JAKARTA - Kijang kapsul murah menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat yang sedang mencari mobil bekas dengan harga terjangkau. Dalam sebuah video otomotif, terlihat sejumlah Toyota Kijang berbagai tahun dan tipe ditawarkan dengan harga mulai Rp25 jutaan. Pilihannya cukup beragam, mulai dari Kijang LGX, Kijang Krista hingga Kijang Super.
Kijang kapsul murah tersebut tersedia dalam berbagai kondisi dan spesifikasi. Ada unit dengan transmisi manual maupun otomatis, mesin bensin 1.800 cc, hingga beberapa model yang masih mempertahankan tampilan serta interior orisinal. Harga jualnya pun berbeda-beda sesuai tahun produksi, kelengkapan fitur, kondisi kendaraan dan surat-surat.
Bagi pemburu Kijang kapsul murah, salah satu unit yang menarik perhatian adalah Kijang LGX tahun 2002. Mobil tersebut menggunakan transmisi otomatis dan mesin bensin. Penjual menyebut kondisi kendaraan aman, surat-surat masih hidup, pajak aman, serta proses balik nama dapat dibantu hingga selesai. Unit tersebut ditawarkan sekitar Rp65 juta dan masih dapat dinegosiasikan.
### Kijang LGX Mulai Rp55 Jutaan
Pilihan lain datang dari Kijang LGX tahun 1997 bermesin bensin 1.800 cc dengan transmisi manual. Mobil tersebut ditawarkan sekitar Rp55 juta. Penjual menyebut harga masih bisa dibicarakan, tetapi tidak dapat ditekan terlalu jauh dari angka yang ditawarkan.
Ada pula Kijang yang telah dimodifikasi dengan konsep Grand Extra tahun 1994. Mobil tersebut dibekali AC double, power steering dan kabin yang dapat digunakan untuk membawa banyak penumpang. Harganya sekitar Rp37 juta apabila pembeli sekaligus mengurus proses balik nama.
Sementara itu, Kijang tahun 1993 ditawarkan sekitar Rp33 juta. Mobil tersebut telah memiliki AC double dan power steering, tetapi belum dilengkapi power window maupun central lock. Kondisi ini menjadi salah satu alasan calon pembeli perlu menyesuaikan ekspektasi dengan harga kendaraan.
### Kijang Krista Tembus Rp77 Juta
Bagi konsumen yang menginginkan varian lebih tinggi, terdapat Kijang Krista dan Grand Luxury dengan harga yang lebih mahal. Salah satunya Kijang Grand Luxury tahun 2004 dengan transmisi otomatis yang dibanderol sekitar Rp77 juta.
Unit tersebut disebut telah memiliki power window, power steering dan central lock. Interiornya juga diklaim masih orisinal. Ada pula Kijang Krista tahun 2002 yang ditawarkan sekitar Rp65 juta dengan transmisi manual dan kelengkapan fitur kelistrikan.
Baca Juga: Lelang Motor JBA Terbaru: Yamaha Gear 2024 Dibanderol Rp9 Juta, Simak Cara Ikut dan Biaya Lengkapnya
Pilihan lain adalah Kijang LGX tahun 2003 bermesin bensin 1.800 cc dengan transmisi manual. Mobil tersebut menggunakan model yang lebih baru dan ditawarkan sekitar Rp75 juta. Fitur seperti power window, power steering dan central lock disebut sudah tersedia.
### Pilihan di Bawah Rp30 Juta
Untuk calon pembeli dengan anggaran lebih terbatas, tersedia pula Kijang Super tahun 1990 yang ditawarkan Rp27 juta. Mobil tersebut disebut baru mendapatkan pengecatan sehingga tampilannya terlihat lebih segar.
Ada juga Kijang tahun 1994 yang ditawarkan sekitar Rp27 juta dalam kondisi lebih sederhana. Sementara unit Kijang lainnya disebut tersedia dengan harga sekitar Rp25 juta. Nominal tersebut menjadi salah satu harga paling rendah yang disebut dalam video.
Meski harga murah menjadi daya tarik, kondisi mobil tetap perlu diperiksa secara menyeluruh. Pembeli disarankan mengecek mesin, transmisi, kelistrikan, kaki-kaki, interior, surat kendaraan dan riwayat mobil sebelum melakukan transaksi.
Penjual juga menyinggung soal kendaraan bekas banjir. Mobil yang mengalami kerusakan akibat banjir, khususnya kendaraan dengan sistem elektronik yang kompleks, dapat membutuhkan biaya perbaikan cukup besar. Karena itu, pemeriksaan sebelum membeli menjadi hal penting.
Dengan pilihan harga mulai Rp25 jutaan hingga lebih dari Rp70 juta, Toyota Kijang lawas masih memiliki daya tarik tersendiri. Bagi pencari mobil keluarga murah, Kijang kapsul, LGX, Krista maupun Kijang Super dapat menjadi opsi selama kondisi kendaraan sesuai dengan harga yang ditawarkan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula