Review Oppo A6X 2025: HP Rp1 Jutaan dengan Snapdragon 685 dan Baterai 6.500 mAh, Layak Dibeli?

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 17:55 WIB
Review Oppo A6X mengulas spesifikasi, performa Snapdragon 685, baterai 6.500 mAh, kamera, harga, serta kelebihan dan kekurangannya.(pinterest)
Review Oppo A6X mengulas spesifikasi, performa Snapdragon 685, baterai 6.500 mAh, kamera, harga, serta kelebihan dan kekurangannya.(pinterest)

JAKARTA - Oppo A6X menjadi salah satu smartphone entry-level yang mulai mencuri perhatian berkat kombinasi harga terjangkau, desain premium, serta spesifikasi yang tergolong menarik di kelasnya. Dibanderol mulai Rp1,5 jutaan, ponsel ini menawarkan chipset Snapdragon 685, layar 120 Hz, baterai 6.500 mAh, hingga penyimpanan UFS 2.2 yang jarang ditemui pada segmen harga tersebut. Namun, apakah semua keunggulan itu cukup untuk menjadikannya pilihan terbaik?

Smartphone ini menjadi salah satu produk Oppo yang menyasar pasar pengguna pemula hingga kelas menengah bawah. Fokus utamanya tetap pada desain menarik, kapasitas baterai besar, dan pengalaman penggunaan yang nyaman untuk aktivitas sehari-hari.

Dalam ulasan kali ini, Oppo A6X diuji dari berbagai aspek mulai desain, layar, performa, kamera, baterai, hingga fitur-fitur yang ditawarkan untuk mengetahui apakah perangkat ini benar-benar layak dipertimbangkan.

Desain Premium Meski Berada di Kelas Entry-Level

Hal pertama yang langsung mencuri perhatian adalah desain bodinya. Meski menggunakan material polikarbonat pada frame maupun penutup belakang, kesan yang dihadirkan justru terasa premium.

Baca Juga: Pemkot Blitar Masih Tunggu Juknis Penyaluran Bantuan Sosial Lewat Koperasi Merah Putih

Bagian belakang memiliki tekstur halus dengan motif menyerupai gelombang sehingga tampil lebih elegan dibanding sebagian besar smartphone di kelas harga serupa.

Bobotnya memang mencapai sekitar 210 gram sehingga terasa cukup besar saat digenggam. Namun ukuran tersebut masih dianggap wajar mengingat perangkat ini membawa baterai berkapasitas 6.500 mAh.

Smartphone juga telah mengantongi sertifikasi IP64 yang membuatnya tahan terhadap debu dan percikan air dari berbagai arah.

Untuk tombol dan port, Oppo A6X menempatkan sensor sidik jari pada tombol power di sisi kanan, tombol volume, jack audio 3,5 mm, port USB Type-C, speaker mono, serta slot triple yang memungkinkan penggunaan dua kartu SIM dan satu microSD secara bersamaan.

Layar 120 Hz Jadi Nilai Tambah

Oppo A6X menggunakan panel IPS LCD berukuran 6,75 inci dengan resolusi HD Plus.

Baca Juga: Tambah Jam Terbang Atlet Potensial Menuju POPDA 2026, PASI Kota Blitar Manfaatkan Sejumlah Kejuaraan

Meski resolusinya belum Full HD, refresh rate yang mencapai 120 Hz menjadi salah satu keunggulan utama karena mampu memberikan pengalaman navigasi yang lebih mulus.

Refresh rate tersebut juga bersifat adaptif dengan pilihan 60 Hz, 90 Hz, hingga 120 Hz sesuai kebutuhan penggunaan.

Dari hasil pengujian, tingkat kecerahan layar tergolong tinggi untuk smartphone Rp1 jutaan. Brightness maksimal di dalam ruangan mencapai sekitar 726 nits, sedangkan simulasi penggunaan di luar ruangan mampu menyentuh sekitar 996 nits.

Akurasi warna juga dinilai cukup baik sehingga masih nyaman digunakan untuk menikmati konten multimedia maupun mengedit foto ringan.

Meski demikian, bezel layar masih terlihat cukup tebal terutama pada bagian atas dan bawah sehingga identitas sebagai smartphone entry-level masih terasa.

Snapdragon 685 Dipadukan Storage UFS 2.2

Di sektor performa, Oppo A6X mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 685.

Unit yang diuji menggunakan RAM 6 GB LPDDR4X dengan penyimpanan internal 128 GB berteknologi UFS 2.2.

Penggunaan UFS 2.2 menjadi salah satu poin menarik karena masih cukup jarang ditemukan pada smartphone di kisaran harga Rp1 jutaan.

Selain varian tersebut, Oppo juga menyediakan beberapa pilihan memori lain, mulai 4/64 GB, 4/128 GB, 6/128 GB hingga 6/256 GB.

Perangkat menjalankan ColorOS 15 berbasis Android 15.

Oppo menjanjikan pembaruan sistem operasi hingga dua generasi Android serta pembaruan keamanan selama tiga tahun.

