JAKARTA – Samsung Galaxy Z Fold 8 menjadi salah satu smartphone lipat yang menarik perhatian berkat desainnya yang semakin tipis dan pengalaman penggunaan yang berbeda dari HP konvensional. Namun, setelah digunakan selama satu hingga dua hari, perangkat ini ternyata tidak hanya menunjukkan kelebihan.
Pengalaman awal menggunakan Galaxy Z Fold 8 terasa cukup unik. Desain bodinya membuat perangkat terlihat berbeda ketika digunakan di tempat umum. Bahkan, bentuknya yang tipis dan modern disebut mampu menarik perhatian orang di sekitar.
Di balik desain tersebut, Galaxy Z Fold 8 menawarkan sejumlah peningkatan yang membuatnya menarik untuk aktivitas sehari-hari. Layar besar menjadi salah satu nilai jual utama, terutama ketika digunakan untuk multitasking, navigasi, membaca email, hingga menikmati konten multimedia.
Baca Juga: Liverpool Dikaitkan dengan Bek Uruguay, Ada Sinyal Transfer di Tengah Laga Kontra Barcelona?
Flex Mode Jadi Salah Satu Catatan
Meski membawa desain baru, Galaxy Z Fold 8 ternyata memiliki perubahan yang cukup disayangkan pada pengalaman Flex Mode. Ketika layar dibuka hingga sekitar 90 derajat, perangkat dapat langsung terlipat ke belakang sehingga pengguna harus menyesuaikan cara memakainya.
Fungsi Flex Mode pada beberapa aktivitas juga tidak lagi terasa senyaman generasi sebelumnya. Saat menonton YouTube dengan posisi layar setengah terlipat, misalnya, pengalaman kontrol di bagian bawah layar tidak sama seperti pada generasi sebelumnya.
Hal serupa juga ditemukan ketika menggunakan kamera. Tampilan preview pada posisi tertentu justru dapat terbagi di bagian tengah layar. Padahal, salah satu keuntungan HP lipat adalah kemampuannya berdiri sendiri tanpa membutuhkan tripod.
Walaupun demikian, perangkat tetap bisa diposisikan dalam sudut tertentu untuk berdiri sendiri. Fitur ini masih terasa berguna ketika digunakan untuk menonton video atau mengambil gambar secara hands-free.
Layar Lebih Nyaman Digunakan
Salah satu peningkatan yang cukup menarik terdapat pada layar bagian dalam. Galaxy Z Fold 8 terasa memiliki kemampuan mengurangi pantulan cahaya yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.
Perbedaannya memang tidak terlalu besar, tetapi cukup membantu ketika perangkat digunakan di ruangan dengan pencahayaan terang atau berada di dekat jendela.
Layar berukuran besar juga membuat aktivitas multitasking menjadi lebih nyaman. Ketika membuka Google Maps, pengguna dapat melihat area peta yang lebih luas sekaligus informasi mengenai lokasi yang dipilih di sisi lainnya.
Pengalaman serupa bisa ditemukan ketika menggunakan Gmail. Tautan yang dibuka dari email dapat ditampilkan dalam mode split screen sehingga isi email tetap terlihat tanpa harus berpindah aplikasi berkali-kali.
Speaker Kurang Ideal Saat Menonton
Namun, bentuk layar Galaxy Z Fold 8 juga membawa konsekuensi terhadap posisi speaker. Saat perangkat digunakan dalam posisi landscape untuk menonton video, kedua speaker berada di sisi yang sama.
Hal tersebut membuat suara terasa kurang seimbang. Pada generasi sebelumnya, masalah ini tidak terlalu terasa karena bentuk layar lebih kotak sehingga perangkat masih bisa diputar dan menempatkan speaker di sisi berbeda.
Untuk urusan mengetik, keyboard Galaxy Z Fold 8 terasa lega. Akan tetapi, ukurannya yang besar membuat keyboard mengambil hampir separuh area layar. Akibatnya, ruang untuk melihat chat atau dokumen terasa lebih sempit.
Untungnya, pengguna bisa membuka perangkat sepenuhnya dan mengetik dalam posisi portrait. Dengan begitu, area kerja menjadi jauh lebih luas.
Baca Juga: Liverpool Incar Bek Uruguay? Rumor Transfer Muncul di Tengah Duel Panas Kontra Barcelona
Baterai Cukup Menjanjikan
Galaxy Z Fold 8 membawa baterai berkapasitas 4.800 mAh. Pada penggunaan hari pertama, perangkat mampu mencatat screen-on time sekitar 6 jam 43 menit.
Hasil tersebut cukup baik mengingat penggunaan kamera juga cukup intensif, dengan durasi sekitar 50 menit. Namun, hasil satu hari belum cukup untuk memastikan ketahanan baterai secara keseluruhan.
Pengujian beberapa hari berikutnya tetap diperlukan untuk melihat apakah performanya konsisten dalam berbagai pola penggunaan.
Untuk pengisian daya, baterai dari 15 persen hingga 70 persen membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Setelah itu, proses pengisian mulai melambat dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit lagi untuk mencapai 99 persen.
Dengan Super Fast Charging 2.0 hingga 45 watt, pengisian dari 15 persen hingga 99 persen membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Multitasking Audio Masih Terbatas
Satu hal lain yang cukup mengganggu adalah kemampuan menjalankan audio dari dua aplikasi secara bersamaan. Ketika pengguna sedang menonton YouTube kemudian membuka Instagram dan memutar Reels, audio YouTube otomatis berhenti.
Masalahnya, YouTube tidak menyediakan tombol mute khusus untuk video yang sedang diputar. Akibatnya, pengguna tidak bisa sekadar mematikan suara YouTube sambil tetap membiarkan videonya berjalan.
Secara keseluruhan, Galaxy Z Fold 8 tetap menawarkan pengalaman yang menarik. Desain tipis, layar luas, multitasking, dan baterai yang cukup menjanjikan menjadi beberapa keunggulannya.
Namun, beberapa perubahan pada Flex Mode, posisi speaker, serta keterbatasan audio ketika menjalankan dua aplikasi menunjukkan bahwa HP lipat ini belum sepenuhnya sempurna.
Pengalaman penggunaan dalam beberapa minggu ke depan akan menjadi penentu apakah berbagai kekurangan tersebut hanya terasa di awal atau benar-benar menjadi masalah dalam penggunaan jangka panjang.
Editor : M. Helmi NurhisamSumber : youtuber cupu