Honda Brio Satya CVT Jadi Mobil Terlaris di Indonesia, Ini Alasan dan Kekurangannya

Arsya Aulia Velinka Putri • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 16:50 WIB
Honda Brio Satya CVT jadi salah satu mobil terlaris di Indonesia. Simak kelebihan, kekurangan, performa, fitur, dan konsumsi BBM-nya.
Honda Brio Satya CVT jadi salah satu mobil terlaris di Indonesia. Simak kelebihan, kekurangan, performa, fitur, dan konsumsi BBM-nya.

 

RADAR BLITAR – Honda Brio disebut menjadi salah satu mobil paling laris di Indonesia berdasarkan data penjualan Januari hingga November. Menariknya, dari berbagai varian yang tersedia, Honda Brio Satya CVT menjadi salah satu yang paling banyak diminati.

Popularitas tersebut tidak lepas dari sejumlah keunggulan yang ditawarkan, mulai dari desain, kualitas material, kenyamanan berkendara, hingga citra merek Honda. Namun, Brio Satya CVT juga memiliki beberapa kekurangan, terutama jika dibandingkan dengan rival seperti Toyota Agya dan Daihatsu Ayla.

Baca Juga: Pemutihan Denda Pajak di Kabupaten Blitar Berlaku hingga 30 September 2026, Tunggakan PBB-P2 Bisa Be

Desain Jadi Salah Satu Daya Tarik Utama

Salah satu alasan Honda Brio Satya CVT banyak diminati adalah desainnya. Dalam ulasan tersebut, Brio dinilai sebagai salah satu mobil murah yang justru terlihat lebih mahal dibandingkan mobil lain di kelasnya.

Meskipun bukan varian RS sebagai tipe tertinggi, desain Brio Satya tetap terlihat menarik. Penggunaan velg dual tone juga membuat tampilannya lebih berkelas dibandingkan beberapa rivalnya.

Brio sendiri pada awalnya dirancang sebagai compact hatchback, bukan khusus sebagai mobil murah. Kemudian, mobil tersebut disesuaikan agar dapat masuk ke segmen LCGC. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu alasan mengapa tampilannya tetap terasa berbeda.

Build Quality Terasa Solid

Selain desain, kualitas pembuatan atau build quality menjadi kelebihan lain Honda Brio. Material dashboard, door trim, hingga beberapa bagian interior terasa cukup solid dan presisi.

Ketebalan jok juga dinilai memberikan kesan lebih kokoh. Dari sisi akomodasi, Brio memang cukup baik untuk ukuran mobil compact, meski tidak bisa dikatakan jauh lebih unggul dibandingkan Agya maupun Ayla.

Posisi duduk juga menjadi salah satu hal yang disukai. Pengemudi dapat mengatur ketinggian posisi duduk sehingga visibilitas ke depan dan samping tetap terasa leluasa.

Baca Juga: BEN Carnival 2026 Tak Sekadar Karnaval, Jadi Ajang Promosi Wisata dan Gerakkan Industri Kreatif

Kenyamanan dan Handling Jadi Kekuatan

Saat digunakan berkendara, Honda Brio menawarkan suspensi yang relatif nyaman. Bantingannya tidak terlalu keras sehingga masih cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Menariknya, suspensi yang nyaman tersebut tidak membuat handling Brio terasa terlalu limbung. Saat digunakan bermanuver atau melakukan zig-zag, mobil masih terasa cukup stabil.

Transmisi CVT juga dinilai cukup responsif. Ketika mobil sedang melaju pada kecepatan tertentu kemudian membutuhkan akselerasi untuk menyalip, respons pedal gas masih terasa baik.

Kekurangan Utama Ada di Fitur

Di balik berbagai kelebihannya, Honda Brio Satya CVT memiliki kekurangan yang cukup terasa, terutama dari sisi fitur.

Jika dibandingkan dengan Toyota Agya, Brio masih tertinggal dalam sejumlah fitur. Rivalnya sudah menawarkan keyless entry, tombol start/stop, paddle shift, mode berkendara, hingga stability control.

