Polytron Fox R Diuji Tembus 100 Km, Harga Murah tapi Punya Sejumlah Catatan

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:35 WIB
Polytron Fox R mampu menempuh 101,3 km dalam pengujian dan melaju 97 km/jam, tetapi punya catatan pada posisi berkendara dan suspensi. (PINTEREST)
Polytron Fox R mampu menempuh 101,3 km dalam pengujian dan melaju 97 km/jam, tetapi punya catatan pada posisi berkendara dan suspensi. (PINTEREST)

JAKARTA - Polytron Fox R kembali menjadi perhatian setelah diuji secara lebih mendalam oleh Otomotif TV. Motor listrik ini menawarkan kecepatan hingga 97 km/jam, jarak tempuh sekitar 100 kilometer dalam pengujian, serta biaya energi yang relatif rendah. Di balik keunggulan tersebut, terdapat sejumlah catatan yang perlu diperhatikan calon pengguna.

Dalam pengujian, Polytron Fox R memiliki dua pilihan mode berkendara, yakni D dan S. Mode D menghasilkan kecepatan maksimum 64 km/jam berdasarkan speedometer. Sementara mode S mampu mencapai 97 km/jam pada speedometer.

Perbedaan tersebut membuat mode D lebih cocok untuk penggunaan harian di tengah lalu lintas perkotaan. Menurut penguji, kecepatan 64 km/jam sudah cukup untuk bermanuver maupun menyalip kendaraan di jalan yang padat.

Untuk akselerasi, Polytron Fox R mencatat waktu 0-60 km/jam sebesar 7,76 detik berdasarkan pengukuran menggunakan RaceBox. Performa itu dinilai cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Meski demikian, karakter penyaluran tenaga menjadi salah satu bagian yang mendapat sorotan. Setelah gas ditutup dan motor kembali diajak berakselerasi, terdapat jeda sebelum tenaga kembali tersalurkan.

Jeda tersebut terasa ketika motor digunakan di kondisi yang membutuhkan perubahan kecepatan secara cepat. Misalnya saat berhenti di persimpangan, memasuki tikungan tajam, atau setelah melakukan pengereman.

Penguji menggambarkan respons tersebut seperti tenaga yang sempat kosong sebelum kemudian kembali muncul. Karakter ini dianggap kurang natural dibandingkan beberapa motor listrik lain yang pernah mereka uji.

Baca Juga: Hiroshi Aoyama Terkejut Lihat Veda Ega Pratama Mengamuk di Lap Terakhir Silverstone

Jarak Tempuh Capai Lebih dari 100 Kilometer

Polytron Fox R dibekali baterai berkapasitas 3,7 kWh. Dalam pengujian yang dilakukan dengan mode D, motor mampu menempuh jarak 101,3 kilometer.

Menariknya, hasil tersebut diperoleh dengan gaya berkendara yang cukup agresif. Penguji menyebut sejumlah ruas yang dilalui cukup lengang sehingga motor beberapa kali digunakan pada kecepatan sekitar 60 km/jam.

Sementara itu, klaim Polytron yang disebut dalam video mencapai 130 kilometer dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam.

Pengisian baterai dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar lima jam. Charger memiliki daya sekitar 840 watt dan sistem pengisian dilakukan melalui charger onboard. Baterai juga bersifat permanen sehingga tidak dapat dilepas atau ditukar.

Ada pula biaya sewa baterai sebesar Rp200.000 per bulan. Skema tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan sebelum membeli.

Biaya tersebut dinilai lebih masuk akal untuk pengguna yang memakai motor setiap hari, seperti pekerja, pengemudi ojek online, atau kurir. Namun, bagi pengguna yang hanya memakai motor sesekali, biaya sewa tetap berjalan meski kendaraan jarang digunakan.

Dari hasil pengujian, konsumsi listrik untuk menempuh sekitar 100 kilometer berada di kisaran Rp56 per kilometer. Jika menggunakan klaim jarak 130 kilometer, perhitungannya sekitar Rp41 per kilometer.

Riding Position dan Suspensi Jadi Sorotan

Selain performa, posisi berkendara Polytron Fox R menjadi catatan tersendiri. Jarak antara jok dan dek dinilai terlalu dekat sehingga posisi kaki terasa seperti jongkok.

Kondisi tersebut mulai terasa melelahkan ketika motor digunakan dalam perjalanan lebih jauh. Penguji menyebut bagian betis, paha, hingga pinggang dapat terasa pegal.

Padahal, busa jok dinilai cukup empuk. Posisi setang juga dianggap nyaman karena tinggi dan lebarnya sesuai untuk pengendaraan.

Handling Polytron Fox R justru mendapat penilaian positif. Motor dianggap cukup lincah, stabil, dan mudah diajak menikung meski memiliki wheelbase yang panjang.

Baca Juga: Hiroshi Aoyama Terkejut Lihat Veda Ega Pratama Mengamuk di Lap Terakhir Silverstone

Suspensi depan menjadi bagian lain yang mendapat kritik. Travel suspensi dinilai pendek sehingga mudah terasa mentok ketika melewati polisi tidur atau permukaan jalan yang bergelombang. Suspensi belakang disebut masih lebih baik karena memiliki jarak main yang lebih panjang.

Dari sisi fitur, motor ini tergolong sederhana. Panel instrumen hanya menampilkan informasi dasar seperti mode berkendara, kapasitas baterai, trip meter, dan odometer. Trip meter juga kembali nol setiap motor dimatikan.

Pada akhirnya, Polytron Fox R menawarkan kombinasi performa dan jarak tempuh yang menarik untuk penggunaan harian. Namun, calon konsumen tetap perlu mempertimbangkan posisi berkendara, respons tenaga, karakter suspensi, fitur yang sederhana, serta biaya sewa baterai Rp200.000 setiap bulan.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : OTOMOTIF TV
Polytron Fox R motor listrik Polytron Polytron motor listrik review motor listrik