SINGAPURA - Honda Jazz Hybrid kembali menjadi perhatian setelah tampil dalam versi terbaru yang mengusung desain crossover. Mobil ini masih mempertahankan sejumlah karakter khas Honda Jazz, tetapi tampil lebih membulat dengan tambahan elemen bergaya crossover seperti cladding, roof rail, serta aksen hitam pada bagian bodi.
Honda Jazz yang dibahas merupakan versi hybrid yang dipasarkan di Singapura. Model tersebut disebut memiliki kode GR dan hadir dalam versi yang belum mendapatkan facelift. Desainnya berbeda cukup jauh dibanding generasi Jazz sebelumnya, terutama pada bagian wajah yang kini terlihat lebih membulat.
Desain Berubah, Karakter Jazz Tetap Terlihat
Bagian depan Honda Jazz Hybrid menggunakan lampu utama berbentuk besar dengan proyektor di bagian tengah serta LED DRL. Fog lamp juga menggunakan proyektor. Di bagian bumper terdapat sensor parkir dan aksen berwarna silver yang memperkuat tampilan crossover.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Blitar 26 Agustus, Suhu Capai 31 Derajat
Ciri khas Jazz masih terlihat dari bagian samping. Salah satunya kaca segitiga di area depan yang menjadi salah satu elemen desain yang familiar bagi pengguna Honda Jazz generasi sebelumnya. Namun, karakter crossover semakin kuat dengan adanya cladding hitam di sekitar bodi dan side skirt.
Mobil ini menggunakan pelek dual tone dengan ban berukuran 185/60 R16. Bagian belakang juga mendapatkan desain lampu yang senada dengan bagian depan. Lampu belakang dibuat lebih besar, tetapi tidak lagi memanjang hingga pilar seperti pada generasi sebelumnya.
Honda Jazz Hybrid ini juga dilengkapi roof rail serta aksen hitam pada bagian atas kaca belakang. Sementara itu, logo Jazz dan identitas hybrid tetap dipertahankan untuk menegaskan karakter mobil tersebut.
Baca Juga: Megawati Hangestri Pakai Nomor 88 di Hyundai Hill State, Ini Skuad Barunya
Bagasi menjadi salah satu bagian yang turut disorot. Ruang penyimpanan di belakang dinilai tidak terlalu besar dibandingkan mobil lain yang menjadi pembanding. Di bawah lantai bagasi juga terdapat ruang tambahan, tetapi sebagian area digunakan untuk komponen yang berkaitan dengan sistem hybrid.
Interior Tetap Mengutamakan Kepraktisan
Masuk ke kabin, desain interior Honda Jazz Hybrid masih mempertahankan karakter sederhana dan praktis. Setir menggunakan desain dua palang, sementara panel instrumen dan layar hiburan dibuat dengan tampilan yang relatif sederhana.
Honda tetap memberikan sejumlah ruang penyimpanan, termasuk cup holder di sisi kanan dan kiri. Setir juga sudah dapat diatur secara tilt dan teleskopik. Sistem pendingin udara menggunakan desain yang disebut mirip dengan sejumlah model Honda lainnya.
Untuk konektivitas, bagian depan masih menggunakan port USB Type-A dan tersedia power outlet. Wireless charger belum tersedia. Sementara itu, penumpang belakang mendapatkan port USB Type-C di sisi kanan dan kiri.
Ruang baris kedua juga masih tergolong lega. Salah satu keunggulan yang dipertahankan adalah konfigurasi Ultra Seat yang menjadi ciri khas Jazz. Kursi belakang juga dilengkapi armrest, ISOFIX, serta sabuk pengaman untuk penumpang.
Baca Juga: Zehra Gunes dan Megawati Jadi Sorotan, Klaim Panas Jelang Laga Hillstate Perlu Dicek
Posisi berkendara menjadi salah satu aspek yang mendapat penilaian positif. Karakter duduknya disebut terasa seperti mobil sedan, sementara kaca segitiga di bagian depan membantu visibilitas ke sisi kendaraan.
Di balik kap mesin, Honda Jazz Hybrid menggunakan mesin yang dipadukan dengan motor listrik serta sejumlah komponen elektrifikasi. Kepadatan ruang mesin menjadi konsekuensi dari penggunaan teknologi hybrid.
Meski menawarkan perubahan desain, keberadaan Honda Jazz Hybrid dalam bentuk crossover juga memunculkan pertanyaan mengenai peluangnya masuk ke Indonesia. Dalam pembahasan tersebut, keputusan Honda menjual City dan tidak membawa model Jazz ke pasar Indonesia dinilai masih dapat dipahami, terutama karena tren penjualan hatchback disebut telah menurun.
Namun, kecintaan terhadap Jazz tetap membuat kemungkinan kembalinya model tersebut menjadi topik menarik. Honda Jazz Hybrid versi crossover ini menunjukkan bahwa karakter Jazz masih dipertahankan, meski desain dan pendekatan produknya telah berubah cukup jauh.
Source YouTube Autoner Magz
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo