JAKARTA - Bajaj Qute kembali mendapat sentuhan modifikasi menarik. Kendaraan mungil tersebut kini berhasil dipasangi sistem pendingin udara atau AC setelah tim modifikasi melakukan sejumlah perubahan pada bagian mesin dan kelistrikan.
Dalam video terbaru Farzaniv, proses modifikasi Bajaj Qute diperlihatkan setelah kendaraan tersebut sebelumnya mengalami sejumlah tahap riset dan penyempurnaan. Tantangan terbesar berasal dari mesin Qute yang menggunakan basis mesin motor sehingga harus disesuaikan agar mampu menggerakkan kompresor AC.
Tim akhirnya menggunakan mesin Honda Revo bekas sebagai penggerak kompresor AC konvensional. Modifikasi ini dilakukan agar sistem pendingin kabin dapat bekerja tanpa mengandalkan kompresor elektrik.
Menurut tim modifikasi, mesin motor Revo dipilih karena relatif mudah diperoleh dan dinilai cukup untuk memberikan daya putar kepada kompresor AC. Mesin tersebut ditempatkan di bagian belakang kendaraan, sementara kompresor AC dan alternator turut disesuaikan dengan konstruksi Bajaj Qute.
Sistem AC yang digunakan mengadopsi komponen dari Daihatsu Xenia. Kondensor dipasang di bagian bawah kendaraan dan dilengkapi dua kipas untuk membantu membuang panas.
Karena ruang yang terbatas, proses pemasangan membutuhkan konstruksi khusus. Tim juga menggunakan beberapa engine mounting agar mesin tambahan tetap stabil dan tidak menghasilkan getaran berlebihan.
Baca Juga: Marcelino Ferdinan Dikaitkan dengan Persija Jakarta, Benarkah Bakal Pulang ke Liga 1?
Salah satu persoalan utama setelah AC terpasang adalah pengaturan idle up. Ketika AC dalam kondisi mati, putaran mesin berada di sekitar 1.000 rpm. Namun, ketika AC dinyalakan, putaran mesin harus dinaikkan untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan.
Hasil pengujian menunjukkan putaran mesin sekitar 1.800 rpm membuat voltase pengisian menjadi lebih stabil. Sistem tersebut kemudian disiapkan agar putaran mesin dapat menyesuaikan ketika kompresor AC bekerja.
Tim juga memisahkan sistem kelistrikan agar aki tidak terlalu terbebani. Penambahan alternator menjadi bagian penting karena kebutuhan listrik kendaraan meningkat setelah pemasangan AC dan berbagai perangkat tambahan.
Sistem evaporator dan blower ditempatkan di area bawah kursi. AC tersebut juga memiliki ventilasi untuk penumpang belakang sehingga udara dingin dapat menjangkau seluruh kabin.
Menariknya, sistem sirkulasi AC yang digunakan mengambil udara dari dalam kabin dan tidak menggunakan udara dari luar. Tim juga membuat semacam coolbox untuk menyimpan minuman agar tetap dingin selama perjalanan.
Dalam pengujian, suhu udara yang keluar dari sistem AC disebut mampu mencapai sekitar 13 derajat Celsius. Penumpang bagian depan maupun belakang pun sudah dapat merasakan udara dingin.
Baca Juga: Persija Jakarta Bidik Sejumlah Pemain untuk Musim 2026-2027, dari Lokal hingga Bintang Asing
Proyek modifikasi Bajaj Qute ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mesin Revo bekas diperkirakan berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp4 juta. Sementara perangkat AC diperkirakan sekitar Rp6 juta.
Biaya tambahan berasal dari alternator, aki, komponen pendukung, serta berbagai kebutuhan instalasi. Secara kasar, biaya komponen disebut berada di sekitar Rp15 juta, belum termasuk biaya riset dan komponen yang gagal digunakan selama proses pengembangan.
Tim menegaskan bahwa biaya riset menjadi salah satu faktor terbesar dalam proyek modifikasi seperti ini. Sebelum menemukan konfigurasi yang sesuai, mereka sempat mencoba beberapa metode, termasuk penggunaan dinamo dan inverter.
Baca Juga: Persip Bandung Datangkan 6 Pemain Baru, Ada Ragnar hingga Balsa Sekulik
Setelah sistem AC dinilai berhasil, proyek berikutnya adalah meningkatkan sistem pencahayaan Bajaj Qute. Tim akan kembali memantau voltase untuk memastikan penambahan lampu tidak membuat sistem kelistrikan terlalu terbebani.
Jika kebutuhan listrik meningkat, alternator dan aki kemungkinan kembali ditingkatkan. Dengan demikian, proyek modifikasi Bajaj Qute belum sepenuhnya berhenti dan masih akan mendapatkan sejumlah penyempurnaan.
Keberhasilan memasang AC menunjukkan bahwa kendaraan mungil dengan ruang dan sistem mesin terbatas tetap dapat dimodifikasi untuk mendapatkan kenyamanan tambahan. Namun, proses tersebut membutuhkan riset, penyesuaian komponen, serta biaya yang cukup besar sebelum menghasilkan sistem yang stabil.
Editor : Cecilia Dzakira Pasha