Lebih Tahu Tentang Komunitas Balap Tamiya di Kota Blitar usai Masuk Naungan IMI-KONI Jadi Cabor Anyar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 21:00 WIB
Mini 4WD UNTUK RADAR BLITAR
HOBI JADI PRESTASI: Latihan bersama balap tamiya yang digelar komunitas Mini 4 WD di Kota Blitar beberapa waktu lalu.
Mini 4WD UNTUK RADAR BLITAR HOBI JADI PRESTASI: Latihan bersama balap tamiya yang digelar komunitas Mini 4 WD di Kota Blitar beberapa waktu lalu.

 

BLITAR KAWENTAR – Nostalgia mainan mobil-mobilan rakitan berkecepatan tinggi atau tamiya kini tidak lagi sekadar pengisi waktu luang bagi warga Kota Blitar. Komunitas pencinta Mini 4WD di Bumi Bung Karno resmi bertransformasi menancapkan fondasi menuju cabang olahraga (cabor) berprestasi.

Eksistensi balap mobil trek ini kian menunjukkan taji lewat giat latihan bersama berkonsep open race secara berkala. Ajang pemanasan tersebut rutin menggunakan regulasi standar STBF 2026 sebagai persiapan menghadapi kejuaraan resmi.

Humas Jamaah Tamiya Bajatar, Dimas Riza Praditya mengungkapkan, denyut perkembangan ekosistem Mini 4WD di Kota Blitar melaju sangat pesat. Terdapat tiga komunitas utama yang aktif bergerak yakni kelas STB Up, Damper Style, dan STO.

Baca Juga: Keluarga Pelaku Perundungan di Blitar Pilih Mundur dari Sekolah, Ini Respon SMPN 1 Doko

"Sebagian besar dari kami sudah akrab dengan tamiya sejak kecil. Sekarang, semangat itu kami dorong agar hobi ini naik kelas menjadi cabor yang berorientasi pada raihan prestasi," ujarnya, kemarin (7/8).

Menariknya, ajang latihan bersama yang digelar komunitas Blitar ini tidak hanya menggaet pembalap (racer) lokal, tetapi juga menyedot antusiasme peserta lintas daerah seperti Malang, Tulungagung, Nganjuk, hingga Kediri.

Potensi besar olahraga berbasis komunitas ini mendapat dukungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Blitar.

Baca Juga: Bawa Program POJOK Berdaya, Finalis Raki Jatim 2026 asal Kota Blitar Ini Ingin Dorong Wisata Inklusif

Wakil Ketua II KONI Kota Blitar Heru Santoso menegaskan komitmennya untuk memotivasi sekaligus mendampingi tumbuh kembang cabang olahraga baru di tengah masyarakat. ”Tamiya itu nama merek dagangnya, sedangkan nama resmi cabang olahraganya adalah Mini 4WD yang berada di bawah naungan IMI. Kami melihat potensi besar melahirkan atlet berprestasi dari sini. Karena itu, legalitas organisasi harus segera dirampungkan agar proses pembinaan bisa berjalan terstruktur," jelasnya.

Heru turut memberikan apresiasi tinggi kepada salah satu racer andalan Kota Blitar, Dimas, yang kerap menorehkan prestasi di kancah nasional dan bersiap kembali bertanding di kejuaraan tingkat nasional di Jogjakarta.

Sinyal hijau juga dilontarkan oleh Ketua Bidang Olahraga IMI Kota Blitar, Deddy Nurdiansyah. Dia memastikan siap memfasilitasi seluruh proses administrasi agar komunitas Mini 4WD memiliki payung hukum resmi di bawah naungan IMI.

Dengan adanya jaminan legalitas dan pendampingan dari IMI serta KONI, para pegiat Mini 4WD di Kota Blitar optimistis mampu melahirkan generasi racer yang tangguh, tertata, dan siap bersaing di ajang resmi.

Baca Juga: CORTIS Ungkap Sisi Kocak Jelang Comeback REDRED, dari Jjimjilbang hingga Konflik Kamar Mandi

”Proses pembentukan kepengurusannya tidak akan memakan waktu lama. Kami segera berkoordinasi intensif untuk menyelesaikan berkas administrasi. Target kita jelas, menyulap hobi menjadi prestasi yang bisa mengharumkan nama daerah di level regional hingga nasional," pungkasnya.(jar/c1/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
tamiya Mini 4 WD imi KONI Kota Blitar cabor