JAKARTA - Megawati Hangestri Pertiwi disebut menjadi salah satu kunci permainan cepat Hyundai Hillstate saat menghadapi Pilseng Wonder Dogs dalam laga eksibisi di Jamsal Student Gymnasium, Seoul, Korea Selatan. Pemain voli asal Indonesia itu tetap menjadi tumpuan utama serangan dalam strategi baru Hyundai Hillstate.
Permainan Hyundai Hillstate disebut mengalami perubahan sejak Megawati menempati posisi penting dalam skema tim. Smash keras, timing, serta kemampuan membaca permainan membuat Megawati menjadi bagian penting dari serangan tim besutan Kang Sung Hung.
Duel melawan Wonder Dogs juga menjadi ujian awal bagi kombinasi pemain asing Hyundai Hillstate. Selain Megawati, tim tersebut memiliki Jordan Wilson yang diplot sebagai outside hitter.
Baca Juga: BEN Carnival 2026 Dievaluasi, Disbudpar Kota Blitar Buka Opsi Acara Dimulai Sore
Jordan Wilson merupakan mantan pemain Arizona Wildcats di NCAA Division 1. Kehadirannya diharapkan memberikan keseimbangan bagi Hyundai Hillstate, terutama melalui kemampuan receive dan pertahanan.
Dengan karakter permainan yang berbeda, Wilson dapat menjadi pilihan serangan tambahan sekaligus membantu membuka ruang bagi Megawati. Jika skema tersebut berjalan baik, Hyundai Hillstate memiliki opsi untuk membangun permainan yang lebih variatif dengan Megawati tetap menjadi senjata utama di sektor serangan.
Wonder Dogs sendiri disebut sebagai tim voli putri yang baru dibentuk di Kota Ansan, Korea Selatan. Tim tersebut dibentuk dan dilatih Kim Yeon-koung. Para anggotanya merupakan pemain yang masih memiliki impian bermain voli, termasuk sejumlah pemain yang sudah pensiun.
Baca Juga: Rp47 Miliar! Kantor Kejari Kabupaten Blitar Masuk Tahap Lelang, Dibangun Dua Lantai
Salah satu pemain yang disebut dalam tim tersebut adalah Pyo Seung-ju. Selain itu, terdapat sejumlah mantan pemain liga voli Korea lainnya, seperti Moon Mi-yeong yang pernah memperkuat GS Caltex dan pemain yang disebut sebagai mantan bintang Hyundai Hillstate.
Tim yang dilatih Kim Yeon-koung itu juga diprediksi dapat membawa Wonder Dogs menjalani debut di liga voli Korea dalam dua atau tiga tahun mendatang.
Di sisi lain, transkrip juga menyoroti kondisi Red Sparks setelah kepergian Megawati. Tim tersebut disebut kembali mengalami kekalahan dan kehilangan salah satu mesin poin yang sebelumnya menjadi tumpuan serangan.
Dalam situasi tersebut, Nohran menjadi sosok yang mendapat sorotan. Pemain dengan postur lebih kecil itu disebut tampil penuh perjuangan di lini pertahanan. Ia berkali-kali melakukan diving untuk menyelamatkan bola meski tubuhnya harus menghantam lantai.
Nohran bahkan tetap bangkit setelah melakukan kesalahan. Dalam satu momen, ia disebut memukul bola ke lantai karena frustrasi setelah kesalahan tim. Namun, beberapa detik kemudian ia kembali fokus dan melanjutkan pertandingan.
Usai laga, Nohran menjelaskan bahwa ia selalu melakukan evaluasi terhadap penampilannya. “Sebelumnya aku selalu koreksi diri, mempelajari setiap laga sebelumnya untuk melihat di mana letak kekurangan dan kesalahan. Dan seharusnya pemain lain juga melakukan hal yang sama.”
Baca Juga: Lirik Syi'iran Muktamar Ke-35 NU 2026 Nurin Nabila, Sarat Doa untuk Indonesia
Ia juga mengaku bersyukur dapat memberikan kemampuan terbaiknya dalam pertandingan tersebut.
Sosok Nohran kemudian digambarkan sebagai simbol semangat Red Sparks di tengah periode sulit. Kepergian Megawati meninggalkan tantangan besar bagi tim, sementara para pemain harus belajar dari kontribusi yang sebelumnya diberikan pemain asal Indonesia tersebut.
Bagi Hyundai Hillstate, Megawati kini memasuki fase berbeda. Perannya bukan hanya sebagai pemain dengan serangan keras, tetapi juga bagian penting dari skema permainan cepat yang sedang dibangun bersama Jordan Wilson.
Editor : Cecilia Dzakira Pasha