Perbandingan Motor Listrik dan Motor Bensin, Mana yang Lebih Hemat untuk Penggunaan Harian?

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:45 WIB
Perbandingan motor listrik dan motor bensin menunjukkan perbedaan biaya operasional, teknologi, serta efisiensi penggunaan harian. Simak penjelasan lengkapnya di sini. (PINTEREST)
Perbandingan motor listrik dan motor bensin menunjukkan perbedaan biaya operasional, teknologi, serta efisiensi penggunaan harian. Simak penjelasan lengkapnya di sini. (PINTEREST)

BLITAR - Perbandingan motor listrik dan motor bensin masih menjadi salah satu pembahasan yang banyak dicari masyarakat. Seiring berkembangnya kendaraan listrik di Indonesia, semakin banyak konsumen yang mulai mempertimbangkan beralih dari motor berbahan bakar bensin ke motor listrik karena dinilai lebih efisien dalam biaya operasional.

Pilihan motor listrik di pasaran juga semakin beragam. Berbagai merek menawarkan spesifikasi dan harga yang kompetitif, bahkan didukung perusahaan pembiayaan yang memberikan kemudahan berupa uang muka ringan dan proses pengajuan kredit yang lebih sederhana. Kondisi tersebut membuat masyarakat memiliki lebih banyak alternatif sebelum menentukan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan.

Di sisi lain, motor bensin tetap menjadi pilihan utama sebagian besar pengguna karena jaringan pengisian bahan bakar yang luas serta performanya yang sudah terbukti dalam penggunaan sehari-hari. Lantas, jika dibandingkan dari sisi biaya operasional, mana yang sebenarnya lebih hemat?

Baca Juga: Trik Jitu Agar Tidak Grogi dan Percaya Diri saat Berbicara di Depan Umum

Motor Listrik Diklaim Lebih Efisien

Dalam pembahasan mengenai kendaraan listrik, salah satu pelaku industri, Kevin selaku pemilik PT Swapro Energi Indonesia, menyampaikan bahwa motor listrik berpotensi memberikan penghematan biaya operasional hingga sekitar 40 persen dibandingkan motor konvensional.

Menurut penjelasannya, efisiensi tersebut didukung oleh sistem penukaran baterai atau battery swap yang mulai berkembang di berbagai wilayah, khususnya di kawasan Jabodetabek. Pengguna tidak perlu membeli baterai baru ketika daya habis, melainkan cukup menukarkan baterai di titik penukaran yang telah tersedia.

Disebutkan pula bahwa telah tersedia lebih dari 400 titik battery swap di wilayah Jabodetabek. Pengguna hanya membayar biaya berlangganan atau tarif penukaran baterai sesuai paket yang dipilih.

Konsep tersebut dinilai mampu menghemat waktu karena pengguna tidak harus menunggu proses pengisian daya seperti pada sistem charging konvensional. Cukup mendatangi lokasi penukaran, baterai dapat langsung diganti dengan baterai yang telah terisi penuh.

Fitur Motor Listrik Semakin Modern

Salah satu motor listrik yang dibahas dalam transkrip adalah Smooth Tempur. Model ini dipasarkan sebagai motor listrik pintar karena telah terhubung dengan aplikasi smartphone.

Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memantau berbagai informasi kendaraan, mulai dari kondisi motor, status baterai, estimasi jarak tempuh, sistem pembayaran, hingga fitur GPS Tracker. Selain itu, tersedia pula fitur untuk mematikan mesin dari jarak jauh dan melihat riwayat perjalanan kendaraan.

Motor listrik ini dibekali baterai lithium berkapasitas 64 volt 22,5 Ah. Dalam kondisi penuh, kendaraan tersebut diklaim mampu menempuh jarak hingga sekitar 70 kilometer.

Sementara itu, motor listriknya memiliki tenaga sekitar 1.500 watt dengan kecepatan maksimum mencapai 60 kilometer per jam. Untuk mendukung mobilitas pengguna, sistem battery swap tetap menjadi salah satu keunggulan utama yang ditawarkan.

Perbandingan Biaya dengan Motor Bensin

Sebagai pembanding, transkrip juga mengulas konsumsi bahan bakar beberapa motor bensin berdasarkan data yang dikutip dari situs Honda Cengkareng.

Untuk Honda PCX 160, konsumsi bahan bakar disebut mencapai sekitar 59,4 kilometer per liter. Dengan asumsi menggunakan BBM RON 92 seharga sekitar Rp12.500 per liter, biaya yang dibutuhkan untuk menempuh jarak sekitar 120 kilometer berada di kisaran Rp25 ribuan.

Sementara itu, Honda Vario memiliki konsumsi bahan bakar sekitar 52,9 kilometer per liter. Dengan perhitungan yang sama, biaya operasionalnya tetap tergolong ekonomis untuk penggunaan harian.

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa motor bensin modern juga menawarkan efisiensi bahan bakar yang cukup baik. Namun, biaya operasional motor listrik dinilai masih memiliki peluang lebih rendah apabila pengguna memanfaatkan sistem penukaran baterai secara rutin.

Baca Juga: Trik Jitu Agar Tidak Grogi dan Percaya Diri saat Berbicara di Depan Umum

Pilihan Disesuaikan dengan Kebutuhan

Pada akhirnya, pilihan antara motor listrik dan motor bensin tidak hanya bergantung pada biaya operasional. Faktor lain seperti jarak tempuh harian, ketersediaan infrastruktur, kemudahan servis, hingga kebutuhan mobilitas juga perlu menjadi pertimbangan.

Motor listrik menawarkan biaya penggunaan yang lebih hemat serta teknologi digital yang semakin berkembang. Di sisi lain, motor bensin masih unggul dalam hal jaringan pengisian bahan bakar yang luas dan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.

Dengan semakin berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menentukan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan, anggaran, serta pola penggunaan sehari-hari.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : R indra permana
Kendaraan Listrik Indonesia Perbandingan motor listrik dan motor bensin motor bensin biaya operasional motor motor listrik