Sementara itu, head unit Brio juga masih menggunakan sistem yang tergolong sederhana. Dibandingkan kompetitor yang sudah menawarkan layar sentuh dengan Apple CarPlay dan Android Auto, fitur bawaan Brio terasa ketinggalan.

Untuk keselamatan dasar, Brio sudah memiliki dual airbag dan ABS. Namun, beberapa fitur tambahan yang tersedia pada rivalnya belum ditemukan pada Brio.

Baca Juga: Antusiasme Warga Saksikan BEN Carnival 2026, tapi Ada Catatan soal Acara yang Terlalu Larut

Road Noise Masih Terdengar

Kekurangan lainnya adalah tingkat kebisingan ketika mobil digunakan berkendara. Road noise dari ban masih cukup terdengar, terutama ketika mobil melaju pada kecepatan sekitar 60 km/jam.

Suara dari bagian plafon juga dapat terasa cukup mengganggu ketika hujan deras. Kondisi tersebut membuat penumpang harus berbicara lebih keras ketika berada di dalam kabin.

Masalah ini sebenarnya masih dapat diminimalkan dengan menambahkan material peredam suara, meski tentu membutuhkan biaya tambahan.

Performa Cukup, tetapi Bukan yang Tercepat

Honda Brio Satya menggunakan mesin 1.200 cc empat silinder dengan penggerak roda depan dan transmisi CVT.

Dalam pengujian yang dibahas, akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam 11,6 detik. Angka tersebut lebih cepat dibandingkan Brio generasi sebelumnya yang mencatat sekitar 11,8 detik.

Namun, jika dibandingkan dengan Toyota Agya G, Brio masih kalah cepat. Agya G dalam pengujian yang sama mampu mencatat waktu sekitar 10,9 detik.

Artinya, performa Brio sebenarnya sudah cukup untuk kebutuhan harian, tetapi bukan yang paling kencang di kelasnya.

Konsumsi BBM Sangat Irit

Untuk konsumsi bahan bakar, Honda Brio menunjukkan hasil yang cukup baik. Dalam pengujian rute dalam kota, konsumsi BBM mencapai sekitar 16,9 km/liter.

Sementara pada rute tol, angkanya mencapai sekitar 22,6 km/liter.

Meski tergolong irit, Brio bukan yang paling unggul jika dibandingkan rivalnya. Toyota Agya G disebut mampu mencapai sekitar 18,5 km/liter di rute dalam kota dan 23,3 km/liter di rute tol.

Dengan demikian, Brio tetap layak disebut sebagai mobil yang irit, tetapi bukan pemimpin efisiensi bahan bakar di kelasnya.

 

Kenapa Honda Brio Bisa Sangat Laris?

Popularitas Honda Brio tidak hanya berasal dari satu faktor. Desain menjadi salah satu daya tarik terbesar, terutama bagi pembeli muda dan konsumen yang mencari mobil pertama.

Build quality yang terasa solid juga memberikan nilai tambah. Konsumen mendapatkan mobil compact dengan kualitas pembuatan yang dianggap lebih meyakinkan, meskipun beberapa fitur masih kalah dari kompetitor.

Selain itu, nama besar Honda juga menjadi faktor penting. Brand yang sudah dikenal luas membuat konsumen merasa lebih tenang terkait ketersediaan suku cadang hingga nilai jual kembali.

Dengan kombinasi desain menarik, kualitas pembuatan, kenyamanan, performa yang cukup, efisiensi BBM, serta reputasi Honda, tidak mengherankan jika Brio menjadi salah satu mobil yang sangat diminati di Indonesia.

Pada akhirnya, Honda Brio Satya CVT bukanlah mobil yang paling lengkap, paling cepat, ataupun paling irit di kelasnya. Namun, kombinasi berbagai kelebihannya membuat mobil ini memiliki daya tarik kuat bagi konsumen, khususnya pembeli mobil pertama dan pengguna yang menginginkan hatchback compact untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Source: Youtube/@GridOto_Official

Editor : Arsya Aulia Velinka Putri
brio Honda Brio Satya honda brio