JAKARTA - Mobil bekas di bawah Rp100 juta masih menjadi pilihan menarik bagi pembeli dengan anggaran terbatas. Sejumlah model seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, Honda Jazz, Toyota Yaris, Toyota Agya, dan Suzuki Karimun Wagon R disebut memiliki biaya perawatan relatif terjangkau.
Memilih mobil bekas tentu membutuhkan ketelitian karena kondisi setiap unit berbeda. Selain harga pembelian, calon pemilik perlu mempertimbangkan ketersediaan suku cadang, konsumsi BBM, karakter mesin, hingga biaya perawatan jangka panjang.
Avanza dan Xenia Jadi Pilihan Murah Dirawat
Toyota Avanza menjadi salah satu mobil bekas di bawah Rp100 juta yang paling mudah ditemukan. Dalam transkrip, Avanza generasi awal disebut tersedia dengan harga sekitar Rp60 juta untuk tipe tertentu, sedangkan model tahun 2012-2014 berada di kisaran Rp90 juta hingga Rp100 jutaan, tergantung kondisi dan varian.
Keunggulan utama Avanza adalah ketersediaan suku cadang yang melimpah. Pilihan komponen aftermarket juga banyak sehingga pemilik memiliki lebih banyak alternatif ketika melakukan perbaikan.
Mesinnya dinilai sederhana dan relatif mudah dirawat. Namun, Avanza generasi tersebut memiliki sejumlah kompromi, terutama dari sisi kenyamanan karena suspensinya cenderung keras dan fitur kabinnya tergolong minim.
Daihatsu Xenia menjadi alternatif dengan karakter serupa. Model tahun 2012-2014 disebut masih dapat menjadi pilihan bagi pembeli yang mengutamakan biaya perawatan murah dibandingkan fitur dan kenyamanan.
Baca Juga: Makam Warga Udanawu Dibongkar Misterius, Keluarga Pilih Tak Lapor Polisi
Ertiga hingga Yaris Tawarkan Karakter Berbeda
Bagi pembeli yang menginginkan kenyamanan lebih baik, Suzuki Ertiga tahun 2012-2014 menjadi salah satu alternatif. Harga bekasnya disebut berada di sekitar Rp90 juta hingga Rp100 juta.
Ertiga menggunakan mesin 1,4 liter yang dikenal cukup irit dan menawarkan kenyamanan lebih baik dibandingkan Avanza maupun Xenia generasi sekelasnya. Interiornya juga dinilai lebih rapi.
Namun, nilai jual kembali Ertiga tidak sekuat Avanza. Artinya, pembeli yang sangat mempertimbangkan resale value perlu memasukkan faktor tersebut dalam perhitungan.
Pilihan berikutnya adalah Honda Jazz GD3. Mobil ini disebut bisa ditemukan di kisaran Rp60 juta hingga Rp80 juta, tergantung kondisi.
Jazz GD3 menawarkan karakter berkendara yang lebih menyenangkan dengan konsumsi BBM yang masih cukup baik. Model ini juga dapat menjadi alternatif bagi pengguna yang belum membutuhkan mobil tujuh penumpang.
Toyota Yaris 2006-2012 juga masuk daftar. Mesin 1,5 liter menjadi salah satu daya tarik karena dikenal cukup tangguh dan memiliki banyak kesamaan komponen dengan model Toyota lainnya.
Agya dan Karimun Wagon R untuk Mobil Pertama
Toyota Agya atau Daihatsu Ayla tahun 2013-2016 menjadi pilihan lain bagi pembeli dengan anggaran terbatas. Dalam transkrip, Agya 2014 tipe E manual dicontohkan berada di sekitar Rp65 juta, sedangkan varian G atau TRD berada di kisaran Rp75 juta-Rp85 juta.
Sebagai mobil LCGC bermesin 1,0 liter tiga silinder, Agya menawarkan konsumsi BBM dan biaya perawatan yang relatif ekonomis. Ukurannya yang kompak juga membuatnya praktis digunakan di perkotaan.
Komprominya adalah tenaga yang terbatas, terutama ketika mobil membawa muatan penuh dan melewati tanjakan. Fitur serta material interiornya juga tergolong sederhana.
Terakhir, Suzuki Karimun Wagon R dapat menjadi pilihan untuk pembeli yang mengutamakan kepraktisan dan biaya perawatan rendah. Mesin 1,0 liter membuat kebutuhan perawatannya relatif sederhana, tetapi performanya tidak menjadi keunggulan utama.
Selain itu, desain Karimun Wagon R memiliki karakter yang cukup khas sehingga tidak selalu cocok dengan selera semua orang. Pada akhirnya, kondisi unit tetap menjadi faktor terpenting ketika membeli mobil bekas.
Dari daftar tersebut, Avanza dan Xenia cocok bagi pembeli yang mengutamakan kemudahan perawatan dan ketersediaan suku cadang. Sementara Ertiga, Jazz, Yaris, Agya, Ayla, dan Karimun Wagon R menawarkan karakter berbeda sesuai kebutuhan serta anggaran masing-masing.
Source yt FUSE BOX
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo