Perbandingan Motor Listrik dan Motor Bensin Mana Lebih Hemat Selama 5 Tahun Ini Hitungannya

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:50 WIB
Perbandingan motor listrik dan motor bensin menunjukkan motor listrik lebih hemat biaya kepemilikan selama lima tahun. Simak rincian harga, pajak, servis, dan konsumsi energinya. (PINTEREST)
Perbandingan motor listrik dan motor bensin menunjukkan motor listrik lebih hemat biaya kepemilikan selama lima tahun. Simak rincian harga, pajak, servis, dan konsumsi energinya. (PINTEREST)

BLITAR - Perbandingan motor listrik dan motor bensin kembali menjadi perhatian masyarakat yang tengah mempertimbangkan kendaraan roda dua untuk mobilitas harian. Selain harga pembelian, biaya operasional jangka panjang kini menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan konsumen sebelum membeli kendaraan.

Dalam perbandingan motor listrik dan motor bensin, sejumlah komponen seperti pajak kendaraan, konsumsi energi, biaya servis, hingga penggantian suku cadang menunjukkan selisih yang cukup signifikan. Perhitungan selama lima tahun penggunaan memperlihatkan bahwa motor listrik memiliki biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan motor matic berbahan bakar bensin.

Melalui simulasi yang membandingkan motor listrik M100 dengan motor matic 125 cc, terlihat bahwa efisiensi biaya tidak hanya berasal dari konsumsi energi, tetapi juga minimnya kebutuhan perawatan rutin. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kendaraan listrik semakin banyak dilirik sebagai alternatif transportasi masa kini.

Baca Juga: Trik Jitu Agar Tidak Grogi dan Percaya Diri saat Berbicara di Depan Umum

Harga Awal Motor Listrik Lebih Terjangkau

Dalam simulasi tersebut, motor listrik M100 memiliki harga on the road sekitar Rp21.999.000. Sementara itu, motor matic konvensional bermesin 125 cc dibanderol pada kisaran Rp33 jutaan.

Perbedaan harga awal tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi calon pembeli yang ingin memiliki kendaraan dengan investasi awal yang lebih rendah. Selain itu, berbagai program pembiayaan yang tersedia di pasaran turut membuat motor listrik semakin mudah dimiliki oleh masyarakat.

Meski harga pembelian menjadi pertimbangan utama, biaya kepemilikan kendaraan sebenarnya tidak berhenti pada saat transaksi awal. Pengeluaran selama masa penggunaan justru menjadi faktor yang lebih menentukan dalam jangka panjang.

Pajak dan Konsumsi Energi Jadi Pembeda

Komponen berikutnya yang dibandingkan adalah biaya pajak kendaraan selama lima tahun.

Motor listrik M100 hanya memerlukan biaya pajak sekitar Rp10.000 dalam periode tersebut. Sebaliknya, motor matic 125 cc membutuhkan biaya pajak sekitar Rp1.192.000 untuk jangka waktu yang sama.

Selisih juga terlihat pada biaya energi. Untuk penggunaan selama lima tahun, biaya pengisian daya motor listrik diperkirakan mencapai sekitar Rp2.870.400.

Sebagai pembanding, motor matic 125 cc memerlukan biaya bahan bakar sekitar Rp12.516.000 dalam periode lima tahun. Angka tersebut menunjukkan bahwa pengeluaran energi menjadi salah satu komponen yang paling besar pada kendaraan berbahan bakar bensin.

Biaya Perawatan Motor Listrik Lebih Sederhana

Selain konsumsi energi, biaya perawatan rutin juga menjadi pembeda utama antara kedua jenis kendaraan tersebut.

Motor listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin secara berkala karena menggunakan sistem penggerak listrik. Sebaliknya, motor matic konvensional membutuhkan biaya sekitar Rp1.450.000 untuk penggantian oli mesin selama lima tahun.

Pada komponen servis berkala, motor listrik juga memiliki biaya yang jauh lebih rendah. Dalam simulasi tersebut, motor listrik praktis tidak memerlukan biaya servis rutin seperti motor berbahan bakar bensin yang menghabiskan sekitar Rp1.800.000 selama lima tahun penggunaan.

Motor bensin juga memerlukan penggantian filter udara dengan total biaya sekitar Rp171.000 serta busi sekitar Rp210.000. Kedua komponen tersebut tidak diperlukan pada motor listrik karena karakteristik mesinnya berbeda.

Pengeluaran lain yang juga harus diperhitungkan pada motor matic adalah penggantian V-belt dan roller CVT dengan estimasi biaya sekitar Rp900.000 selama lima tahun.

Selain itu, terdapat biaya penggantian oli transmisi sekitar Rp137.500 dan kampas kopling matic sekitar Rp295.000. Komponen-komponen tersebut juga tidak menjadi kebutuhan pada motor listrik.

Total Biaya Kepemilikan Selama Lima Tahun

Baca Juga: Trik Jitu Agar Tidak Grogi dan Percaya Diri saat Berbicara di Depan Umum

Berdasarkan seluruh komponen yang dihitung, total biaya kepemilikan motor listrik M100 selama lima tahun diperkirakan mencapai sekitar Rp25.879.400.

Sementara itu, total biaya kepemilikan motor matic 125 cc dalam periode yang sama mencapai sekitar Rp42.481.500.

Artinya, terdapat selisih pengeluaran lebih dari Rp16 juta selama lima tahun penggunaan. Selisih tersebut berasal dari kombinasi harga awal kendaraan yang lebih rendah, biaya energi yang lebih hemat, serta minimnya kebutuhan perawatan berkala.

Meski demikian, keputusan memilih motor listrik maupun motor bensin tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna. Faktor seperti ketersediaan fasilitas pengisian daya, jarak tempuh harian, layanan purna jual, hingga kebiasaan berkendara tetap menjadi pertimbangan penting sebelum menentukan pilihan.

Dengan semakin berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, masyarakat kini memiliki lebih banyak alternatif kendaraan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas sekaligus mempertimbangkan efisiensi biaya dalam jangka panjang.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : TECHKNOW7
biaya motor listrik Perbandingan motor listrik dan motor bensin motor listrik M100 motor matic 125 cc biaya operasional kendaraan