Samsung Galaxy Z Fold 7 Layak Dibeli? Review Setelah 3 Minggu Pakai, Ternyata Masih Punya Banyak Kekurangan

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 21:07 WIB
Samsung Galaxy Z Fold 7 menawarkan desain tipis, Snapdragon 8 Elite, kamera 200 MP, dan software matang. Namun masih menyimpan beberapa kekurangan yang patut dipertimbangkan.(pinterest)
Samsung Galaxy Z Fold 7 menawarkan desain tipis, Snapdragon 8 Elite, kamera 200 MP, dan software matang. Namun masih menyimpan beberapa kekurangan yang patut dipertimbangkan.(pinterest)

BLITAR - Samsung Galaxy Z Fold 7 menjadi salah satu smartphone lipat premium yang paling banyak dibicarakan pada 2026. Dibanderol sekitar Rp35 juta, ponsel ini menawarkan desain lebih tipis, ringan, serta peningkatan performa yang membuatnya layak dijadikan perangkat utama.

Meski demikian, Samsung Galaxy Z Fold 7 ternyata belum sepenuhnya sempurna. Setelah digunakan selama sekitar tiga minggu sebagai daily driver, perangkat ini masih menyisakan sejumlah kekurangan yang patut dipertimbangkan sebelum memutuskan membelinya.

Bahkan, pengalaman penggunaan sehari-hari memperlihatkan bahwa Samsung Galaxy Z Fold 7 tetap harus bersaing dengan foldable lain seperti Vivo X Fold 3 Pro maupun Oppo yang dinilai masih menawarkan sejumlah keunggulan di sektor tertentu.

Desain Makin Tipis, Nyaman Digunakan Seharian

Salah satu peningkatan terbesar ada pada desain. Galaxy Z Fold 7 hadir dengan bodi yang jauh lebih tipis dan ringan dibanding generasi sebelumnya.

Baca Juga: Veddriq Leonardo Juara Speed World Cup Salt Lake City, Raih Emas Kedua Musim Ini usai Peng Wu Terpeleset

Saat dilipat, dimensinya terasa seperti smartphone flagship biasa dengan layar depan 6,5 inci yang lebih lebar berasio 21:9. Bobotnya hanya sekitar 215 gram sehingga lebih nyaman digenggam dalam penggunaan harian.

Layar utama berukuran 8 inci tetap menjadi daya tarik utama untuk aktivitas multitasking, membaca dokumen, menikmati komik digital, hingga membuka dua aplikasi sekaligus dalam satu layar.

Material premium, sertifikasi tahan air, serta durabilitas engsel yang diklaim mampu bertahan dalam penggunaan jangka panjang semakin memperkuat kesan premium perangkat ini.

Masih Ada Kekurangan yang Terasa

Meski tampil lebih matang, Galaxy Z Fold 7 masih memiliki beberapa catatan.

Baca Juga: Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000 mAh dan Alive Matrix Display, Masih Layak Dibeli?

Samsung masih tidak menyertakan charger, casing maupun pelindung layar di dalam kotak penjualan. Pengguna harus membeli aksesori tambahan secara terpisah.

Modul kamera belakang juga masih membuat bodi terasa bergoyang saat diletakkan di atas meja tanpa casing.

Selain itu, kamera depan pada layar utama kini kembali menggunakan model punch hole sehingga dianggap sedikit mengganggu tampilan dibanding kamera bawah layar yang digunakan generasi sebelumnya.

Samsung juga menghilangkan dukungan S Pen khusus Fold sehingga pengguna tidak lagi bisa menikmati seluruh fitur stylus seperti seri terdahulu.

Snapdragon 8 Elite Jadi Nilai Jual

Di sektor performa, Samsung membekali Galaxy Z Fold 7 dengan Snapdragon 8 Elite versi penuh delapan inti.

Varian penyimpanan 1 TB mendapatkan RAM 16 GB, sedangkan model 256 GB dan 512 GB menggunakan RAM 12 GB.

Dalam penggunaan sehari-hari, performanya tetap terasa sangat cepat bahkan ketika mode hemat daya diaktifkan. Aktivitas seperti membaca, multitasking, media sosial hingga pekerjaan kantor berjalan tanpa hambatan.

Saat bermain game, sistem akan otomatis mengembalikan performa penuh sehingga pengguna tetap memperoleh pengalaman maksimal.

Baterai Masih Jadi Titik Lemah

Salah satu kekurangan yang masih dipertahankan Samsung adalah kapasitas baterai.

Galaxy Z Fold 7 hanya dibekali baterai 4.400 mAh dengan pengisian daya 25 watt. Pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar 1 jam 20 menit.

Meski daya tahannya masih mampu menghasilkan screen-on-time sekitar enam hingga tujuh jam dalam penggunaan ringan, kapasitas ini dinilai mulai tertinggal dibanding kompetitor asal China yang sudah menggunakan baterai lebih dari 5.500 mAh dengan teknologi pengisian jauh lebih cepat.

Software Jadi Senjata Utama Samsung

Di balik keterbatasan baterai, Samsung tetap unggul dalam urusan perangkat lunak.

One UI menawarkan pengalaman penggunaan yang matang dengan dukungan pembaruan Android hingga tujuh tahun.

Beragam fitur Galaxy AI juga menjadi nilai tambah, termasuk Audio Eraser yang mampu mengurangi suara bising dalam video hanya melalui proses sederhana di galeri.

Selain itu, optimalisasi sistem dinilai lebih matang dibanding beberapa kompetitor sehingga pengalaman penggunaan sehari-hari terasa lebih nyaman.

Kamera Masih Kalah di Zoom

Galaxy Z Fold 7 membawa kamera utama 200 MP yang menghasilkan foto tajam dengan reproduksi warna cerah serta kualitas video yang sangat baik.

Namun pada kamera telefoto, Samsung masih menggunakan sensor 10 MP yang dianggap belum mampu menandingi kamera periskop 64 MP milik Vivo X Fold 3 Pro.

Perbedaan detail terutama saat melakukan zoom cukup terasa, meski secara keseluruhan sistem tiga kamera Galaxy Z Fold 7 tetap menghasilkan foto dan video berkualitas tinggi.

Pada akhirnya, Galaxy Z Fold 7 dinilai sebagai salah satu smartphone lipat terbaik saat ini berkat kombinasi desain tipis, performa kencang, layar nyaman, software matang, dan kamera yang andal. Namun calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan kekurangan seperti baterai, pengisian daya, aksesori yang dijual terpisah, serta kemampuan kamera telefoto sebelum memutuskan membelinya.

Editor : Maylanni Diana Fitri
HP lipat Samsung Samsung Galaxy Z Fold 7 Galaxy Z Fold 7 review Samsung Galaxy Z Fold 7 snapdragon 8 elite