JAKARTA – AI Smart Glasses G1 menjadi salah satu gadget yang sedang ramai diperbincangkan di marketplace karena menawarkan fitur kamera, AI Assistant, penerjemah teks, hingga perekaman video dengan harga sekitar Rp900 ribuan. Meski dibanderol jauh lebih murah dibanding Ray-Ban Meta Glasses, perangkat ini tetap menghadirkan pengalaman smart glasses yang cukup menarik untuk pengguna pemula.
Smart glasses ini menawarkan kamera 8 MP, koneksi Bluetooth dan Wi-Fi, fitur AI image recognition, penerjemah teks, serta kontrol musik melalui panel sentuh di bagian samping frame. Namun, bagaimana performanya saat digunakan sehari-hari?
AI Smart Glasses G1 hadir dengan desain sporty berwarna hitam yang tidak terlihat mencolok layaknya perangkat futuristik. Dari luar, tampilannya masih menyerupai kacamata biasa sehingga tidak langsung menarik perhatian orang di sekitar.
Dalam paket penjualannya tersedia tiga jenis lensa yang dapat diganti, yaitu blue light, sunglasses, dan brown gradient. Selain itu terdapat kabel charger magnetik, pouch penyimpanan, kain pembersih, hingga buku panduan penggunaan.
Frame kacamata memang dibuat sedikit lebih tebal di sisi kanan dan kiri karena menjadi tempat berbagai komponen elektronik, termasuk kamera 8 MP, baterai, speaker, dan chipset.
Bobotnya hanya sekitar 38 gram, sehingga masih tergolong ringan untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Proses koneksi ke smartphone juga cukup mudah melalui aplikasi Sence Glasses App yang tersedia untuk Android maupun iOS. Setelah terhubung, pengguna dapat mengakses berbagai fitur AI serta mengatur hasil foto dan video langsung dari aplikasi.
Kamera 8 MP, AI Assistant, hingga Fitur Translate Jadi Andalan
Fitur utama AI Smart Glasses G1 adalah kamera 8 MP yang mampu mengambil foto serta merekam video Full HD 1080p 30 fps dari sudut pandang pengguna (POV).
Dalam pengujian, hasil foto dinilai cukup baik untuk kebutuhan konten media sosial atau dokumentasi ringan. Warna yang dihasilkan memang cenderung datar dengan dynamic range terbatas, namun masih sesuai dengan harga yang ditawarkan.
Untuk perekaman video, kualitasnya cukup memadai saat digunakan di luar ruangan dengan pencahayaan yang baik. Sebaliknya, ketika digunakan pada kondisi minim cahaya, detail gambar mulai menurun dan noise cukup terlihat.
Fitur AI Assistant juga menjadi nilai jual utama perangkat ini. Pengguna dapat melakukan identifikasi objek maupun menerjemahkan tulisan berbahasa asing seperti Jepang atau Korea melalui kamera.
Hasil terjemahan akan langsung ditampilkan pada aplikasi di smartphone sehingga cukup membantu ketika bepergian ke luar negeri.
Selain itu tersedia kontrol musik melalui touchpad di sisi frame, fitur perekaman suara, hingga berbagai shortcut tombol yang memudahkan pengoperasian tanpa harus membuka aplikasi.
Baterai Terbatas, Aplikasi Belum Stabil, tetapi Masih Worth It
Meski menawarkan banyak fitur, AI Smart Glasses G1 masih memiliki sejumlah kekurangan.
Daya tahan baterainya hanya sekitar 80–90 menit untuk perekaman video secara terus-menerus dengan waktu siaga sekitar 2–3 jam. Pengisian daya hingga penuh membutuhkan waktu sekitar satu jam menggunakan kabel magnetik.
Kualitas mikrofon juga cukup baik ketika digunakan di dalam ruangan. Namun saat berada di luar ruangan, suara angin cukup mudah masuk sehingga kualitas audio menjadi menurun.
Koneksi aplikasi terkadang juga kurang stabil, terutama ketika layar smartphone mati. Pengguna disarankan mengaktifkan fitur keep app running in background agar koneksi Bluetooth tetap terjaga.
Dari sisi AI, respons pengenalan objek sesekali masih mengalami keterlambatan sehingga belum bisa diandalkan untuk penggunaan profesional.
Secara keseluruhan, AI Smart Glasses G1 bukanlah pesaing langsung Ray-Ban Meta Glasses yang memiliki harga belasan juta rupiah. Namun dengan banderol sekitar Rp900 ribuan, perangkat ini sudah menawarkan pengalaman menggunakan smart glasses dengan fitur AI yang cukup lengkap.
Bagi content creator pemula, traveler, atau pencinta gadget unik, AI Smart Glasses G1 bisa menjadi pilihan menarik untuk mencoba teknologi wearable tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Sebaliknya, bagi pengguna yang mengutamakan kualitas kamera, stabilitas AI, dan daya tahan baterai tinggi, perangkat ini masih memiliki beberapa keterbatasan yang perlu dipertimbangkan.
Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir