Review Tecno Pova 8 5G: Baterai 8.000 mAh Jadi Andalan, Tapi Masih Layak Dibeli di Harga Rp4 Jutaan?

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 19:35 WIB
Tecno Pova 8 5G hadir dengan baterai 8.000 mAh, Alive Matrix Display, dan Dimensity 7100. Simak kelebihan, kekurangan, serta apakah masih layak dibeli.(Pinterest)
Tecno Pova 8 5G hadir dengan baterai 8.000 mAh, Alive Matrix Display, dan Dimensity 7100. Simak kelebihan, kekurangan, serta apakah masih layak dibeli.(Pinterest)

JAKARTA - Tecno Pova 8 5G resmi hadir sebagai penerus lini Pova yang selama ini dikenal menawarkan spesifikasi tinggi di kelas harga terjangkau. Namun, kondisi pasar pada 2026 membuat harga smartphone ikut melonjak, sehingga Tecno harus mengubah strategi agar produknya tetap menarik di tengah kenaikan biaya komponen.

Seri Pova selama beberapa generasi dikenal sebagai "value for money". Namun pada Pova 8 5G, Tecno tak lagi hanya mengandalkan kapasitas RAM atau penyimpanan besar. Perusahaan justru menonjolkan baterai jumbo 8.000 mAh serta Alive Matrix Display sebagai daya tarik utama.

Meski begitu, kenaikan harga membuat posisi Tecno Pova 8 5G menjadi cukup menarik untuk dibahas. Apakah smartphone ini masih layak dipilih dibanding para pesaingnya? 

Baca Juga: Yuki Nishida Ungkap Rutinitas Latihan, Butuh Persiapan 2 Jam Sebelum Berlatih

Harga Tecno Pova 8 5G Naik Signifikan

Dalam ulasan tersebut dijelaskan bahwa Tecno Pova 7 5G tahun lalu dijual sekitar Rp3 jutaan untuk varian RAM 8 GB dengan penyimpanan 128 GB.

Kini, Tecno Pova 8 5G mengalami kenaikan harga cukup besar. Varian RAM 8 GB dan memori 128 GB dibanderol sekitar Rp5 jutaan. Sementara varian 8/256 GB membutuhkan tambahan biaya sekitar Rp600 ribu.

Tecno bahkan menghadirkan varian RAM lebih kecil, yakni 6/128 GB, agar harga dapat ditekan ke kisaran Rp4 jutaan. Selama masa pre-order, harga perangkat disebut bahkan bisa turun hingga sekitar Rp3,9 jutaan.

Menurut ulasan tersebut, kenaikan harga terjadi karena biaya komponen yang ikut meningkat. Produsen dinilai sudah sulit memangkas keuntungan sehingga harga jual ikut terdongkrak.

Fokus Beralih ke Baterai dan Alive Matrix Display

Karena harga RAM dan storage terus meningkat, Tecno mengalihkan fokus pada fitur yang tidak terlalu terdampak kenaikan biaya komponen.

Salah satu yang paling menonjol adalah baterai berkapasitas 8.000 mAh. Selain itu, smartphone ini juga dibekali Alive Matrix Display berupa panel LED kecil di bagian belakang perangkat.

LED tersebut mampu menampilkan berbagai informasi seperti notifikasi, timer, animasi musik, hingga gambar yang bisa dikustomisasi pengguna.

Pengguna bahkan dapat membuat pola lampu sendiri melalui editor bawaan sehingga memberikan kesan lebih personal.

Meski demikian, pengulas menilai implementasi Alive Matrix masih belum sempurna. Saat proses pengisian daya misalnya, lampu LED tidak terus menyala sehingga pengalaman pengguna dinilai masih bisa ditingkatkan.

Desain Tetap Jadi Nilai Jual

Secara tampilan, Tecno Pova 8 5G masih mempertahankan identitas desain seri Pova.

Bagian belakang menggunakan pola futuristis dengan aksen garis-garis serta tulisan khas Pova. Unit yang diulas menggunakan warna Helios Orange yang didominasi nuansa krem dengan sentuhan oranye pada beberapa bagian.

Di sekitar modul kamera juga terdapat aksen berwarna emas yang membuat tampilannya terlihat lebih menarik.

Material bodinya masih menggunakan polikarbonat. Smartphone ini juga telah mendukung NFC, jaringan 5G, serta memiliki sertifikasi IP64 yang tahan terhadap debu dan cipratan air.

Namun perangkat masih menggunakan satu speaker mono serta tidak menyediakan slot microSD untuk ekspansi penyimpanan.

