BLITAR - Review Kamera Vivo X300 Pro kembali menjadi sorotan setelah seorang kreator konten membagikan pengalaman menggunakan smartphone flagship tersebut sebagai perangkat utama selama sekitar tujuh bulan. Bukan sekadar mengulas spesifikasi, pengujian dilakukan berdasarkan pemakaian harian, mulai dari fotografi, perekaman video, hingga konten media sosial.
Dalam Review Kamera Vivo X300 Pro ini, perangkat disebut tetap menjadi salah satu smartphone kamera paling menarik di kelas flagship. Meski memiliki banyak keunggulan, pengguna juga menemukan sejumlah kekurangan yang baru terasa setelah dipakai dalam jangka waktu panjang.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Review Kamera Vivo X300 Pro menempatkan kualitas kamera sebagai nilai jual utama. Namun, beberapa aspek seperti hasil telefoto dan konsistensi video masih dinilai memiliki ruang untuk penyempurnaan.
Telefoto Masih Menjadi Catatan
Kekurangan pertama yang disorot adalah kamera telefoto. Saat digunakan pada pembesaran tinggi maupun kondisi pencahayaan minim, hasil foto dinilai terlalu halus akibat proses noise reduction yang cukup agresif.
Baca Juga: Cara Kerja Pesawat Siluman Terungkap, Ini Rahasia Stealth Aircraft Bisa Lolos dari Deteksi Radar
Tekstur wajah yang seharusnya masih terlihat justru cenderung hilang sehingga detail alami berkurang. Pengguna menyebut mode Raw Lighting mampu menghasilkan tekstur lebih kaya, meski konsekuensinya HDR menjadi tidak sekuat mode standar.
Pada mode tersebut, foto memang terlihat lebih natural dengan karakter yang lebih mendekati kamera profesional, terutama untuk kebutuhan fotografi portrait.
Video Berkualitas Tinggi, Tetapi Belum Sepenuhnya Konsisten
Pengalaman merekam video juga mendapat perhatian. Secara umum kualitas video Vivo X300 Pro dinilai sangat baik dengan detail tinggi, dynamic range luas, dan kemampuan makro telefoto yang impresif.
Namun dalam beberapa kondisi, eksposur, saturasi warna, hingga tingkat kontras terkadang berubah sehingga hasil rekaman terasa kurang konsisten.
Stabilisasi video juga dinilai sudah baik, meski belum masuk kategori terbaik karena masih terlihat sedikit bergoyang ketika melakukan gerakan panning.
Selain itu, optimasi kamera saat digunakan langsung melalui Instagram Story disebut masih belum maksimal, baik dari sisi kualitas audio maupun proses zoom.
Kamera Belakang Sangat Fleksibel
Di balik sejumlah kekurangan tersebut, kamera belakang Vivo X300 Pro tetap menjadi daya tarik utama. Kombinasi kamera utama, ultrawide, dan telefoto menghasilkan karakter warna yang konsisten di setiap lensa.
HDR disebut bekerja sangat stabil dengan pengaturan eksposur yang jarang gagal. Warna yang dihasilkan juga lebih natural dibanding generasi sebelumnya sehingga tampil lebih kalem tanpa saturasi berlebihan.
Pengguna juga mengapresiasi banyaknya pengaturan yang bisa dilakukan langsung dari mode otomatis, termasuk brightness, kontras, saturasi, ketajaman, hingga pengaturan fokus manual tanpa harus berpindah ke mode profesional.
Street Photography dan Portrait Jadi Nilai Tambah
Fitur Street Photography menjadi salah satu favorit karena menghasilkan foto dengan karakter lebih kuat serta shutter yang lebih responsif, terutama saat memotret aktivitas jalanan maupun objek bergerak.
Sementara untuk portrait, Vivo menghadirkan beragam efek AI yang memungkinkan pengguna mengganti latar belakang, suasana, hingga musim secara otomatis tanpa mengurangi resolusi foto.
Separasi objek juga dinilai sangat baik, meski pada beberapa kondisi masih ditemukan sedikit kesalahan di area rambut tipis.
Video Portrait dan Low Light Sangat Memuaskan
Kemampuan Portrait Video menjadi salah satu fitur unggulan Vivo X300 Pro. Meski proses awal direkam pada resolusi lebih rendah sebelum diproses menjadi 4K 60 fps, hasil akhirnya tetap tajam dengan efek blur yang rapi.
Baik kamera depan maupun belakang mampu menghasilkan portrait video dengan kualitas hampir setara.
Performa kamera malam juga mendapat pujian. Foto tetap tajam, noise berhasil ditekan, HDR bekerja efektif, dan kualitas zoom hingga 20 kali masih tergolong baik meski mulai muncul sedikit efek pelunakan gambar.
Telephoto Extender Kit Meningkatkan Kemampuan Zoom
Penggunaan Telephoto Extender Kit menjadi nilai tambah tersendiri. Aksesori ini memungkinkan pembesaran optik hingga sekitar 200 mm dengan hasil yang tetap tajam dan minim campur tangan AI.
Bahkan pada pembesaran ekstrem, kualitas foto masih dianggap layak selama objek tidak terlalu banyak bergerak.
Kit tersebut juga kompatibel dengan berbagai mode, termasuk video, portrait, hingga mode manual sehingga memperluas fleksibilitas pengguna.
Masih Jadi Salah Satu Kamera HP Paling Layak Dibeli
Setelah digunakan selama berbulan-bulan, Vivo X300 Pro dinilai tetap menjadi salah satu smartphone kamera paling layak dimiliki di kelas harga di bawah Rp20 juta.
Kombinasi kualitas foto, video, kemampuan low light, fitur portrait, fleksibilitas pengaturan kamera, hingga performa telefoto membuat perangkat ini masih mampu bersaing dengan berbagai smartphone flagship terbaru.
Meski beberapa smartphone Ultra menawarkan kualitas yang lebih tinggi, pengalaman penggunaan jangka panjang menunjukkan Vivo X300 Pro tetap memberikan keseimbangan terbaik antara harga dan kemampuan kamera.
Editor : Maylanni Diana Fitri