JAKARTA - Polytron Fox R ternyata memiliki bagian yang perlu mendapat perhatian setelah digunakan dalam jangka panjang, terutama pada sistem BLDC. Dalam sebuah pemeriksaan setelah pemakaian sekitar satu tahun, seal BLDC disebut mulai mengeras sehingga berpotensi membuka jalan bagi air masuk ke bagian dalam motor.
Pemeriksaan tersebut dilakukan di bengkel LC Ban. Motor yang dibongkar merupakan milik salah satu pelanggan dan telah digunakan selama satu tahun dua bulan. Pemilik motor juga mengaku cukup sering melewati genangan atau banjir ketika touring.
Menurut penjelasan mekanik, air menjadi salah satu musuh utama BLDC. Masalah dapat bermula ketika seal yang berfungsi menahan air mulai getas. Kondisi itu kemudian memungkinkan air masuk hingga mengenai bearing.
Baca Juga: Hiroshi Aoyama Ubah Strategi Veda Ega Pratama, Motor Moto2 Jadi Senjata Jelang Sachsenring
Kasus yang pernah ditangani sebelumnya menunjukkan dampaknya. Bearing yang kemasukan air bisa mengalami karat dan kotoran di dalamnya kemudian menyebar ke bagian magnet serta komponen BLDC. Gejala yang muncul antara lain suara motor menjadi kasar atau terdengar seperti geredek saat mulai berjalan.
Karena itu, pengguna Polytron Fox R disarankan memperhatikan kondisi seal, terlebih setelah masa garansi berakhir. Penggantian seal dinilai lebih baik dilakukan sebelum air berhasil masuk dan merusak bearing.
Hindari Semprotan Air Bertekanan
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kebiasaan mencuci motor menggunakan semprotan bertekanan tinggi. Area seal BLDC disebut cukup rawan apabila langsung ditembak air dari jarak dekat.
Mekanik LC Ban mengingatkan pengguna agar tidak mengarahkan semprotan bertekanan langsung ke bagian seal. Tekanan air dinilai meningkatkan risiko air menembus celah seal.
Berbeda dengan melewati genangan, air dari steam memiliki tekanan lebih tinggi sehingga berpotensi masuk melalui celah yang ada. Karena itu, bagian sekitar seal sebaiknya dibersihkan dengan cara yang lebih hati-hati.
Dalam pemeriksaan Polytron Fox R yang sudah digunakan selama satu tahun dua bulan tersebut, bagian dalam BLDC masih terlihat bersih dan belum menunjukkan kondisi separah unit lain yang sebelumnya mengalami kemasukan air.
Namun, mekanik menyebut seal bawaan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda mengeras. Kondisi tersebut dinilai sebagai peringatan bahwa seal sebaiknya diperhatikan sebelum mengalami kebocoran.
Selain seal, bagian lain yang perlu diperhatikan adalah H sensor. Komponen tersebut dapat mengalami masalah ketika terkena air dan menjadi salah satu penyebab munculnya kode E5. Menurut mekanik, H sensor yang bermasalah masih dapat diganti tanpa harus mengganti seluruh BLDC.
Baca Juga: Hiroshi Aoyama Ubah Strategi Veda Ega Pratama, Motor Moto2 Jadi Senjata Jelang Sachsenring
Biaya Penggantian Seal dan Bearing
Untuk seal, bengkel menyediakan beberapa pilihan. Salah satunya adalah material Viton yang disebut lebih tahan terhadap panas. Mekanik menjelaskan, material tersebut mampu bertahan hingga 250 derajat Celsius dan biasa digunakan pada mesin-mesin alat berat.
Sementara untuk bearing, tersedia pilihan SKF maupun bearing racing Faito. Dalam demonstrasi, bearing racing disebut memiliki putaran lebih lancar dibandingkan bearing standar.
Biaya penggantian juga bergantung pada komponen yang dipilih. Bearing SKF disebut berada di kisaran Rp60 ribu dan Rp50 ribu untuk masing-masing sisi. Sementara seal Viton berada di kisaran Rp100 ribu per buah.
Jika menggunakan bearing dan seal dengan pilihan tersebut, biaya komponen diperkirakan sekitar Rp310 ribu. Ditambah jasa sekitar Rp125 ribu, totalnya berada di kisaran Rp435 ribu.
Kasus ini menjadi pengingat bagi pemilik Polytron Fox R agar tidak menganggap BLDC sepenuhnya bebas dari risiko air. Melewati banjir sesekali disebut masih dapat dilakukan ketika terpaksa, tetapi pengguna disarankan tidak terlalu sering melakukannya.
Perawatan sederhana, terutama menghindari semprotan air bertekanan langsung ke area seal, dapat menjadi langkah pencegahan. Sebab, ketika air sudah masuk hingga menyebabkan bearing berkarat dan merusak komponen di dalam BLDC, penanganannya tentu menjadi lebih kompleks.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Pack AZ (Azeica)