JAKARTA - Tecno Pova 8 5G resmi hadir sebagai penerus lini Pova yang selama ini dikenal menawarkan spesifikasi menarik di kelas menengah. Di tengah kenaikan harga komponen yang membuat harga smartphone ikut melonjak, Tecno mencoba mempertahankan daya saing dengan mengusung baterai jumbo 8.000 mAh, Alive Matrix Display, serta chipset MediaTek Dimensity 7100. Namun, apakah kombinasi tersebut cukup membuat Tecno Pova 8 5G layak dibeli pada 2026?
Lini Pova selama beberapa generasi dikenal sebagai seri smartphone yang menawarkan nilai lebih di kelas harganya. Mulai dari Pova 4 hingga Pova 7 5G, perangkat ini identik dengan spesifikasi tinggi yang menyasar pengguna muda, terutama mereka yang gemar bermain gim dan membutuhkan daya tahan baterai panjang.
Namun situasi pasar pada 2026 berbeda. Harga RAM, penyimpanan internal, dan berbagai komponen elektronik meningkat tajam sehingga hampir seluruh produsen harus menaikkan harga jual produknya. Kondisi tersebut juga dirasakan Tecno pada Pova 8 5G.
Baca Juga: Rutinitas Latihan Yuki Nishida Terungkap, Siapkan Tubuh 2 Jam Sebelum Latihan demi Jaga Performa
Harga Naik Dibanding Generasi Sebelumnya
Dalam ulasan video, disebutkan bahwa Tecno Pova 7 5G sebelumnya dijual sekitar Rp3 jutaan untuk konfigurasi RAM 8 GB dengan penyimpanan 128 GB. Bahkan, selisih harga menuju varian 256 GB hanya sekitar Rp200 ribu.
Kini kondisi tersebut berubah drastis. Tecno Pova 8 5G varian 8 GB/128 GB dijual di kisaran Rp5 jutaan, sementara versi 8 GB/256 GB membutuhkan tambahan sekitar Rp600 ribu.
Untuk menjaga harga tetap terjangkau, Tecno menghadirkan model RAM 6 GB dengan penyimpanan 128 GB. Selama masa pre-order, varian ini disebut masih bisa diperoleh di kisaran Rp3,8 juta hingga Rp3,9 jutaan sehingga menjadi pilihan paling menarik dari seluruh varian yang tersedia.
Menurut pengulas, kenaikan harga ini dipengaruhi oleh meningkatnya biaya produksi sehingga produsen tidak lagi memiliki ruang besar untuk menekan margin keuntungan.
Fokus pada Baterai Jumbo
Berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih mengandalkan konfigurasi RAM dan penyimpanan, Tecno kini mengalihkan perhatian ke sektor baterai.
Tecno Pova 8 5G membawa baterai berkapasitas 8.000 mAh yang menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Dalam pengujian penggunaan sehari penuh, perangkat masih menyisakan sekitar 38 persen baterai setelah digunakan untuk navigasi Google Maps, bermain gim, mengambil foto, hingga aktivitas media sosial.
Daya tahan tersebut dinilai menjadi salah satu keunggulan terbesar smartphone ini dibanding sebagian besar pesaing di kelas harga serupa.
Pengisian dayanya juga cukup cepat berkat dukungan fast charging 45 watt. Pengisian selama sekitar 30 menit mampu mengisi hampir 40 persen kapasitas baterai, sedangkan pengisian penuh membutuhkan waktu kurang lebih satu setengah jam.
Baca Juga: Yuki Nishida Ungkap Rutinitas Latihan, Butuh Persiapan 2 Jam Sebelum Berlatih
Alive Matrix Display Jadi Pembeda
Tecno juga menghadirkan fitur Alive Matrix Display yang ditempatkan di bawah modul kamera belakang.
Panel LED ini mampu menampilkan berbagai animasi seperti notifikasi, timer, visualisasi musik, hingga gambar yang dibuat sendiri oleh pengguna.
Pengguna bahkan dapat mengatur pola lampu melalui editor bawaan sehingga tampilan belakang perangkat terasa lebih unik dibanding smartphone lain di kelasnya.
Meski demikian, pengulas menilai implementasi fitur tersebut masih belum sempurna. Salah satunya karena indikator LED saat proses pengisian daya tidak menyala secara terus-menerus sehingga pengalaman pengguna terasa kurang maksimal.
Desain Futuristis Tetap Dipertahankan
Dari sisi desain, Tecno Pova 8 5G masih mempertahankan identitas khas seri Pova.
