JAKARTA - Infinix Hot 60 Pro Plus hadir sebagai HP 2 jutaan dengan desain tipis 5,95 mm dan bobot sekitar 154 gram. Meski mengutamakan bodi ramping, perangkat ini tetap membawa layar AMOLED 144Hz, chipset Helio G200, kamera 50MP Sony IMX882, serta baterai 5.160 mAh.
Infinix Hot 60 Pro Plus Bawa Desain Tipis dengan Spek Tetap Lengkap
Infinix Hot 60 Pro Plus menjadi salah satu smartphone yang mencoba menawarkan desain premium di kelas harga Rp2 jutaan. Ketebalannya mencapai 5,95 mm dengan bobot yang dalam pengujian tercatat sekitar 154 gram.
Desain tersebut membuat perangkat terasa sangat ringan ketika digenggam. Bagian depan dan belakang yang melengkung juga memberikan efek visual sehingga sisi perangkat terasa semakin tipis ketika dipegang.
Infinix bahkan mengklaim perangkat ini memegang rekor sebagai smartphone layar lengkung tertipis dan mencantumkan klaim tersebut pada kemasannya. Perangkat tersedia dalam beberapa pilihan warna, termasuk Titanium Silver yang digunakan dalam pengujian.
Menariknya, bodi tipis tersebut tidak membuat spesifikasi utama dipangkas secara ekstrem. Infinix Hot 60 Pro Plus tetap membawa Helio G200, baterai 5.160 mAh, stereo speaker, NFC, sertifikasi IP64, serta penyimpanan internal 256GB dan RAM hardware 8GB.
Perangkat juga dibekali Gorilla Glass 7i dan pemindai sidik jari di dalam layar. Untuk pengisian daya, tersedia charger 45W dalam paket penjualan.
Baca Juga: Rumah BUMN Blitar Perluas Pasar UMKM di Blitaria Expo 2026, Omzet Jutaan Rupiah per Hari Bikin Kaget
Layar AMOLED 144Hz Jadi Salah Satu Daya Tarik Utama
HP Infinix 2 jutaan ini membawa layar AMOLED berukuran 6,78 inci dengan refresh rate 144Hz. Panel tersebut memberikan warna yang dinilai menarik sekaligus membuat pergerakan tampilan terasa lebih mulus.
Tingkat kecerahannya juga menjadi salah satu keunggulan. Dalam pengujian, layar dapat mencapai hingga 1.600 nits melalui High Brightness Mode ketika digunakan di bawah paparan cahaya terang.
Namun, ada sedikit catatan mengenai resolusi. Meskipun terdapat klaim 1.5K, hasil pengecekan melalui screenshot menunjukkan resolusi 1080 x 2400 piksel, sehingga panel yang digunakan pada praktiknya berada di kelas Full HD.
Dari sisi software, perangkat menjalankan sistem operasi berbasis Android dengan XOS serta berbagai fitur AI. Beberapa di antaranya mencakup Circle to Search, Gemini, AI Gallery, AI Note, Call Assistant, hingga AI Extender.
Fitur AI Extender menjadi salah satu yang diuji. Fitur tersebut mampu memperluas area foto secara otomatis dan menghasilkan bagian tambahan yang dinilai cukup natural.
Untuk audio, Infinix Hot 60 Pro Plus menggunakan stereo speaker dengan dukungan Sound by JBL. Hasil pengujian menilai suaranya cukup baik, meski bass masih terbatas dan kualitas keseluruhannya belum masuk kategori impresif.
Baca Juga: Polytron Fox 350 Bukan Sekadar Motor Baru, Ini Penyempurnaan Fox Air dengan Fitur Canggih
Kamera 50MP dan Helio G200 Jadi Andalan Performa
Kamera 50MP Infinix Hot 60 Pro Plus menggunakan sensor Sony IMX882. Hasil pengujian menunjukkan kamera mampu menghasilkan dynamic range yang cukup luas, termasuk ketika memotret objek yang berada di depan sumber cahaya.
Detail daun dan warna hijau masih terlihat ketika objek terkena cahaya matahari. Untuk fotografi malam, hasilnya juga disebut tetap cukup bersih dengan pencahayaan yang rapi dan noise yang tidak terlalu mengganggu.
Kamera depan bahkan mendukung perekaman hingga 2K 30fps. Namun, hasil rekaman tanpa stabilizer terlihat lebih goyang, sementara mode stabilizer menurunkan resolusi menjadi 1080p 30fps.
Dari sisi performa, Helio G200 menghasilkan skor AnTuTu sekitar 460 ribu dalam pengujian. Untuk gaming, perangkat mampu menjalankan permainan kompetitif dengan cukup baik, meski pengaturan dan frame rate masih bergantung pada dukungan game.
Saat menjalankan Genshin Impact pada pengaturan terendah, performanya berada di sekitar 30 fps. Suhu perangkat juga tercatat sekitar 40 derajat Celsius sehingga masih tergolong nyaman untuk perangkat dengan bodi setipis ini.
Secara keseluruhan, Infinix Hot 60 Pro Plus menawarkan kombinasi yang sulit diabaikan di kelas Rp2 jutaan. Desain 5,95 mm, layar AMOLED 144Hz, kamera 50MP, Helio G200, baterai di atas 5.000 mAh, NFC, serta fitur AI membuatnya tidak sekadar menjual bodi tipis.
Komprominya tetap ada, seperti tidak tersedianya kamera ultrawide, headphone jack, dan kemampuan gaming berat yang terbatas. Namun, untuk pengguna yang mengutamakan desain tipis, layar, kamera, dan kelengkapan fitur, perangkat ini dinilai punya value yang kuat di kelas harganya.
Source: Youtube/@GadgetIn
Editor : Arsya Aulia Velinka Putri