RADAR BLITAR – Honda Brio Satya CVT menjadi salah satu mobil yang paling banyak diminati di Indonesia. Berdasarkan data penjualan Januari hingga November yang dibahas dalam video, Brio tercatat berada di posisi teratas dibanding sejumlah model lain seperti Toyota Kijang, Calya, Sigra, maupun Ayla.
Bukan hanya nama Honda yang menjadi daya tarik. Honda Brio Satya CVT punya sejumlah keunggulan yang membuatnya menarik bagi pembeli mobil pertama, terutama dari sisi desain, kualitas pembuatan, kenyamanan berkendara, hingga efisiensi bahan bakar.
Namun, bukan berarti Brio unggul di semua sektor. Mobil ini juga mempunyai beberapa kekurangan, terutama pada kelengkapan fitur yang tertinggal dibanding rivalnya.
Baca Juga: Pemutihan Denda Pajak di Kabupaten Blitar Berlaku hingga 30 September 2026, Tunggakan PBB-P2 Bisa Be
Desain Jadi Salah Satu Daya Tarik Utama
Salah satu alasan Honda Brio banyak diminati adalah desainnya. Brio Satya CVT dinilai mampu memberikan tampilan yang terlihat lebih mahal dibanding mobil lain di kelasnya.
Menariknya, Brio yang dibahas bukan varian tertinggi RS. Meski demikian, desain eksteriornya tetap terlihat menarik, termasuk penggunaan pelek dual tone yang memberikan kesan lebih premium.
Secara konsep, Brio sebenarnya merupakan compact hatchback yang sejak awal tidak dirancang khusus sebagai mobil murah. Mobil ini kemudian disesuaikan agar bisa masuk ke segmen LCGC.
Hal tersebut membuat tampilannya dianggap berbeda dari sejumlah rival. Bahkan, Brio dinilai sebagai salah satu LCGC yang paling sulit terlihat seperti mobil murah.
Baca Juga: Tersinggung Komentar Live TikTok, Adik Kelas Tendang Kakak Kelas hingga Viral
Build Quality Terasa Lebih Solid
Keunggulan berikutnya adalah kualitas pembuatannya. Brio dinilai mempunyai build quality yang lebih solid dibanding sejumlah rival di kelasnya.
Mulai dari dashboard, door trim, hingga ketebalan jok, semuanya memberikan kesan cukup kokoh. Presisi antarbagian juga menjadi salah satu nilai positif yang membuat Brio terasa lebih berkelas ketika digunakan.
Untuk mobil berukuran compact, akomodasinya juga dinilai cukup baik. Meski begitu, dari sisi ruang kabin, Brio tidak bisa disebut unggul mutlak karena beberapa rival seperti Agya dan Ayla juga menawarkan akomodasi yang cukup baik.
Posisi duduk menjadi kelebihan lain. Pengemudi mendapatkan posisi duduk yang relatif rendah sehingga mobil terasa lebih mudah dikendalikan ketika bermanuver. Di sisi lain, visibilitas ke depan dan samping masih cukup luas.
Kenyamanan Berkendara Jadi Nilai Plus
Honda Brio juga mendapat nilai positif dari rasa berkendaranya. Suspensi mobil disebut tidak terlalu keras sehingga masih nyaman digunakan sehari-hari.
Menariknya, suspensi yang cukup lembut tersebut tidak membuat handling Brio terasa terlalu limbung. Ketika digunakan untuk bermanuver atau berpindah arah, mobil masih terasa cukup stabil.
Transmisi CVT juga memberikan respons yang cukup baik. Ketika mobil sedang melaju pada kecepatan tertentu dan pengemudi membutuhkan akselerasi untuk menyalip, respons pedal gas dinilai cukup cepat.
Meski demikian, ada satu hal yang cukup mengganggu kenyamanan, yakni road noise. Suara ban dan jalan cukup terdengar ketika mobil digunakan melaju, terutama pada kecepatan sekitar 60 km/jam.
Plafon kabin juga disebut terasa cukup kopong. Saat hujan deras, suara air yang mengenai bagian atas mobil bisa terdengar cukup jelas hingga mengganggu percakapan di dalam kabin.
Baca Juga: Manfaat Mangga Harum Manis Tak Sekadar Manis, Ini Kata Dokter Gizi
Performa Bukan yang Tercepat di Kelasnya
Honda Brio Satya menggunakan mesin 1.200 cc empat silinder dengan penggerak roda depan dan transmisi CVT.
Akselerasi 0-100 km/jam tercatat sekitar 11,6 detik. Angka tersebut sebenarnya sudah cukup baik untuk mobil di kelasnya dan sedikit lebih cepat dibanding Brio generasi sebelumnya yang berada di kisaran 11,8 detik.
Namun, ketika dibandingkan dengan Toyota Agya G, Brio masih tertinggal. Agya G dalam pengujian yang disebut dalam video mampu mencatat waktu sekitar 10,9 detik.
Artinya, Brio bukan mobil paling kencang di kelasnya. Tetapi performanya masih dianggap mampu memenuhi kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Konsumsi BBM Irit, Tapi Bukan yang Terbaik
Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu aspek penting untuk mobil seperti Brio. Dalam pengujian yang dibahas, Brio mencatat konsumsi sekitar 16,9 km/liter untuk rute dalam kota.
Sementara untuk perjalanan melalui jalan tol, konsumsi bahan bakarnya mencapai sekitar 22,6 km/liter.
Angka tersebut membuat Brio layak disebut sebagai mobil yang irit. Namun, jika dibandingkan langsung dengan Agya G, Brio masih kalah. Agya G disebut mampu mencapai sekitar 18,5 km/liter di rute dalam kota dan 23,3 km/liter di jalan tol.
Jadi, Brio memang irit, tetapi bukan yang paling irit di kelasnya.
Kekurangan Terbesar Ada di Fitur
Salah satu kelemahan utama Honda Brio adalah kelengkapan fitur. Jika dibandingkan dengan rival seperti Agya, Brio terlihat cukup tertinggal.
Agya sudah menawarkan sejumlah fitur seperti keyless entry, tombol start-stop, paddle shift, power mode, hingga stability control. Sementara Brio Satya yang dibahas belum mempunyai sejumlah fitur tersebut.
Head unit juga masih menjadi catatan. Dibandingkan rival yang sudah menawarkan layar sentuh serta dukungan Apple CarPlay dan Android Auto, sistem hiburan Brio masih tergolong sederhana.
Untuk keselamatan dasar, Brio sudah dibekali dual airbag dan ABS. Namun, fitur keselamatan tambahan seperti stability control menjadi salah satu pembeda penting dengan rivalnya.
Brio RS dan Satya Punya Perbedaan
Dalam varian yang dibahas, Brio RS memiliki sejumlah perbedaan dibanding Brio Satya.
Dari eksterior, Brio RS mendapatkan grille black glossy, emblem RS, fog lamp, DRL, serta pelek 15 inci dual tone. Sementara Brio Satya menggunakan pelek 14 inci dan tampilannya lebih sederhana.
Bagian interior juga berbeda. Brio RS menggunakan jok kulit dengan desain terpisah pada sandaran kepala dan tambahan aksen warna oranye. Varian RS juga sudah menggunakan smart key dan tombol engine start-stop.
Sementara Brio Satya masih menggunakan kunci konvensional.
Meski begitu, keduanya sama-sama menggunakan mesin Honda i-VTEC 1.200 cc empat silinder dengan tenaga sekitar 90 PS serta transmisi CVT pada varian yang dibahas.
Kenapa Honda Brio Tetap Laris?
Pada akhirnya, popularitas Honda Brio tidak hanya berasal dari satu keunggulan. Mobil ini menawarkan kombinasi desain yang menarik, kualitas pembuatan yang terasa solid, kenyamanan berkendara, performa yang cukup, serta konsumsi bahan bakar yang irit.
Brio juga memiliki daya tarik sebagai mobil pertama, khususnya bagi pembeli yang menginginkan mobil compact dengan merek yang sudah dikenal luas.
Selain itu, faktor ketersediaan suku cadang dan nilai jual kembali turut menjadi pertimbangan. Reputasi Honda di Indonesia memberikan rasa aman bagi konsumen yang berencana menggunakan mobil dalam jangka panjang.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Honda Brio Satya CVT memang bukan mobil yang paling unggul dalam setiap aspek. Rivalnya bisa lebih unggul dalam fitur, akselerasi, maupun efisiensi.
Namun, kombinasi desain, build quality, rasa berkendara, reputasi merek, dan kemudahan untuk digunakan sehari-hari membuat Brio tetap menjadi salah satu pilihan paling kuat di kelas mobil murah Indonesia.
Source: Youtube/@focustubechannel
Editor : Arsya Aulia Velinka Putri