Baca Juga: Rutinitas Latihan Yuki Nishida Terungkap, Habiskan 2 Jam Persiapan Sebelum Sentuh Bola

Layar IPS 144 Hz, Tetapi Bukan yang Paling Cerah

Tecno Pova 8 5G mengusung layar IPS Full HD dengan refresh rate hingga 144 Hz.

Dalam penggunaan sehari-hari, layar masih cukup nyaman dipakai di luar ruangan. Namun tingkat kecerahannya dinilai belum setinggi beberapa smartphone lain di kelas menengah.

Karakter warna juga dianggap cukup baik meski belum secerah panel AMOLED ataupun IPS premium.

Desain bezel bagian bawah juga masih terlihat cukup tebal jika dibandingkan smartphone lain di kelas harga Rp5 jutaan.

Dimensity 7100 Masih Cukup, Tetapi Bukan yang Tercepat

Dari sisi performa, Tecno Pova 8 5G menggunakan chipset MediaTek Dimensity 7100.

Hasil pengujian AnTuTu yang ditampilkan menunjukkan skor sekitar 780 ribu poin.

Menurut pengulas, performa tersebut masih cukup untuk penggunaan harian maupun bermain game ringan. Namun jika dibandingkan chipset Dimensity 7400 yang mulai banyak digunakan di kelas harga serupa, performanya masih tertinggal sekitar 20 hingga 30 persen.

Untuk Mobile Legends, perangkat mampu menjalankan permainan hingga 90 fps, meski frame rate tidak stabil dan sesekali turun.

Sementara saat memainkan Genshin Impact, frame rate berkisar antara 25 hingga 45 fps sehingga pengalaman bermain dinilai kurang nyaman.

Suhu perangkat juga cukup tinggi ketika menjalankan game berat dan dapat menembus lebih dari 45 derajat Celsius.

Baterai Jadi Senjata Utama

Salah satu keunggulan terbesar Tecno Pova 8 5G adalah baterainya.

Dengan kapasitas 8.000 mAh, smartphone ini mampu digunakan seharian untuk navigasi menggunakan Google Maps, bermain game, hingga mengambil foto.

Pada akhir pengujian, baterai masih menyisakan sekitar 38 persen.

Pengisian daya menggunakan adaptor 45 watt juga tergolong cepat.

Dalam waktu sekitar 30 menit, kapasitas baterai bertambah hampir 40 persen. Sementara pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam.

Bobot perangkat juga masih dianggap wajar, yakni sekitar 225 gram, mengingat kapasitas baterainya yang sangat besar.

Kamera Utama Hasilnya Memuaskan

Tecno Pova 8 5G hanya dibekali satu kamera belakang beresolusi 50 MP menggunakan sensor Sony LYT-600.

Meski hanya satu kamera, hasil fotonya dinilai cukup memuaskan.

Foto siang hari memiliki warna yang baik, detail tajam, dan dynamic range cukup rapi.

Hasil foto dalam ruangan juga masih mampu mempertahankan detail objek dengan baik.

Pada malam hari, kualitas foto masih tergolong memadai meski pada beberapa kondisi pencahayaan tinggi hasilnya belum selalu konsisten.

Untuk kamera depan, perekaman video sudah mendukung resolusi hingga 2K. Namun stabilisasi tidak tersedia pada mode tersebut sehingga video terlihat berguncang.

Mode 1080p 30 fps menjadi pilihan yang lebih nyaman karena sudah didukung fitur stabilisasi.

Layak Dibeli?

Dalam kesimpulannya, pengulas menilai Tecno Pova 8 5G masih menarik apabila dibeli pada varian RAM 6 GB dengan harga sekitar Rp4 jutaan.

Di harga tersebut, perangkat menawarkan desain unik, baterai besar, kamera utama yang cukup baik, serta Alive Matrix Display yang menjadi pembeda dibanding kompetitor.

Namun jika harus dibeli pada harga Rp5 juta hingga Rp5,5 juta, Tecno Pova 8 5G dinilai mulai sulit bersaing.

Pengulas menyebut beberapa pesaing seperti Redmi Note 15 Pro 5G maupun Tecno Camon 50 Pro 5G menawarkan spesifikasi yang lebih lengkap, mulai dari kamera lebih banyak, performa lebih tinggi, hingga fitur yang lebih kompetitif di rentang harga serupa.

Karena itu, Tecno Pova 8 5G dianggap paling menarik ketika dibanderol di kisaran Rp4 jutaan, terutama bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai, desain unik, dan penggunaan harian dengan intensitas ringan hingga menengah.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : gadgetin
HP baterai 8000 mAh Tecno Pova 8 5G Review Tecno Pova 8 5G Harga Tecno Pova 8 5G Tecno Pova 8 5G Indonesia