Bagian belakang dihiasi pola futuristis lengkap dengan aksen garis-garis serta tulisan Pova yang mencolok. Varian Helios Orange yang diuji menampilkan perpaduan warna krem dengan sentuhan oranye pada beberapa bagian bodi.
Modul kamera diberi aksen cincin berwarna emas sehingga tampil lebih menarik.
Material bodinya menggunakan polikarbonat, tetapi kualitas finishing dinilai cukup baik. Smartphone ini juga telah mendukung NFC, jaringan 5G, serta memiliki sertifikasi IP64 untuk ketahanan terhadap debu dan cipratan air.
Di sisi lain, perangkat masih menggunakan speaker mono dan tidak menyediakan slot microSD sehingga kapasitas penyimpanan tidak dapat diperluas.
Layar 144 Hz Masih Menggunakan IPS
Tecno Pova 8 5G mengusung panel IPS Full HD dengan refresh rate hingga 144 Hz.
Refresh rate tinggi membuat animasi dan perpindahan menu terasa lebih mulus ketika digunakan sehari-hari.
Namun tingkat kecerahan layar dinilai belum terlalu tinggi jika dibandingkan beberapa pesaing di kelas harga serupa. Saat digunakan di bawah sinar matahari, layar masih dapat terlihat, tetapi belum secerah smartphone lain yang berada di segmen menengah.
Karakter warna panel IPS juga dianggap cukup baik meski belum mampu menandingi kualitas layar AMOLED.
Selain itu, bezel bagian bawah layar masih terlihat cukup tebal sehingga desain depannya terasa kurang modern apabila dibandingkan beberapa kompetitor.
Performa Dimensity 7100 Masih Memadai
Untuk sektor performa, Tecno membekali perangkat ini dengan MediaTek Dimensity 7100.
Hasil pengujian AnTuTu menunjukkan skor sekitar 780 ribu poin.
Performa tersebut dinilai masih memadai untuk menjalankan aktivitas harian seperti membuka media sosial, browsing, multitasking, hingga bermain gim ringan.
Saat memainkan Mobile Legends, perangkat mampu berjalan hingga 90 fps meski frame rate tidak selalu stabil.
Sementara untuk Genshin Impact, frame rate berkisar antara 25 hingga 45 fps sehingga pengalaman bermain dinilai belum maksimal.
Dalam sesi bermain gim berat, suhu perangkat juga meningkat hingga lebih dari 45 derajat Celsius sehingga terasa cukup panas saat digenggam.
Kamera Tunggal dengan Hasil Memuaskan
Tecno hanya menyematkan satu kamera belakang beresolusi 50 MP menggunakan sensor Sony LYT-600.
Meski hanya memiliki satu kamera, hasil fotonya dinilai cukup baik.
Foto siang hari menghasilkan warna yang natural dengan detail yang tajam serta dynamic range yang masih terjaga.
Foto dalam ruangan juga mampu mempertahankan detail objek dengan baik.
Pada malam hari, hasil foto masih tergolong layak meski dalam beberapa kondisi pencahayaan tinggi kualitasnya belum sepenuhnya konsisten.
Sementara itu, kamera depan mendukung perekaman video hingga resolusi 2K. Namun mode tersebut belum dilengkapi stabilisasi sehingga video terlihat berguncang.
Mode 1080p 30 fps menjadi pilihan yang lebih nyaman karena sudah mendukung fitur stabilisasi elektronik.
Layak Dibeli?
Dalam kesimpulannya, pengulas menilai Tecno Pova 8 5G masih menjadi pilihan menarik apabila diperoleh pada kisaran Rp4 jutaan melalui varian RAM 6 GB.
Pada harga tersebut, perangkat menawarkan baterai sangat besar, desain yang unik, Alive Matrix Display, serta kualitas kamera yang cukup baik untuk penggunaan sehari-hari.
Namun apabila dibeli pada kisaran Rp5 juta hingga Rp5,5 juta, daya saingnya mulai berkurang. Di rentang harga tersebut, beberapa kompetitor dinilai menawarkan spesifikasi yang lebih lengkap, mulai dari konfigurasi kamera lebih banyak, performa lebih tinggi, hingga fitur yang lebih kompetitif.
Karena itu, Tecno Pova 8 5G lebih direkomendasikan bagi pengguna yang memprioritaskan daya tahan baterai, desain berbeda, dan penggunaan harian, terutama jika bisa mendapatkannya pada harga promosi di kisaran Rp4 jutaan.
Editor : M. Helmi NurhisamSumber : gadgetin