Perbandingan Motor Listrik dan Motor Bensin Mana yang Lebih Hemat? Ini Hasil Simulasi Biayanya

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:55 WIB
Perbandingan motor listrik dan motor bensin menunjukkan hasil berbeda tergantung mobilitas pengguna. Simak simulasi biaya operasional lengkapnya sebelum memilih. (PINTEREST)
Perbandingan motor listrik dan motor bensin menunjukkan hasil berbeda tergantung mobilitas pengguna. Simak simulasi biaya operasional lengkapnya sebelum memilih. (PINTEREST)

BLITAR - Perbandingan motor listrik dan motor bensin kembali menjadi topik yang banyak diperbincangkan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah motor listrik benar-benar lebih hemat dibandingkan motor berbahan bakar bensin jika digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dilakukan simulasi perhitungan biaya operasional menggunakan dua model yang cukup mewakili masing-masing kategori, yakni Polytron Fox sebagai motor listrik dengan sistem sewa baterai dan Honda BeAT 2023 sebagai motor bensin yang dikenal irit konsumsi bahan bakar.

Hasil simulasi menunjukkan bahwa perbandingan motor listrik dan motor bensin tidak bisa disimpulkan hanya dari biaya pengisian daya atau bahan bakar saja. Tingkat mobilitas pengguna ternyata menjadi faktor utama yang menentukan kendaraan mana yang lebih ekonomis digunakan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Bantah Mitos Mandalika, Sebut Angin dan Cuaca Jadi Tantangan Utama Moto3 Indonesia 2026

Simulasi Dimulai dari Biaya Energi per Kilometer

Perhitungan menggunakan tarif listrik rumah tangga berdaya 900 VA dan 1.300 VA dengan tarif sekitar Rp1.444,7 per kWh. Sementara itu, harga BBM yang digunakan dalam simulasi adalah Pertalite sebesar Rp10.000 per liter.

Honda BeAT diasumsikan mampu menempuh jarak hingga 60 kilometer menggunakan satu liter BBM. Dengan demikian, biaya operasionalnya sekitar Rp166 per kilometer.

Sebaliknya, Polytron Fox dengan kapasitas baterai sekitar 1,94 kWh membutuhkan biaya sekitar Rp2.800 untuk sekali pengisian penuh. Dalam kondisi baterai penuh, motor listrik tersebut mampu menempuh jarak hingga 70 kilometer sehingga biaya energinya hanya sekitar Rp40 per kilometer.

Dari sisi konsumsi energi murni, motor listrik menawarkan biaya perjalanan yang jauh lebih rendah dibandingkan motor bensin.

Mobilitas Rendah Masih Menguntungkan Motor Bensin

Meski biaya listrik lebih murah, hasil akhir ternyata berubah ketika seluruh biaya operasional tahunan ikut dihitung.

Dalam simulasi pertama, pengguna Honda BeAT menghabiskan empat liter Pertalite selama dua minggu atau sekitar 240 kilometer perjalanan. Jika dihitung selama satu tahun, jarak tempuh mencapai sekitar 6.257 kilometer.

Pada kondisi tersebut, biaya bahan bakar Honda BeAT mencapai sekitar Rp1,03 juta per tahun. Sementara biaya listrik Polytron Fox hanya sekitar Rp248 ribu.

Namun biaya lain seperti sewa baterai, penggantian oli, dan pajak tahunan juga diperhitungkan.

Honda BeAT memerlukan biaya penggantian oli sekitar Rp50 ribu setiap 4.000 kilometer. Selain itu terdapat pajak tahunan sekitar Rp233 ribu.

Sementara Polytron Fox tidak membutuhkan biaya oli mesin, tetapi memiliki kewajiban membayar sewa baterai sekitar Rp125 ribu per bulan untuk Fox S. Pajak tahunannya juga jauh lebih rendah, yakni sekitar Rp35 ribu.

Ketika seluruh komponen dijumlahkan, total biaya tahunan Honda BeAT mencapai sekitar Rp1,36 juta. Adapun Polytron Fox S mencapai sekitar Rp1,78 juta.

Artinya, pada penggunaan harian sekitar 17 kilometer, motor bensin masih menjadi pilihan yang lebih hemat.

Motor Listrik Mulai Unggul Saat Mobilitas Naik

Situasi berubah ketika tingkat penggunaan kendaraan semakin tinggi.

Pada simulasi berikutnya, empat liter Pertalite diasumsikan habis dalam waktu satu minggu. Dalam kondisi ini, Polytron Fox S mulai mencatat biaya operasional tahunan yang lebih rendah dibandingkan Honda BeAT.

Keunggulan tersebut semakin terlihat ketika pengguna menempuh perjalanan sekitar 60 kilometer per hari atau setara menghabiskan satu liter Pertalite setiap hari.

Selisih pengeluaran antara motor listrik dan motor bensin semakin besar seiring meningkatnya jarak tempuh harian.

Bahkan pada simulasi penggunaan dua hingga tiga liter BBM per hari atau sekitar 120 hingga 180 kilometer perjalanan setiap hari, motor listrik menunjukkan potensi penghematan biaya operasional yang jauh lebih signifikan.

Hal ini terjadi karena biaya energi listrik tetap jauh lebih rendah dibandingkan konsumsi bahan bakar bensin ketika kendaraan digunakan secara intensif.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Bantah Mitos Mandalika, Sebut Angin dan Cuaca Jadi Tantangan Utama Moto3 Indonesia 2026

Harga Pembelian Juga Perlu Dipertimbangkan

Selain biaya operasional, simulasi juga mempertimbangkan harga pembelian kendaraan.

Honda BeAT memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan Polytron Fox. Namun selisih harga tersebut dianalisis dengan pendekatan sistem sewa baterai.

Dalam simulasi, selisih harga pembelian antara Polytron Fox S dan Honda BeAT dinilai dapat digunakan untuk membayar biaya sewa baterai selama kurang lebih 4,6 tahun. Sementara untuk Polytron Fox R setara sekitar dua tahun biaya sewa baterai.

Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa keputusan memilih motor listrik atau motor bensin sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna.

Bagi masyarakat dengan mobilitas harian rendah, motor bensin masih menawarkan biaya total yang lebih ekonomis. Sebaliknya, pengguna dengan aktivitas tinggi berpotensi memperoleh penghematan lebih besar jika beralih ke motor listrik.

Dengan demikian, perbandingan motor listrik dan motor bensin tidak hanya bergantung pada biaya pengisian energi, tetapi juga dipengaruhi pola penggunaan, biaya perawatan, pajak, serta sistem kepemilikan kendaraan yang dipilih.


 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : U-Winfly Indonesia
Honda Beat Polytron Fox Perbandingan motor listrik dan motor bensin biaya operasional kendaraan motor listrik