Review iPhone 11 Tahun 2026: Masih Layak Dibeli atau Sudah Kalah dari Android Rp3 Jutaan?

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 17:35 WIB
iPhone 11 masih layak dibeli 2026? Simak review lengkap setelah dipakai tiga minggu, mulai dari kamera, performa, baterai, hingga kualitas videonya.(pinterest)
iPhone 11 masih layak dibeli 2026? Simak review lengkap setelah dipakai tiga minggu, mulai dari kamera, performa, baterai, hingga kualitas videonya.(pinterest)

JAKARTA - iPhone 11 masih layak dibeli 2026 menjadi pertanyaan yang kembali mencuat setelah harga bekas perangkat ini turun ke kisaran Rp3 jutaan. Melalui pengalaman penggunaan selama kurang lebih tiga minggu, channel YouTube Bang Jo mengulas secara langsung apakah smartphone rilisan 2019 tersebut masih mampu bersaing dengan Android terbaru di kelas harga yang sama atau justru mulai menunjukkan usianya.

Dalam video tersebut, Bang Jo menjelaskan bahwa banyak penonton meminta ulasan terbaru mengenai iPhone 11 setelah sebelumnya ia membahas iPhone 12 Pro. Permintaan itu muncul karena harga iPhone 11 kini semakin terjangkau sehingga kembali menjadi incaran di pasar ponsel bekas.

Selama tiga minggu penggunaan, ia mencoba seluruh aspek penting mulai dari desain, layar, performa, baterai, kamera, hingga pengalaman merekam video untuk mengetahui apakah iPhone 11 masih pantas dijadikan pilihan pada 2026.

Harga Turun, iPhone 11 Kembali Dilirik

Bang Jo mengatakan harga iPhone 11 bekas saat ini berada di kisaran Rp3 jutaan untuk versi internasional.

Baca Juga: Keutamaan Membaca Al-Qur’an dan Ciri Orang Sukses Berinteraksi dengan Kitab Suci Menurut Ustaz Adi Hidayat

Sementara unit bergaransi resmi dijual lebih mahal.

Dengan rentang harga tersebut, iPhone 11 harus bersaing langsung dengan banyak smartphone Android baru di kelas menengah.

Meski demikian, menurutnya masih banyak pengguna yang sengaja mencari iPhone 11 karena ingin merasakan ekosistem Apple tanpa harus membeli seri yang lebih baru.

Material Bodi Masih Terasa Premium

Pembahasan pertama dimulai dari desain.

Baca Juga: Keutamaan Membaca Al-Qur'an Menurut Ustaz Adi Hidayat: Mengubah Hidup dan Memberi Ketenangan Jiwa

Bang Jo mengakui tampilan iPhone 11 memang mulai tertinggal dibanding generasi terbaru.

Desain kamera diagonal pada iPhone 13 hingga iPhone 15 maupun Dynamic Island di seri terbaru membuat iPhone 11 terlihat lebih lawas.

Namun dari sisi material, perangkat ini masih memberikan kesan premium.

Frame aluminium dipadukan kaca pada bagian depan dan belakang membuat kualitas bodinya masih terasa solid.

Menurutnya, ukuran bodi yang tidak terlalu besar juga membuat perangkat nyaman digunakan dengan satu tangan.

Mute Switch khas iPhone juga tetap menjadi salah satu fitur yang masih disukai banyak pengguna.

Layar Mulai Menjadi Titik Lemah

Berbeda dengan bodinya, Bang Jo menilai layar menjadi salah satu aspek yang mulai tertinggal.

iPhone 11 masih menggunakan panel IPS LCD berukuran 6,1 inci dengan resolusi HD Plus serta refresh rate 60 Hz.

Menurutnya, spesifikasi tersebut tidak lagi istimewa untuk standar smartphone pada 2026.

Unit yang digunakan dalam pengujian bahkan telah memakai layar pengganti sehingga kualitas tampilannya semakin menurun.

Ia menyebut warna terlihat kurang hidup, tingkat kecerahan lebih rendah, serta muncul gejala stuttering ketika melakukan scrolling.

Meski demikian, kualitas audio masih mendapat apresiasi.

Speaker stereo bawaan iPhone 11 dinilai tetap nyaman digunakan untuk menikmati berbagai konten multimedia.

Performa Masih Cukup untuk Aktivitas Harian

Di sektor dapur pacu, iPhone 11 mengandalkan chipset Apple A13 Bionic dengan RAM 4 GB.

Pilihan memori internal tersedia dalam kapasitas 64 GB, 128 GB, dan 256 GB.

Bang Jo secara khusus menyarankan calon pembeli memilih varian 128 GB.

Menurutnya, kapasitas 64 GB sudah terlalu terbatas mengingat ukuran sistem operasi dan aplikasi yang terus bertambah.

