JAKARTA - Samsung Galaxy S26 Ultra menjadi perhatian setelah digunakan selama satu bulan dalam berbagai aktivitas, mulai dari tracking di tengah hujan, berburu foto, hingga penggunaan sehari-hari. Dari pengalaman tersebut, smartphone flagship Samsung ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan, tetapi juga masih menyisakan beberapa catatan pada kamera, baterai, desain, dan harga.
Salah satu fitur yang paling menonjol adalah privacy display. Teknologi tersebut memungkinkan layar Samsung Galaxy S26 Ultra menjadi samar ketika dilihat dari sudut tertentu. Fitur ini dapat diaktifkan atau dimatikan secara manual, termasuk melalui shortcut dengan menekan tombol power dua kali.
Baca Juga: BPR Penataran Blitar Raih Penghargaan di Ajang Bergengsi 17th Infobank BPR Award 2026
Privacy display juga bisa diatur agar aktif otomatis pada aplikasi tertentu. Pengguna dapat memilih aplikasi yang dianggap sensitif, seperti perbankan, percakapan, TikTok, atau aplikasi investasi. Selain itu, fitur tersebut dapat digunakan untuk menyamarkan notifikasi, PIN pada lock screen, hingga bagian tertentu dalam menu pengaturan.
Teknologi ini menjadi salah satu pembeda Samsung Galaxy S26 Ultra dibandingkan seri Galaxy lainnya. Namun, penggunaan layar dengan teknologi tersebut disebut memiliki konsekuensi. Viewing angle ketika privacy display dimatikan dinilai tidak sebaik Galaxy S25 Ultra. Tingkat brightness juga disebut belum semaksimal pendahulunya.
Dari sisi desain, Samsung Galaxy S26 Ultra masih membawa material kelas premium dengan frame berbahan metal. Bagian belakang menggunakan Corning Gorilla Glass Victus 2, sedangkan layar depannya memakai Gorilla Glass Armor 2.
Namun, karakter desainnya mengalami perubahan. Bentuk yang sebelumnya terlihat sangat kotak dan tegas kini dibuat lebih membulat. Perubahan tersebut membuat Galaxy S26 Ultra terlihat lebih menyatu dengan perangkat Galaxy S26 lainnya.
Kamera Masih Andal, tetapi Belum Terbaik
Sektor kamera menjadi salah satu bagian yang mendapat banyak catatan. Samsung tidak melakukan perubahan besar pada resolusi kamera dibanding generasi sebelumnya. Peningkatan yang disorot lebih banyak berasal dari bukaan aperture.
Bukaan yang lebih besar membuat kamera mampu menangkap lebih banyak cahaya. Hasilnya terutama terlihat saat digunakan untuk merekam video dalam kondisi minim cahaya. Noise lebih terkendali dan detail terlihat lebih baik dibanding Galaxy S25 Ultra.
Kamera utama tetap mampu menghasilkan foto dan video yang dinilai tajam. Kamera zoom juga masih dapat diandalkan, termasuk ketika digunakan pada pembesaran 10 kali. Kamera depan pun mendapat penilaian positif karena mampu menghasilkan rekaman video yang konsisten.
Meski demikian, Galaxy S26 Ultra dinilai mulai menghadapi persaingan ketat dari smartphone Android lain. Kemampuan zoom, kamera depan, serta transisi ketika berpindah lensa saat merekam video masih dianggap memiliki ruang untuk ditingkatkan.
Salah satu fitur baru yang disebut adalah horizontal lock. Fitur ini membantu menjaga framing video tetap lurus meski perangkat digerakkan. Namun, fitur tersebut dinilai hanya berguna pada kondisi tertentu. Sebaliknya, transisi zoom yang lebih mulus dinilai akan lebih sering digunakan.
Performa Kencang dan S Pen Tetap Jadi Pembeda
Untuk performa, Samsung Galaxy S26 Ultra menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. RAM tersedia dalam pilihan 12 GB atau 16 GB dengan penyimpanan internal UFS 4.0.
Performa tersebut dinilai sudah lebih dari cukup untuk berbagai kebutuhan, termasuk bermain game berat dengan pengaturan grafis tinggi. Saat digunakan secara intensif, suhu perangkat disebut berada di kisaran 42 hingga 44 derajat Celsius. Untuk game yang lebih ringan, suhu bahkan dapat berada di bawah 40 derajat Celsius.
S Pen juga tetap menjadi salah satu daya tarik utama. Stylus yang tersimpan di bodi smartphone dapat digunakan untuk mencatat, membuat sketsa, memberi tanda pada desain, hingga membantu proses editing foto dengan lebih presisi.
Namun, fungsi Bluetooth pada S Pen yang sebelumnya dapat digunakan sebagai remote kamera belum kembali. Kondisi tersebut menjadi salah satu catatan karena fitur itu pernah menjadi kemampuan khas S Pen pada generasi sebelumnya.
Baca Juga: BPR Penataran Blitar Raih Penghargaan di Ajang Bergengsi 17th Infobank BPR Award 2026
Dari sisi baterai, Samsung Galaxy S26 Ultra dinilai masih mampu menemani aktivitas seharian. Namun, kapasitasnya dianggap belum mampu menandingi sejumlah smartphone Android lain yang telah menggunakan baterai berkapasitas lebih besar.
Pengisian daya juga meningkat hingga 60 watt. Dalam pengujian, pengisian selama 30 menit menghasilkan sekitar 80 persen, sedangkan charger 45 watt mencapai sekitar 70 persen. Untuk pengisian penuh, charger 60 watt membutuhkan waktu sekitar 50 menit, hanya sekitar lima menit lebih cepat dibanding 45 watt.
Meski memiliki sejumlah kekurangan, Samsung Galaxy S26 Ultra tetap dinilai layak dipertimbangkan. Kombinasi privacy display, S Pen, performa tinggi, pilihan aksesori yang luas, kamera yang masih mumpuni, serta fitur One UI membuatnya memiliki daya tarik tersendiri.
Catatan terpenting justru berada pada harga. Pengguna disarankan tidak terburu-buru membeli berdasarkan harga peluncuran karena dalam pengalaman yang disampaikan, harga di sejumlah toko online disebut sudah mengalami penurunan. Dengan mempertimbangkan harga aktual dan kebutuhan, Galaxy S26 Ultra tetap menjadi salah satu pilihan flagship yang kuat.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Gadgetln