SIDOARJO – Honda Brio Satya tahun 2024 milik konsumen di Sidoarjo menjalani pemasangan sistem bahan bakar berbasis gas. Mobil dengan jarak tempuh sekitar 26.000 kilometer tersebut kemudian diuji untuk melihat respons mesin dan performanya setelah menggunakan sistem BBG.
Dalam video yang diunggah, teknisi menyebut sistem yang dipasang menggunakan paket Tomasetto full hybrid. Sistem tersebut memungkinkan perpindahan penggunaan bahan bakar melalui tombol di dalam kabin.
Honda Brio Satya sendiri merupakan city car yang menggunakan mesin 1.2 liter. Pada model yang dipasarkan Honda, Brio Satya mengandalkan mesin 1.2L i-VTEC empat silinder dengan tenaga hingga 90 PS.
Baca Juga: Sound Horeg Blitar Bikin Resah? Polisi Beri Peringatan Keras, Langgar Aturan SE dan Fatwa MUI Bakal
Sistem Gas Dipasang dengan Sejumlah Penyesuaian
Pemasangan sistem BBG membutuhkan sejumlah komponen tambahan, salah satunya mixer. Komponen tersebut digunakan untuk mengatur suplai udara dan gas sesuai kebutuhan mesin.
Teknisi juga memasang reducer Tomasetto AT07 single point yang telah menggabungkan sejumlah komponen, seperti filter, solenoid, regulator, dan membran.
Ukuran reducer yang cukup besar membuat penentuan posisi pemasangan di ruang mesin menjadi salah satu tantangan. Area pemasangan harus memperhatikan keberadaan komponen lain agar tidak mengganggu sistem kendaraan.
Baca Juga: Posyandu Kota Blitar Tak Lagi Cuma Urus Kesehatan, Kini Punya Enam Layanan Dasar untuk Warga
Sensor IAT Dipindahkan dari Posisi Asalnya
Salah satu bagian yang mendapat penyesuaian adalah sensor IAT (Intake Air Temperature). Teknisi memanfaatkan jalur sensor tersebut untuk kebutuhan instalasi tanpa membuat lubang baru pada bodi mobil.
Sensor kemudian ditempatkan di bagian luar. Menurut penjelasan teknisi dalam video, perubahan posisi tersebut dinilai tidak memberikan perbedaan pembacaan yang signifikan karena sensor masih berada di lingkungan ruang mesin.
Langkah tersebut dilakukan karena kendaraan masih relatif baru sehingga teknisi berupaya menghindari modifikasi dengan membuat lubang tambahan pada bodi.
Selang Gas Ditarik hingga Bagian Belakang
Jalur selang gas diarahkan melalui sisi kiri kendaraan menuju bagian belakang. Selang yang digunakan memiliki beberapa lapisan perlindungan, termasuk lapisan kawat.
Menurut teknisi, konstruksi tersebut dimaksudkan untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap selang dari gesekan maupun gangguan eksternal.
Baca Juga: Es Macacin Modal Rp57 Ribu Jadi 20 Cup, Minuman Viral Terinspirasi Es Cincau
Di bagian belakang kendaraan kemudian disiapkan komponen penyimpanan gas sesuai sistem yang digunakan.
Suhu Sistem Turut Diperhatikan
Setelah pemasangan selesai, kendaraan menjalani pengujian untuk memastikan sistem bekerja. Teknisi menjelaskan bahwa temperatur komponen penyimpanan gas perlu diperhatikan selama kendaraan digunakan.
Dalam sistem yang dipasang, panas dari saluran gas buang dimanfaatkan melalui mekanisme berbasis pipa tembaga. Tujuannya menjaga temperatur sistem agar berada pada kondisi kerja yang sesuai.
Pengaturan temperatur menjadi bagian penting dalam proses pengujian karena kondisi yang terlalu dingin maupun terlalu panas dapat memengaruhi kerja sistem.
Performa Diuji dengan AC Menyala
Setelah mesin dinyalakan, teknisi melakukan pemeriksaan terhadap putaran mesin dan sistem pendingin udara. Pengujian dilakukan untuk melihat apakah penggunaan BBG memberikan perubahan yang signifikan terhadap kerja mesin.
Teknisi kemudian melakukan penyetelan dengan menjadikan performa ketika menggunakan bensin sebagai acuan.
Tujuannya agar tenaga saat menggunakan gas tetap mendekati karakter kendaraan ketika menggunakan bahan bakar bensin.
Brio Diajak Menanjak dan Berjalan Sekitar 15 Kilometer
Baca Juga: Es Matcha Latte Modal Murah Bisa Dijual Rp7.000, Cocok Jadi Ide Usaha Minuman Kekinian
Pengujian tidak hanya dilakukan dalam kondisi mobil diam. Setelah pemasangan selesai, Honda Brio tersebut diajak melakukan test drive sekitar 15 kilometer.
Dalam perjalanan, mobil digunakan melewati jalan menanjak dengan AC tetap menyala. Pengemudi menyebut respons kendaraan menggunakan gas masih terasa mirip dengan ketika menggunakan bensin.
Suara aliran gas dari regulator juga terdengar selama perjalanan. Namun, suara tersebut disebut relatif samar dan tidak terlalu mengganggu ketika mobil digunakan dalam kondisi normal.
Baca Juga: Posyandu Kota Blitar Tak Lagi Cuma Urus Kesehatan, Kini Punya Enam Layanan Dasar untuk Warga
Presisi Suplai Gas Jadi Perhatian
Dalam pengujian tersebut, teknisi juga membandingkan sistem Tomasetto dengan sistem lain yang pernah digunakan.
Menurut penjelasannya, perbedaan utama terletak pada tingkat presisi suplai gas di berbagai putaran mesin. Sistem Tomasetto disebut mampu menyesuaikan suplai berdasarkan kebutuhan mesin pada rentang RPM tertentu.
Meski demikian, hasil tersebut merupakan pengalaman dan penilaian teknisi dalam video, sehingga tidak dapat dijadikan patokan universal untuk seluruh kendaraan.
Honda Brio Satya Tetap Mengandalkan Mesin Bensin
Secara standar, Honda Brio Satya tetap merupakan kendaraan bermesin bensin. Honda mencantumkan mesin 1.2L i-VTEC empat silinder dengan tenaga hingga 90 PS serta transmisi manual lima percepatan atau CVT tergantung varian.
Karena itu, pemasangan sistem BBG seperti dalam video merupakan modifikasi aftermarket, bukan konfigurasi standar yang diberikan Honda.
Pemasangan sistem bahan bakar tambahan pada kendaraan juga membutuhkan perhitungan teknis, kualitas komponen, serta pengerjaan oleh tenaga yang memahami sistem kendaraan. Pengujian setelah pemasangan menjadi penting untuk memastikan kendaraan tetap bekerja sebagaimana mestinya.
Source YouTube Egik pernadi
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo