Samsung Galaxy Z Fold 8, Unik Banget tapi Ada Kekurangan yang Mulai Terasa di Hari Pertama

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 18:40 WIB
Samsung Galaxy Z Fold 8 punya desain tipis, layar anti-reflektif, dan baterai 4.800 mAh. Namun, ada sejumlah kekurangan yang mulai terasa. (Pinterest)
Samsung Galaxy Z Fold 8 punya desain tipis, layar anti-reflektif, dan baterai 4.800 mAh. Namun, ada sejumlah kekurangan yang mulai terasa. (Pinterest)

JAKARTA – Samsung Galaxy Z Fold 8 langsung mencuri perhatian sejak pertama kali digunakan. Desainnya yang lebih tipis dan unik membuat perangkat ini terasa berbeda dibanding generasi sebelumnya. Namun, setelah dipakai selama satu hingga dua hari, sejumlah kelebihan sekaligus kekurangan mulai terasa.

Galaxy Z Fold 8 bukan sekadar HP biasa dengan layar yang bisa dilipat. Perangkat ini menawarkan pengalaman multitasking yang lebih luas, terutama untuk aktivitas seperti membuka Google Maps, Gmail, menonton video, hingga mengetik dalam jumlah banyak.

Salah satu perubahan yang cukup terasa adalah desain bodinya. Galaxy Z Fold 8 disebut lebih tipis dibanding pendahulunya. Ketika digunakan di luar ruangan, desain tersebut bahkan cukup menarik perhatian orang di sekitar.

Baca Juga: Liverpool Incar Bek Uruguay? Rumor Transfer Muncul di Tengah Duel Panas Kontra Barcelona

Layar dan Flex Mode Jadi Sorotan

Salah satu hal yang cukup mengejutkan adalah perubahan pada mekanisme layar lipat. Dalam penggunaan tertentu, perangkat tidak lagi memberikan pengalaman Flex Mode seperti generasi sebelumnya.

Saat layar dibuka sekitar 90 derajat, perangkat dapat langsung terlipat ke belakang. Padahal, pada generasi sebelumnya, posisi tersebut masih bisa dipertahankan dengan lebih baik.

Absennya beberapa fungsi Flex Mode juga terasa ketika menggunakan YouTube atau kamera. Pada generasi sebelumnya, bagian bawah layar dapat berubah menjadi kontrol ketika perangkat digunakan dalam posisi setengah terlipat.

Meski begitu, Galaxy Z Fold 8 memiliki keunggulan lain. Layar bagian dalam terasa memiliki lapisan anti-reflektif yang membuat pantulan cahaya sedikit lebih diredam dibandingkan Galaxy Z Fold 7.

Perbedaannya memang tidak terlalu drastis, tetapi cukup membantu ketika perangkat digunakan di tempat dengan banyak sumber cahaya atau berada dekat jendela.

Multitasking Lebih Nyaman

Keunggulan layar besar Galaxy Z Fold 8 semakin terasa ketika digunakan untuk aktivitas multitasking. Google Maps, misalnya, dapat menampilkan peta sekaligus informasi mengenai lokasi dalam satu layar.

Begitu sebuah tempat dipilih, informasi lokasi bisa muncul di sisi lain tanpa harus bolak-balik membuka halaman. Pengalaman serupa juga ditemukan ketika menggunakan Gmail.

Ketika sebuah tautan dibuka dari email, halaman tersebut dapat muncul dalam mode split screen. Isi email tetap terlihat sementara halaman yang dibuka berada di sisi lainnya.

Namun, ada pula kekurangan ketika perangkat digunakan untuk menonton video. Posisi kedua speaker berada di sisi yang sama ketika perangkat digunakan dalam orientasi landscape. Akibatnya, suara terasa kurang seimbang dibandingkan perangkat dengan posisi speaker yang lebih ideal.

Keyboard Lega, tetapi Memakan Layar

Galaxy Z Fold 8 juga menawarkan keyboard yang cukup nyaman karena ukurannya lebih luas. Namun, ketika digunakan dalam kondisi layar terbuka sebagian, keyboard dapat mengambil hampir setengah area layar.

Akibatnya, ruang untuk melihat percakapan atau dokumen terasa lebih sempit. Untungnya, pengguna dapat membuka perangkat sepenuhnya dan mengetik dalam posisi portrait sehingga area kerja menjadi jauh lebih lega.

Untuk penggunaan sehari-hari, perangkat ini juga memiliki kemampuan multitasking yang menarik. Namun, terdapat batasan ketika dua aplikasi sama-sama menghasilkan suara. Ketika audio dari satu aplikasi aktif, aplikasi lain dapat otomatis berhenti.

Baca Juga: Liverpool Dikaitkan dengan Bek Uruguay, Rumor Transfer Ini Muncul di Tengah Duel Sengit vs Barcelona

Baterai 4.800 mAh Tembus 6 Jam 43 Menit

Dalam pengujian hari pertama, Galaxy Z Fold 8 mencatat screen-on time sekitar 6 jam 43 menit. Hasil tersebut cukup menjanjikan, terlebih penggunaan kamera mencapai sekitar 50 menit.

Namun, hasil tersebut belum bisa menjadi patokan final karena pengujian baru dilakukan pada hari pertama. Daya tahan baterai masih perlu diuji selama beberapa hari untuk melihat apakah hasilnya konsisten.

Untuk pengisian daya, baterai dari 15 persen menuju 70 persen membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Setelah itu, proses pengisian menjadi lebih lambat. Dari 70 persen hingga 99 persen membutuhkan waktu sekitar 30 menit berikutnya.

Dengan demikian, pengisian dari 15 hingga 99 persen membutuhkan waktu sekitar satu jam menggunakan Super Fast Charging 2.0 hingga 45 watt.

Secara keseluruhan, Galaxy Z Fold 8 memberikan impresi awal yang cukup positif. Desain tipis, layar besar, kemampuan multitasking, dan daya tahan baterai menjadi beberapa keunggulannya.

Namun, perangkat ini masih memiliki sejumlah catatan, terutama terkait Flex Mode, posisi speaker, serta kemampuan menjalankan audio dari dua aplikasi secara bersamaan. Karena pengujian baru dilakukan pada tahap awal, pengalaman penggunaan dalam beberapa minggu ke depan akan menjadi penentu apakah Galaxy Z Fold 8 benar-benar mampu mempertahankan daya tariknya atau justru mulai menunjukkan lebih banyak kekurangan.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : youtuber cupu
Samsung Galaxy Z Fold 8 Galaxy Z Fold 8 HP lipat Samsung review Galaxy Z Fold 8 samsung