Perangkat yang diuji telah menggunakan iOS 26.

Setelah melakukan pembaruan, ia mulai merasakan adanya penurunan performa pada antarmuka.

Animasi ketika berpindah menu maupun scrolling terasa tidak semulus sebelumnya.

Walau demikian, kondisi tersebut tidak terlalu memengaruhi aktivitas ringan seperti membuka media sosial maupun menjalankan aplikasi harian.

Gaming Masih Bisa, Tetapi Ada Batasnya

Untuk mengetahui kemampuan performanya, Bang Jo juga menguji beberapa gim.

Mobile Legends masih dapat dijalankan pada pengaturan grafis tertinggi dengan frame rate 60 fps.

Namun suhu perangkat meningkat cukup cepat ketika bermain dalam waktu lama.

Sementara saat memainkan Genshin Impact pada pengaturan medium 60 fps, performa awal masih tergolong lancar.

Setelah suhu perangkat menyentuh kisaran 43 hingga 45 derajat Celsius, frame rate mulai turun sehingga pengalaman bermain menjadi kurang nyaman.

Karena itu, ia menilai iPhone 11 bukan pilihan ideal bagi pengguna yang sering memainkan gim berat.

Pengalaman Media Sosial Masih Menjadi Nilai Plus

Salah satu alasan Bang Jo masih merekomendasikan iPhone 11 adalah pengalaman menggunakan media sosial.

Ia menyebut hasil perekaman Instagram Story langsung dari aplikasi Instagram masih terlihat lebih baik dibanding banyak smartphone Android baru di kelas harga serupa.

Meski demikian, ia tetap menyarankan pengguna merekam video menggunakan aplikasi kamera bawaan dalam resolusi 4K 60 fps sebelum mengunggahnya ke media sosial.

Cara tersebut dinilai mampu menghasilkan kualitas video yang lebih maksimal.

Baterai Masih Cukup untuk Sehari

Unit yang digunakan telah mengalami penggantian baterai.

Battery Health terbaca 100 persen meski sistem menampilkan status unverified.

Dalam penggunaan sehari-hari, perangkat mampu bertahan sekitar satu hari dengan screen-on time berkisar empat hingga lima jam.

Pengisian daya dari nol hingga penuh membutuhkan waktu sekitar satu jam 35 menit menggunakan pengisian daya 15 watt.

Menurut Bang Jo, daya tahan tersebut masih lebih baik dibanding iPhone 12 Pro yang pernah ia gunakan sebelumnya.

Kamera Masih Menjadi Daya Tarik

Sektor kamera menjadi salah satu alasan utama mengapa iPhone 11 masih diminati.

Perangkat ini dibekali kamera utama 12 MP, ultrawide 12 MP, dan kamera depan 12 MP.

Pada kondisi siang hari, kamera utama maupun ultrawide mampu menghasilkan foto dengan detail yang baik, HDR luas, serta warna yang natural.

Foto manusia juga dinilai memiliki warna kulit yang alami tanpa pemrosesan berlebihan.

Kamera depan mendapat penilaian positif karena memiliki sudut pandang yang lebar dan hasil warna yang konsisten.

Namun ketika digunakan pada kondisi minim cahaya, kemampuan kamera mulai menurun.

Night Mode hanya tersedia pada kamera utama.

Sementara kamera ultrawide menghasilkan foto yang lebih gelap dengan noise lebih banyak.

Video Masih Sulit Ditandingi

Bang Jo justru menilai kemampuan video menjadi kekuatan terbesar iPhone 11.

Baik kamera depan maupun belakang sama-sama mendukung perekaman hingga resolusi 4K 60 fps.

Stabilisasi video juga disebut masih sangat baik, baik menggunakan kamera utama maupun ultrawide.

Kemampuan tersebut membuat iPhone 11 masih menarik bagi pengguna yang ingin mulai membuat konten dengan anggaran terbatas.

Menurutnya, kualitas video yang dihasilkan masih mampu bersaing dengan smartphone Android baru di kelas harga yang sama.

Kesimpulan

Di akhir video, Bang Jo menegaskan bahwa iPhone 11 masih layak dibeli pada 2026, tetapi target penggunanya sudah berubah.

Perangkat ini tidak lagi ditujukan bagi mereka yang mengejar performa gaming atau teknologi terbaru.

Sebaliknya, iPhone 11 lebih cocok bagi pengguna yang membutuhkan smartphone untuk membuat konten, mengakses media sosial, menikmati kualitas video yang baik, serta merasakan pengalaman menggunakan iOS dengan harga yang kini jauh lebih terjangkau.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : yt: BangJoe Review
iPhone 11 masih layak dibeli 2026 review iPhone 11 2026 harga iPhone 11 bekas kamera iPhone 11 iPhone 11 second