JAKARTA – Rocket AI Glasses resmi hadir di Indonesia membawa konsep kacamata pintar yang tak hanya mampu merekam video POV, tetapi juga menampilkan layar langsung di lensa, menerjemahkan hingga 89 bahasa secara real time, menjalankan AI seperti ChatGPT dan Gemini, serta menghadirkan navigasi peta langsung di depan mata. Kombinasi fitur tersebut membuat perangkat ini menjadi salah satu inovasi wearable paling menarik pada 2026.
Produk ini telah dipasarkan secara resmi dengan garansi PT Denka Pratama dan tersedia melalui e-commerce maupun sejumlah gerai Doctor Specs Indonesia.
Fitur Rocket AI Glasses Jadi Pembeda dari Smart Glasses Lain
Rocket AI Glasses hadir dalam dua varian, yakni Rocket AI Glasses Neo tanpa display dan Rocket AI Glasses Display yang memiliki layar micro LED di dalam lensa.
Layar tersebut menggunakan teknologi Micro LED Waveguide sehingga pengguna tetap bisa melihat lingkungan sekitar sambil memperoleh berbagai informasi digital secara real time.
Seluruh tampilan diproyeksikan ke kedua mata sehingga tetap terlihat meski salah satu mata ditutup.
Dari sisi desain, kacamata ini menggunakan material TR90 Thermoplastic dengan engsel berbahan titanium sehingga tetap ringan meski telah dibekali baterai, prosesor, kamera, speaker, serta berbagai sensor.
Baca Juga: Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar, Mbangun Blitar Tak Sekadar Infrastruktur, tapi Juga Peradaban
Rocket AI Glasses juga memakai prosesor Snapdragon AR1 Gen 1, RAM 2 GB, penyimpanan internal 32 GB, dan baterai berkapasitas 210 mAh.
Untuk kamera, perangkat ini mengandalkan sensor Sony IMX681 12 MP lengkap dengan image stabilization sehingga hasil video tetap stabil meski digunakan berjalan maupun berlari.
Dalam pengujian, perekaman video saat berkendara maupun berjalan menghasilkan gambar yang minim guncangan.
AI, Live Translation, hingga Navigasi Real Time Jadi Andalan
Salah satu keunggulan Rocket AI Glasses adalah integrasi berbagai model AI seperti ChatGPT, Gemini, Qwen, dan DeepSeek.
Pengguna dapat bertanya menggunakan suara melalui perintah “Hi Rocket” atau menekan touchpad pada gagang kacamata.
AI mampu mengenali objek melalui kamera, menjawab pertanyaan, mencari informasi internet, hingga membantu navigasi.
Saat digunakan berkendara, pengguna dapat meminta rute menuju lokasi tertentu dan petunjuk arah akan muncul langsung pada sudut bawah tampilan lensa.
Meski demikian, navigasi tetap memanfaatkan GPS dari smartphone yang terhubung melalui aplikasi pendamping.
Fitur lain yang paling menarik ialah Live Translation.
Rocket AI Glasses mampu menerjemahkan hingga 89 bahasa apabila pengguna memilih mode bahasa tertentu.
Sementara pada mode deteksi otomatis, perangkat mendukung 29 bahasa.
Seluruh hasil terjemahan akan langsung muncul di layar sehingga percakapan lebih mudah dipahami tanpa harus membuka aplikasi penerjemah di ponsel.
Selain itu tersedia pula fitur subtitle yang mengubah percakapan menjadi teks secara langsung.
Fitur ini bahkan dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu bagi pengguna yang mengalami gangguan pendengaran ringan.
Baca Juga: Asal-Usul Nama Blitar Terungkap, Ternyata Bukan dari Prasasti Balitar I, Ini Bukti Sejarahnya
Rocket AI Glasses tidak hanya berfungsi sebagai perangkat AI, tetapi juga sebagai kamera wearable.
Pengguna dapat mengambil foto hingga resolusi 4K, merekam video maksimal 10 menit, serta melakukan screen recording yang menampilkan kondisi dunia nyata beserta tampilan HUD (Head-Up Display) secara bersamaan.
Menurut hasil pengujian dalam video, kualitas foto tetap tajam dengan reproduksi warna yang baik, termasuk saat memotret pada kondisi cahaya matahari menjelang senja.
Video malam hari juga masih menghasilkan detail yang cukup baik dengan tingkat noise yang masih terkendali.
Baca Juga: Asal-Usul Nama Blitar Terungkap, Ternyata Bukan dari Prasasti Balitar I, Ini Bukti Sejarahnya
Pengguna cukup mengirim naskah melalui aplikasi, kemudian teks akan muncul di layar kacamata saat presentasi.
Untuk teks berbahasa Inggris maupun Mandarin, tersedia fitur Smart Scroll yang mampu menggulirkan teks secara otomatis mengikuti kecepatan bicara pengguna.
Rocket AI Glasses juga mendukung live streaming langsung ke YouTube menggunakan stream key.
Dengan demikian pengguna dapat menyiarkan aktivitas menggunakan sudut pandang orang pertama tanpa perlu memegang smartphone.
Di sektor audio, perangkat dibekali empat mikrofon directional lengkap dengan noise cancellation sehingga kualitas suara saat panggilan telepon maupun perekaman tetap terdengar jelas.
Pengisian daya dari 20 persen hingga penuh hanya membutuhkan sekitar 33 menit.
Sementara konsumsi baterai saat merekam video 10 menit berkisar 20 persen, sedangkan mendengarkan musik selama 5–6 menit hanya mengurangi sekitar 1 persen daya.
Secara keseluruhan, Rocket AI Glasses menawarkan kombinasi kamera stabil, AI, navigasi, live translation, teleprompter, hingga live streaming dalam satu perangkat wearable. Berdasarkan pengujian pada video, perangkat ini dinilai layak dipertimbangkan bagi pengguna yang membutuhkan teknologi penunjang produktivitas maupun pembuatan konten.
Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir