JAKARTA - Pengalaman menggunakan Polytron Fox R selama lima bulan diungkap seorang pengguna melalui video ulasan. Motor listrik tersebut telah dipakai menempuh hampir 6.400 kilometer dengan biaya penggunaan yang diklaim hanya sekitar Rp1,3 juta, termasuk listrik untuk pengisian baterai dan biaya sewa baterai.
Pengguna menegaskan bahwa ulasan tersebut merupakan pengalaman pribadi. Karena itu, hasil yang dirasakan pengguna lain belum tentu sama. Ia juga menyampaikan penilaian secara terbuka, baik mengenai kelebihan maupun kekurangan motor listrik tersebut.
Selama lima bulan, intensitas penggunaan Polytron Fox R terbilang cukup tinggi. Jarak tempuh rata-rata setiap bulan mencapai lebih dari 1.000 kilometer. Bahkan, motor tersebut pernah digunakan untuk perjalanan touring dari Depok menuju Bandung.
Dalam perjalanan tersebut, pengguna mengaku tidak mengalami masalah berarti. Pengalaman itu menjadi salah satu alasan dirinya menilai motor listrik tersebut cukup nyaman digunakan untuk aktivitas dengan jarak tempuh yang relatif jauh.
Baca Juga: Hiroshi Aoyama Ubah Strategi Veda Ega Pratama, Motor Moto2 Jadi Senjata Jelang Sachsenring
Biaya Listrik Hanya Ratusan Ribu
Salah satu poin yang dibahas secara detail adalah konsumsi listrik Polytron Fox R. Selama lima bulan pemakaian, pengguna mencatat konsumsi listrik sekitar 215 kWh untuk mengisi daya motor di rumah.
Ia kemudian menghitung biaya berdasarkan tarif listrik yang digunakan di rumah. Dari perhitungan tersebut, kebutuhan listrik untuk penggunaan motor selama lima bulan disebut masih berada di bawah Rp350 ribu.
Namun, biaya operasional Polytron Fox R tidak hanya berasal dari listrik. Motor ini menggunakan sistem sewa baterai dengan biaya Rp200 ribu setiap bulan.
Selama lima bulan, biaya sewa baterai yang dikeluarkan mencapai Rp1 juta. Jika digabungkan dengan kebutuhan listrik, total pengeluaran pengguna untuk menempuh hampir 6.400 kilometer berada di kisaran Rp1,3 juta.
Angka tersebut kemudian dibandingkan dengan motor bensin yang digunakan sebelumnya. Pengguna menggunakan asumsi konsumsi bahan bakar sekitar 40 kilometer per liter.
Dengan jarak 6.400 kilometer dan harga bahan bakar Rp12.950 per liter, biaya bahan bakar motor sebelumnya disebut mencapai sekitar Rp2 juta lebih. Pengguna juga memasukkan biaya penggantian oli sebanyak tiga kali selama lima bulan.
Dari perbandingan tersebut, penggunaan Polytron Fox R dinilai mampu memberikan penghematan biaya operasional.
Tenaga dan Minim Suara Jadi Kelebihan
Selain pengeluaran, pengguna juga mengungkap beberapa hal yang membuatnya menyukai Polytron Fox R.
Salah satunya adalah karakter motor listrik yang tidak menghasilkan suara mesin seperti motor konvensional. Bagi pengguna tersebut, kondisi ini justru menjadi salah satu kenyamanan utama selama berkendara.
Performa motor juga mendapatkan penilaian positif. Dalam video, Polytron Fox R disebut mempunyai tenaga 3.000 watt. Pengguna merasa tenaga tersebut cukup untuk digunakan dalam aktivitas harian, termasuk ketika menghadapi jalan menanjak.
Jarak tempuh juga disebut menjadi salah satu nilai tambah. Pengguna bahkan membandingkannya dengan motor listrik merek Jepang yang menurut pengalamannya mempunyai tenaga lebih kecil.
Namun, pembahasan tidak berhenti pada performa. Pengguna juga memberikan catatan mengenai layanan purnajual Polytron.
Menurutnya, after sales Polytron mengalami perkembangan dibandingkan sebelumnya. Ia melihat adanya pembaruan komponen pada produk tertentu. Pengguna lama juga disebut bisa mendapatkan komponen pengganti ketika terjadi masalah pada bagian tertentu.
Salah satu contohnya adalah jok yang mengalami keretakan di bagian bawah. Pengguna mengaku bisa mengajukan klaim untuk mendapatkan jok model terbaru yang memiliki konstruksi lebih tebal.
Baca Juga: Hiroshi Aoyama Ubah Strategi Veda Ega Pratama, Motor Moto2 Jadi Senjata Jelang Sachsenring
Meski demikian, pengalaman pelayanan ternyata berbeda antara satu service center dan lainnya. Pengguna mengaku pernah mengalami kendala ketika memesan part body. Pesanan yang dilakukan melalui service center disebut tidak mendapatkan kabar hingga waktu yang cukup lama.
Pengalaman berbeda justru dialami ketika berkunjung ke service center Bandung. Masalah alarm pada motor rekannya disebut langsung ditangani. Setelah diketahui komponen yang bermasalah, penggantian dilakukan secara gratis.
Pengguna juga mendapatkan pengalaman positif ketika mengajukan klaim tombol mundur yang terkadang tidak berfungsi. Perbaikan disebut dilakukan tanpa proses yang berbelit.
Klaim jok yang retak di service center Bogor juga disebut mendapat respons cepat. Pengguna akhirnya memperoleh penggantian jok secara gratis.
Dari lima bulan penggunaan tersebut, Polytron Fox R dinilai memberikan kombinasi antara kenyamanan, tenaga, dan biaya operasional yang relatif terjangkau. Namun, pengguna berharap standar pelayanan dan prosedur di setiap service center Polytron dapat dibuat lebih seragam.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Pack AZ (Azeica)