JAKARTA - Polytron Fox 350 dipilih Ahmad Sinan sebagai kendaraan harian setelah sebelumnya menggunakan Yamaha NMAX. Keputusan membeli motor listrik Polytron Fox 350 itu dipengaruhi biaya operasional NMAX yang dinilai cukup besar serta kebutuhan mobilitas tinggi untuk bekerja dan berburu konten di kawasan Jabodetabek.
Polytron Fox 350 Gantikan NMAX karena Biaya Operasional
Polytron Fox 350 baru tiga hari berada di rumah Ahmad Sinan ketika ia membagikan pengalamannya melalui video. Sebelumnya, ia mengandalkan Yamaha NMAX untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Polytron Fox 350 Bukan Sekadar Motor Baru, Ini Penyempurnaan Fox Air dengan Fitur Canggih
Keputusan berpindah ke motor listrik tersebut juga dipengaruhi masalah pada NMAX yang digunakan. Menurut Ahmad, motor mengalami kerusakan mesin setelah sebuah komponen bermasalah dan tetap dipaksakan digunakan.
Motor kemudian dibawa ke Yamaha. Ia menyebut biaya perbaikan yang disarankan mencapai sekitar Rp2,9 juta, termasuk penggantian blok, piston, dan sejumlah komponen lainnya.
Selain biaya perbaikan, pengeluaran bahan bakar menjadi pertimbangan. Ahmad mengaku kebutuhan bensin NMAX bisa mencapai sekitar Rp500 ribu hingga Rp650 ribu per bulan, belum termasuk biaya oli.
Ia juga menyebut harga Pertamax yang digunakan saat itu mencapai Rp16.300 per liter. Sekali mengisi penuh, biaya yang dikeluarkan sekitar Rp115 ribu hingga Rp116 ribu dan menurut pengalamannya hanya cukup untuk sekitar empat hari.
Sekali Cas Diklaim Bisa Tempuh 130 Kilometer
Ahmad memilih Polytron Fox 350 karena menilai motor listrik tersebut lebih sesuai untuk mobilitas hariannya. Aktivitasnya cukup padat, mulai dari pekerjaan hingga membuat konten di Tangerang Selatan, Bintaro, Jakarta Selatan, dan Sunter.
Dalam video, Ahmad menyebut Polytron Fox 350 memiliki jarak tempuh hingga 130 kilometer dalam sekali pengisian daya. Ia menjelaskan angka tersebut berkaitan dengan penggunaan mode berkendara tertentu.
Baca Juga: Geger! Motor Listrik Polytron Fox 500 Cuma Habis Rp6 Ribu Jarak Depok-Jakarta, Ini Rahasia Iritnya!
Motor ini memiliki mode D dan Sport. Menurut Ahmad, mode D lebih cocok untuk penggunaan sehari-hari, sedangkan penggunaan mode Sport membuat jarak tempuh yang diperoleh lebih rendah, sekitar 80–90 kilometer berdasarkan pengalamannya.
Ia juga mengatakan motor tersebut tidak akan digunakan untuk perjalanan jauh seperti touring ke Bogor atau Bandung. Penggunaannya lebih difokuskan untuk mobilitas perkotaan, termasuk menuju Depok, Jakarta Selatan, dan Sunter.
Pengisian Daya Jadi Perhatian, Terutama di Rumah
Salah satu hal yang diuji Ahmad adalah kemampuan listrik rumah untuk mengisi daya Polytron Fox 350. Ia mencoba melakukan pengisian menggunakan sambungan listrik yang disebutnya 900, tetapi aliran listrik terputus setelah sekitar 10 menit.
Bahkan, ia mengaku sudah mematikan sejumlah perangkat rumah tangga seperti AC, kulkas, kipas, dispenser, dan magic com agar beban listrik berkurang. Namun, pengisian tetap mengalami gangguan.
Ketika mencoba sambungan listrik 1.300, pengisian disebut berjalan lancar. Pengalaman tersebut membuatnya menilai kapasitas listrik rumah menjadi hal penting yang perlu diperhatikan calon pengguna motor listrik.
Dari sisi kenyamanan, Ahmad menyebut karakter berkendara Polytron Fox 350 terasa mirip motor bergaya adventure seperti Honda ADV. Dengan tinggi badan 173 sentimeter, ia menilai posisi duduk dan setangnya cukup nyaman.
Baca Juga: Geger! Motor Listrik Polytron Fox 500 Cuma Habis Rp6 Ribu Jarak Depok-Jakarta, Ini Rahasia Iritnya!
Polytron Fox 350 juga dilengkapi layar dengan indikator mode berkendara, pengereman, lampu jauh, throttle, serta indikator kondisi motor. Ahmad turut menyoroti desain lampu depan dan lampu belakang LED yang menurutnya menjadi salah satu bagian menarik dari motor tersebut.
Untuk pilihan warna, tersedia beberapa opsi yang disebut dalam video, antara lain putih, merah, Grey Warrior, dan warna bunglon. Ahmad sendiri memilih warna putih karena dianggap terlihat elegan, meski ia menyadari warna tersebut lebih mudah terlihat kotor.
Setelah tiga hari menggunakan Polytron Fox 350, Ahmad berencana menjadikannya kendaraan utama untuk aktivitas sehari-hari. Bagi dirinya, motor listrik tersebut dipilih bukan sekadar karena desain, tetapi juga untuk menekan biaya operasional di tengah mobilitas yang tinggi.
Editor : Rangga Rizki SaputraSumber : @Achmadsinan