JAKARTA - Mobil hatchback bekas di bawah Rp100 juta bisa menjadi alternatif bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan harian berukuran ringkas. Sejumlah model seperti Suzuki Swift, Honda Jazz GD3, Toyota Yaris Bakpao hingga Kia Picanto menawarkan karakter berbeda, mulai dari performa, kenyamanan, fitur hingga kemudahan perawatan.
Daftar tersebut menjadi alternatif bagi calon pembeli yang tidak ingin mengambil mobil LCGC dengan anggaran terbatas. Namun, setiap mobil bekas tetap memiliki kelemahan dan komponen yang perlu diperiksa sebelum dibeli.
Suzuki Swift hingga Honda Jazz GD3
Suzuki Swift generasi pertama menjadi pilihan pertama. Mobil yang diproduksi 2005-2013 tersebut tersedia dalam versi CBU dan CKD dengan mesin M15A 1.500 cc.
Baca Juga: 5 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Menarik, Ada Nissan March hingga Etios Valco
Versi CBU memiliki tenaga sekitar 110 PS dan torsi 143 Nm, sedangkan versi lokal menghasilkan sekitar 100 PS dan torsi 133 Nm. Harga versi lokal disebut berada di kisaran Rp60 jutaan, sementara varian CBU tertentu masih bisa berada di atas Rp90 juta.
Kelebihan Swift antara lain desain sporty, jok empuk, visibilitas baik, serta fitur keselamatan lebih lengkap pada varian CBU. Namun, calon pembeli perlu memeriksa power steering, kipas radiator, seal mesin, throttle body, serta sistem pendingin.
Honda Jazz GD3 menjadi pilihan kedua. Hatchback produksi 2004-2007 ini memiliki varian i-DSI dan VTEC dengan mesin 1.500 cc serta pilihan transmisi manual dan CVT.
Harga bekasnya disebut berada di kisaran Rp60 juta hingga Rp80 jutaan. Jazz menawarkan interior lega, fitur Ultra Seat, serta karakter berkendara yang menyenangkan, tetapi sistem CVT harus diperiksa secara teliti karena perawatan yang salah dapat menyebabkan masalah transmisi.
Yaris, Fiesta dan Sirion
Toyota Yaris Bakpao produksi 2006-2013 menggunakan mesin 1NZ-FE 1.500 cc yang juga digunakan Toyota Vios. Mesin tersebut menghasilkan sekitar 109 horsepower dan torsi 142 Nm.
Yaris menawarkan suspensi yang disebut lebih nyaman serta fitur keselamatan seperti ABS, EBD, BA, dan airbag pada varian tertentu. Harga bekasnya berada di kisaran Rp80 jutaan hingga sekitar Rp100 jutaan.
Baca Juga: 10 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta, Ada Mazda 2 hingga Escudo 2001
Ford Fiesta generasi keenam 2010-2016 menjadi pilihan bagi konsumen yang mengutamakan fitur, kenyamanan, dan performa. Varian EcoBoost 1.000 cc turbo disebut mampu menghasilkan 125 PS dan torsi 170 Nm.
Namun, Fiesta membutuhkan perawatan lebih teliti. Masalah TCM pada transmisi DCT, sistem pendingin, aki, serta sensor menjadi beberapa bagian yang perlu diperhatikan.
Daihatsu Sirion generasi kedua 2011-2018 juga menarik karena menggunakan mesin K3-VE 1.300 cc yang memiliki basis sama dengan Avanza dan Xenia generasi awal. Keunggulannya adalah perawatan mudah, suku cadang melimpah, interior cukup lega, dan mesin yang dikenal cukup awet.
Baca Juga: 8 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Disebut Minim Penyakit, Ada Avanza hingga Jazz
Suzuki Splash dan Kia Picanto
Suzuki Splash 2010-2015 menjadi opsi untuk pembeli yang membutuhkan mobil berukuran sangat kompak. Mobil ini menggunakan mesin 1.200 cc dengan pilihan transmisi manual dan otomatis konvensional.
Kelebihannya mencakup visibilitas luas, headroom lega, handling cukup baik, serta fitur keselamatan seperti ABS dan immobilizer. Namun, unit dengan jarak tempuh tinggi perlu diperiksa pada bagian speedometer, ECU, dan kopling.
Pilihan terakhir adalah Kia Picanto 2011-2017. Mobil Korea ini memakai mesin 1.200 cc dengan tenaga sekitar 87 horsepower dan torsi 120 Nm.
Baca Juga: Obral Mobil Bekas Agustusan di Bogor, Kijang LGX hingga Baleno Dijual Mulai Rp20 Jutaan
Picanto memiliki desain kompak, kabin relatif senyap, mesin yang mudah dirawat, dan suspensi yang cukup nyaman. Kekurangannya antara lain fitur keselamatan yang minim pada beberapa varian, bagasi kecil, serta sejumlah komponen mesin dan transmisi yang perlu diperhatikan.
Dengan pilihan mulai sekitar Rp50 jutaan hingga Rp90 jutaan, tujuh hatchback tersebut dapat menjadi alternatif kendaraan harian. Namun, harga murah bukan berarti otomatis murah dimiliki, sehingga kondisi unit, riwayat perawatan, dan ketersediaan suku cadang tetap perlu menjadi pertimbangan utama.
Editor : Rangga Rizki SaputraSumber : @waaahyu