JAKARTA - Polytron Fox 350 mendapat sejumlah catatan setelah digunakan sejauh hampir 350 kilometer selama satu minggu. Dalam pengalaman tersebut, motor listrik ini dinilai memiliki tenaga dan posisi berkendara yang nyaman, tetapi masih memiliki sejumlah kekurangan, mulai dari suspensi, bunyi pada windshield, hingga munculnya kode error saat melewati tanjakan curam.
Pengalaman tersebut disampaikan dalam sebuah video ulasan setelah motor dipakai untuk aktivitas harian, termasuk perjalanan menuju kantor. Motor tes itu dipinjamkan selama satu minggu oleh Terbaik Elektrik.
Salah satu kekurangan yang dirasakan adalah speedometer Polytron Fox 350 belum dilengkapi jam. Menurut pengulas, keberadaan jam pada panel instrumen akan memudahkan pengendara memantau waktu tanpa harus melihat perangkat lain.
Baca Juga: SDI Ma’arif Plosokerep Tanamkan Ilmu dan Bangun Karakter Siswa, Padukan Pendidikan Internasional dan
Keluhan berikutnya muncul dari bagian windshield. Saat melewati jalan bergelombang atau tidak rata, terdengar bunyi seperti berdecit. Suara tersebut disebut lebih mudah terdengar ketika pengendara tidak menggunakan helm.
Suspensi belakang juga menjadi catatan. Dengan bobot pengendara sekitar 1,3 kwintal, suspensi dinilai masih terasa agak kaku. Pengulas menyebut penggantian shockbreaker dengan komponen aftermarket bisa menjadi salah satu pilihan bagi pengguna yang menginginkan karakter suspensi berbeda.
Ada Getaran dan Catatan di Tanjakan
Standar tengah juga disebut dapat menimbulkan bunyi ketika motor melewati jalan yang tidak rata dalam kecepatan cukup tinggi. Selain itu, bagian depan motor masih memperlihatkan area spakbor dari posisi pengendara karena terdapat bagian yang terbuka.
Baca Juga: Pemutihan Denda Pajak di Kabupaten Blitar Berlaku hingga 30 September 2026, Tunggakan PBB-P2 Bisa Be
Saat digunakan dalam kondisi macet pada kecepatan sekitar 7-8 kilometer per jam, pengulas juga merasakan sensasi seperti getaran atau "geredek". Sensasi tersebut terasa hingga bagian setang depan.
Kualitas finishing plastik menjadi catatan lain. Pada bagian laci, terdapat area yang dinilai masih terasa kasar dan agak tajam sehingga pengguna disarankan memperhatikannya, terutama jika ada anak kecil yang berada di sekitar motor.
Catatan paling serius muncul ketika motor digunakan melewati tanjakan dengan kemiringan yang disebut sekitar 15-17 derajat. Saat berada di tanjakan dan harus berhenti karena kendaraan di depan, motor digunakan dalam mode S untuk kembali menanjak.
Motor mampu melewati tanjakan tersebut, tetapi setelah sampai di atas, indikator tertentu berkedip merah dan muncul kode error E2.4. Berdasarkan buku panduan yang disebut dalam video, kondisi tersebut berkaitan dengan belt atau dinamo yang mengalami panas berlebih. Setelah motor didiamkan beberapa menit dan kemudian digunakan secara lebih santai, indikator tersebut kembali normal.
Di sisi lain, Polytron Fox 350 juga memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya adalah suara sein yang dapat diatur untuk dimatikan. Motor juga memiliki fitur yang memungkinkan sistem mati sendiri ketika berada di standar samping selama beberapa waktu.
Posisi duduk menjadi salah satu kelebihan yang paling disukai. Pengulas menilai posisi berkendara lebih nyaman dibanding pendahulunya. Dengan tinggi badan 171 sentimeter, posisi tersebut masih terasa nyaman ketika menurunkan satu kaki.
Baca Juga: Armada KMP Kota Blitar Belum Lengkap, Masih Tunggu Truk dan Sepeda Motor, Bakal Jadi Aset Pemkot
Tenaga dan Baterai Jadi Keunggulan
Dari sisi performa, motor menggunakan dinamo 3.000 watt dengan kecepatan maksimal yang disebut mencapai 95 kilometer per jam pada mode S dan 61 kilometer per jam pada mode D.
Bagasi juga dinilai cukup untuk kebutuhan harian. Pengulas dapat membawa charger, kanebo, kabel extension, sandal, serta jas hujan berukuran besar.
Polytron Fox 350 menggunakan baterai 72 volt 52 Ah dengan kapasitas sekitar 3,7 kWh. Dalam perjalanan pulang-pergi dari Depok menuju Kebon Jeruk sejauh 77,4 kilometer, baterai masih tersisa sekitar 10 persen. Pengisian penuh disebut membutuhkan sekitar 3,7 kWh listrik.
Baca Juga: BEN Carnival 2026 Tak Sekadar Karnaval, Jadi Ajang Promosi Wisata dan Gerakkan Industri Kreatif
Motor ini juga mendukung fast charging hingga 40 ampere berdasarkan buku manual yang disebut dalam video. Fitur lainnya mencakup hill assist, cruise control, keyless, serta jok yang dinilai empuk.
Untuk skema baterai, motor disebut dapat digunakan dengan sistem sewa baterai Rp200.000 per bulan. Harga motor tanpa baterai disebut Rp35 juta, sedangkan pembelian motor sekaligus baterai mencapai Rp47,5 juta on the road Jakarta.
Setelah digunakan hampir 350 kilometer selama satu minggu, Polytron Fox 350 dinilai menawarkan kombinasi tenaga, jarak tempuh, fitur, dan kenyamanan yang cukup menarik, meski masih memiliki beberapa catatan pada suspensi, finishing, serta penggunaan di tanjakan berat.
Source YouTube Rendy Waluya Nugraha
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo