera masih mampu menghasilkan foto dan video yang layak untuk media sosial.
Performanya pun masih cukup untuk penggunaan harian ringan.
Dengan harga yang jauh lebih murah dibanding saat pertama kali diluncurkan, iPhone XR dianggap tetap menarik bagi pengguna yang hanya membutuhkan perangkat pendamping.
Tiga Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Meski memiliki sejumlah kelebihan, kreator mengingatkan bahwa ada tiga kelemahan besar yang tidak boleh diabaikan.
Seluruh Unit Berstatus Bekas
Kekurangan pertama adalah seluruh perangkat yang beredar merupakan barang bekas.
Ia mengingatkan calon pembeli agar tidak mudah percaya jika menemukan penjual yang mengklaim iPhone XR masih baru.
Menurutnya, kondisi tersebut patut dicurigai karena perangkat sudah tidak diproduksi sejak lama.
Calon pembeli juga diminta memeriksa kondisi baterai, komponen pengganti, kualitas sinyal, hingga meminta garansi dari toko.
Dukungan Software Tidak Selamanya Aman
Kelemahan berikutnya berkaitan dengan umur software.
Saat ini iOS 18 memang masih dapat menjalankan sebagian besar aplikasi.
Namun tidak ada kepastian seluruh aplikasi akan tetap kompatibel pada tahun-tahun mendatang.
Karena itu, risiko tidak memperoleh pembaruan sistem menjadi salah satu pertimbangan sebelum membeli iPhone XR.
Belum Mendukung Fitur AI Modern
Kekurangan terakhir adalah tidak tersedianya fitur kecerdasan buatan yang kini mulai menjadi standar smartphone terbaru.
Menurut kreator, berbagai fitur AI semakin banyak digunakan untuk membantu aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, Android terbaru mulai menawarkan fitur tersebut bahkan pada kelas harga yang lebih terjangkau.
Hal inilah yang membuat iPhone XR dinilai kurang ideal bagi pengguna yang ingin mengikuti perkembangan teknologi terbaru.
Kesimpulan
Di akhir video, kreator menyimpulkan bahwa iPhone XR masih layak dibeli pada 2026, tetapi hanya untuk kebutuhan tertentu.
Smartphone ini dinilai cocok bagi pengguna yang menginginkan kamera stabil, performa yang masih memadai, serta pengalaman menggunakan iPhone dengan anggaran terbatas.
Sebaliknya, jika kebutuhan utamanya adalah penggunaan jangka panjang, fitur AI, dan dukungan software yang lebih lama, ia menyarankan memilih Android terbaru atau menambah anggaran untuk membeli iPhone 13.
Editor : Maylanni Diana FitriSumber : yt: Duogy ID