Selama pengujian, perpindahan antar aplikasi berlangsung mulus.

Aktivitas seperti membuka media sosial, aplikasi belanja, multitasking, hingga split screen dapat dijalankan tanpa hambatan berarti.

Performa Gaming Masih Memadai

Untuk kebutuhan bermain gim, Snapdragon 685 masih mampu memberikan performa yang cukup baik di kelasnya.

Mobile Legends dapat berjalan pada frame rate hingga 60 fps dengan permainan yang relatif stabil.

PUBG Mobile mendukung pengaturan Smooth Ultra atau sekitar 40 fps.

Sementara setelah pengaturan grafis diturunkan, frame rate mampu mendekati 50 fps meski belum menyentuh 60 fps secara penuh.

Genshin Impact juga masih dapat dimainkan menggunakan pengaturan grafis terendah.

Frame rate berada di kisaran 30 fps dengan suhu perangkat sekitar 40 derajat Celsius sehingga masih tergolong nyaman untuk sesi permainan ringan.

Kamera Masih Sangat Dasar

Oppo A6X dibekali kamera utama 13 MP dengan tambahan kamera monokrom QVGA.

Di bagian depan tersedia kamera selfie 5 MP.

Seluruh kamera hanya mendukung perekaman video hingga resolusi 1080p 30 fps.

Pada kondisi pencahayaan yang baik, hasil foto dari kamera utama dinilai cukup memadai untuk penggunaan sehari-hari.

Detail gambar masih terlihat baik dan rentang dinamis cukup layak untuk kelas entry-level.

Namun kualitas kamera mulai menurun ketika digunakan di kondisi minim cahaya.

Hasil foto tampak lebih gelap dan noise mulai terlihat cukup jelas.

Kamera depan juga menghasilkan kualitas standar tanpa kemampuan stabilisasi video.

Begitu pula kamera belakang yang belum dibekali fitur stabilizer sehingga hasil rekaman akan lebih baik jika dilakukan dalam kondisi tangan stabil atau melalui proses stabilisasi tambahan menggunakan aplikasi.

Secara keseluruhan, kemampuan kamera masih tergolong sangat mendasar dan lebih cocok untuk dokumentasi sederhana dibanding kebutuhan pembuatan konten profesional.

Baterai Besar, Pengisian Daya Masih Lambat

Salah satu daya tarik utama Oppo A6X adalah baterai berkapasitas 6.500 mAh.

Dalam pengujian pemutaran video lokal resolusi 1080p, perangkat mampu bertahan hingga sekitar 24 jam.

Streaming YouTube selama satu jam hanya mengurangi baterai sekitar 5 persen.

Sementara penggunaan TikTok selama satu jam menghabiskan sekitar 6 persen daya.

Untuk bermain Genshin Impact selama 30 menit, konsumsi baterainya mencapai sekitar 13 persen.

Meski tergolong awet, hasil tersebut dinilai masih belum sepenuhnya maksimal mengingat kapasitas baterainya yang cukup besar dan layar masih menggunakan resolusi HD Plus.

Di sisi lain, pengisian daya menjadi salah satu kelemahan perangkat.

Adaptor bawaan hanya mendukung daya 15 watt.

Pengisian dari kosong hingga 50 persen membutuhkan waktu sekitar 1 jam 3 menit.

Sedangkan pengisian penuh memerlukan waktu sekitar 2 jam 37 menit.

Fitur yang Masih Absen

Beberapa fitur penting belum tersedia pada Oppo A6X.

Smartphone ini belum memiliki NFC.

Speaker masih menggunakan konfigurasi mono.

Sensor giroskop masih bersifat virtual, bukan hardware.

Perekaman video juga belum mendukung resolusi 60 fps.

Meski begitu, perangkat telah mendukung Widevine L1 sehingga mampu memutar konten Netflix dalam resolusi HD.

Fingerprint scanner dan Face Unlock juga tersedia untuk menunjang keamanan perangkat.

Cocok untuk Pengguna Pemula

Dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, Oppo A6X dinilai lebih cocok untuk pengguna yang membutuhkan smartphone pertama, pelajar, maupun orang tua.

Pengalaman penggunaan sehari-hari terasa cukup nyaman berkat navigasi yang lancar, layar cerah, serta kapasitas penyimpanan berbasis UFS yang membantu meningkatkan respons sistem.

Desain premium, baterai besar, refresh rate 120 Hz, dan sertifikasi IP64 menjadi nilai jual utama perangkat ini.

Namun calon pembeli juga perlu mempertimbangkan beberapa keterbatasannya seperti kamera yang masih sangat sederhana, absennya NFC, speaker mono, pengisian daya yang lambat, serta belum adanya stabilisasi video.

Bagi pengguna yang lebih mengutamakan performa harian, desain menarik, dan daya tahan perangkat dibanding kemampuan fotografi, Oppo A6X masih menjadi salah satu pilihan menarik di segmen smartphone Rp1 jutaan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : yt: Jagat Review
HP Rp1 Jutaan Snapdragon 685 Oppo A6X Review Oppo A6X Harga Oppo A6X