Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik yang Wajib Diketahui Sebelum Membeli

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:25 WIB
Kelebihan dan kekurangan mobil listrik jadi pertimbangan sebelum membeli. Simak soal harga, baterai, emisi, performa, hingga charging station. (PINTEREST)
Kelebihan dan kekurangan mobil listrik jadi pertimbangan sebelum membeli. Simak soal harga, baterai, emisi, performa, hingga charging station. (PINTEREST)

JAKARTA - Kelebihan dan kekurangan mobil listrik menjadi hal penting yang perlu diketahui masyarakat sebelum memutuskan beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik. Di tengah tren elektrifikasi transportasi, mobil listrik menawarkan sejumlah keunggulan, tetapi masih memiliki tantangan yang tidak bisa diabaikan.

Kelebihan dan kekurangan mobil listrik semakin banyak diperbincangkan seiring pertumbuhan penjualannya di Indonesia. Dalam data yang dibahas pada materi video, penjualan mobil listrik pada September mencapai 3.781 unit. Angka tersebut melonjak dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 1.021 unit.

Meningkatnya penjualan menunjukkan kendaraan listrik mulai mendapatkan perhatian konsumen. Namun, kelebihan dan kekurangan mobil listrik harus dipahami secara menyeluruh karena kendaraan ini memiliki karakteristik berbeda dibandingkan mobil konvensional.

Baca Juga: Inisiasi Gerakan Inspiratif "Murid Menjemput Sejarah", Dindik Jatim Anjangsana ke Para Veteran Pejuang Kemerdekaan

Mobil Listrik Lebih Ramah Lingkungan

Salah satu alasan mobil listrik semakin dilirik adalah kemampuannya mengurangi emisi dari penggunaan kendaraan. Mobil listrik tidak membakar bensin atau solar secara langsung untuk menggerakkan kendaraan sehingga tidak menghasilkan emisi knalpot seperti mobil bermesin pembakaran internal.

Materi sumber membandingkan emisi karbon dari konsumsi bahan bakar dan listrik. Satu liter BBM disebut dapat menghasilkan sekitar 2,4 kilogram CO2, sedangkan penggunaan satu kWh listrik untuk kendaraan menghasilkan sekitar 0,85 kilogram CO2.

Perhitungan tersebut menunjukkan potensi emisi yang lebih rendah. Meski demikian, dampak lingkungan kendaraan listrik tetap berkaitan dengan sumber listrik yang digunakan untuk mengisi baterainya.

Akselerasi Cepat dan Kabin Lebih Senyap

Keunggulan lain terletak pada karakter motor listrik. Torsi dapat tersedia secara langsung ketika pedal akselerator diinjak. Karena itu, mobil listrik mampu memberikan respons akselerasi yang cepat tanpa menunggu peningkatan putaran mesin.

Mobil listrik juga cenderung lebih senyap. Tidak adanya proses pembakaran di ruang mesin membuat suara kendaraan jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional. Bagi pengemudi dan penumpang, kondisi ini dapat memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.

Selain performa, biaya perawatan menjadi pertimbangan lain. Mobil listrik memiliki lebih sedikit komponen mekanis yang berkaitan dengan mesin pembakaran. Hal tersebut berpotensi mengurangi kebutuhan perawatan tertentu dalam penggunaan sehari-hari.

Harga dan Infrastruktur Masih Jadi Tantangan

Di balik berbagai keunggulan tersebut, harga menjadi salah satu kekurangan mobil listrik. Berdasarkan materi video, kendaraan listrik yang dibahas memiliki rentang harga sekitar Rp200 juta hingga Rp700 juta.

Harga tersebut membuat mobil listrik belum tentu menjadi pilihan yang mudah bagi semua lapisan masyarakat. Konsumen juga harus mempertimbangkan biaya penggantian baterai apabila komponen tersebut mengalami penurunan kemampuan atau kerusakan setelah masa penggunaan tertentu.

Persoalan lainnya adalah charging station. Infrastruktur pengisian kendaraan listrik belum tersebar secara merata di seluruh wilayah. Kondisi ini dapat menjadi kendala ketika mobil digunakan untuk perjalanan antarkota atau menuju daerah yang belum memiliki fasilitas pengisian.

Pengisian Baterai Membutuhkan Waktu

Waktu pengisian juga menjadi salah satu faktor yang membedakan mobil listrik dengan kendaraan berbahan bakar minyak. Dalam materi sumber disebutkan, pengisian melalui fasilitas rumah dapat membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 19 jam.

Sementara itu, pengisian menggunakan stasiun pengisian dapat berlangsung sekitar empat hingga lima jam, bergantung pada jenis fasilitas dan teknologi yang digunakan. Jarak tempuh kendaraan dalam materi tersebut disebut sekitar 350 kilometer.

Karena itu, pengguna perlu merencanakan perjalanan dengan lebih matang. Ketersediaan stasiun pengisian di sepanjang rute menjadi faktor penting, terutama untuk perjalanan jauh.

Baca Juga: Inisiasi Gerakan Inspiratif "Murid Menjemput Sejarah", Dindik Jatim Anjangsana ke Para Veteran Pejuang Kemerdekaan

Masa Depan Mobil Listrik di Indonesia

Pertumbuhan kendaraan listrik tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan penjualan. Pemerintah dan pelaku industri perlu memperluas infrastruktur pengisian daya agar masyarakat merasa lebih aman menggunakan kendaraan listrik.

Pengembangan mobil listrik juga perlu berjalan beriringan dengan pembenahan transportasi publik. Tujuan akhirnya bukan sekadar mengganti kendaraan berbahan bakar minyak dengan kendaraan listrik, tetapi membangun sistem transportasi yang lebih efisien dan rendah emisi.

Dengan memahami kelebihan dan kekurangannya, konsumen dapat menentukan apakah mobil listrik benar-benar sesuai dengan kebutuhan, jarak perjalanan, kemampuan finansial, serta akses terhadap fasilitas pengisian daya.

 

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : CNNIndonesia
Charging station kelebihan mobil listrik kekurangan mobil listrik mobil listrik kendaraan listrik